logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Masalah Sosial

Pandangan Faktor Penyebab Kemiskinan


Ilustrasi faktor penyebab kemiskinan 

Rasulullah, sang pembawa wahyu ke bumi ini pernah mengatakan bahwa kemiskinan itu harus dihindari karena kemiskinan sangat dekat dengan kekufuran. Betapa sangat membahayakannya satu kemiskinan hingga Rasulullah dengan kasihnya menganjurkan kepada umatnya untuk menjadi kaya. Beliau sendiri miskin karena Beliau ingin dekat dengan orang miskin. Tetapi sekali lagi Beliau mengatakan bahwa kemiskinan yang Beliau derita bukan suatu penderitaan melainkan satu misi yang ditugaskan oleh Allah Swt. Oleh karena itulah Islam itu sangat peduli dengan kesejateraan umatnya. Semua faktor penyebab kemiskinan kalau bisa dihilangkan dan umat bisa diberdayakan sedemikian rupa sehingga semua orang menjadi kaya dan sejahtera.

Perangi Kemiskinan

Mengapa setiap orang harus menuntut ilmu? Dengan ilmunya ia bisa mendapatkan penghasilan. Dengan ilmunya ia bisa melakukan banyak hal sehingga hidupnya tidak terlunta-lunta dan ia tidak menjadi tagungan orang lain. Setiap orang itu harus mampu mandiri terutama dari segi ekonomi. Kalau ia mandiri secara ekonomi, ia tak harus menjadi seperti seorang budak. Orang yang tidak mandiri secara ekonomi sering dilihat sebagai seseorang yang sangat rapuh dan tidak akan mampu bertahan bila tak dibantu.

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Artinya adalah bahwa memberi itu jauh lebih baik daripada menerima. Pemberi itu akan memperoleh pahala karena ia telah merelakan sebagian hartanya menjadi milik orang lain. Allah Swt sangat senang dengan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah Swt. Bahkan hal itu dianggap sebagai suatu jalan seperti ‘berdagang’ dengan Sang Khalik. Suatu saat harta yang disedekahkan itu akan diberikan balasan dengan harta yang semakin banyak.

Pentingnya menjadi mandiri secara finansial inilah yang membuat setiap orang bekerja keras siang malam demi beberapa lembar uang. Orang yang mempunyai uang itu memang bukan penguasa atau orang yang berhak atas kehidupan orang lain, tetapi dengan adanya uang di tangan, manusia menjadi terlihat lebih bermartabat terutama ketika uang yang ia peroleh memang dari jalan yang halal dan diridhoi.

Lalu bagaimanakah memerangi kemiskinan itu? Sendi-sendi ekonomi harus dibukakan untuk setiap orang dan tidak boleh hanya diperuntukkan bagi sebagian orang saja. Dalam hal inilah, pemerintah memegang peranan sangat penting agar semua orang mendapatkan jaminan bahwa ia berhak atas setiap jengkal kunci ekonomi yang ada di lingkungannya. Tidak ada halangan baginya untuk berusaha. Namun, kenyataannya, banyak kunci-kunci ekonomi itu dikuasai oelh orang-orang tertentu. Mereka mampu mendapatkan berbagai celah agar bisa menambah kekayaannya. Sedangkan orang lain semakin terpuruk.

Semua fasilitas penunjang terwujudnya perekonomian yang layak bagi semua lapisan masyarakat tetap harus diupayakan terbangun dengan cepat. Pemerintah akan berdosa besar bila tidak melakukan hal ini. Apalagi kalau mereka sampai memakan uang rakyat. Mereka pasti akan mendapatkan ganjaran yang setimpal nantinya. Semua orang miskin itu seharusnya ditanggung oleh negara. Negara harus dapat mengentaskan kemiskinan. Orang-orang miskin juga harus diberi pendidikan agar mereka sadar bahwa mereka harus bangkit dari semua faktor penyebab kemiskinan itu.

Jangan Mau Miskin!

Dari sisi individu, orang sering mengatakan bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah kemalasan untuk mencarinya. Kemiskinan merupakan sebuah masalah yang sudah umum. Keadaan ini hampir dikeluhkan oleh setiap negara dan sering menjadi program utama mengenai masalah pengentasan kemiskinan. Kemiskinan identik dengan tidak dapatnya seseorang memenuhi kebutuhan, selalu berada dalam kesulitan dan kekurangan dalam berbagai keadaan.

Kemiskinan identik pula dengan negara berkembang. Sebenarnya, apa yang terjadi di negara berkembang hingga sulit untuk menjadi maju? Ada beberapa faktor penyebab yang berasal dari individu sebuah negara yang menyebabkan mereka tetap dianggap miskin. Faktor kemiskinan tersebut banyak sekali dihubungkan dengan beberapa penyebab, mulai dari individu sampai masalah struktural yang menyebabkan sulitnya mengentaskan kemiskinan.

Faktor-Faktor Yang Membuat Miskin

Dilihat dari Faktor Individu

Penyebab individual yakni kemiskinan sebagai akibat dari perilaku atau kemampuan dari orang tersebut. Misalnya, malas atau malah menunggu sesuatu yang sifatnya spekulasi. Orang seperti ini seperti membuang percuma waktu dan usianya. Ia rela hanya hidup dengan berjalandi lorong-lorong kegelapan yang membuatnya terlihat bagai bayangan saja. Ia tak ingin menggunakan energinya menggali potensi dirinya. Baginya, bekerja itu bukan untuknya.

Orang seperti ini terjebak di dalam jiwa yang sesat. Kemungkinan yang membentuk jiwa seperti ini adalah didikan orangtua dan lingkungan yang salah. Bila ia tumbuh di lingkungan yang bangga sebagai seorang pengangguran dan masih bisa hidup layak walau menganggur, maka besar kemungkinan anak muda yang lainnya akan tumbuh seperti itu. Itulah mengapa setiap orangtua itu wajib memberikan pemahaman bahwa hanya dengan bekerjalah seseorang itu akan mendapatkan martabatnya sebagai manusia. Kalau ia tak bekerja, maka martabatnya akan luntur. Sama saja ia menjadi seorang pengemis. Padahal menjadi seorang pengemis itu haram. Siapa yang mengharapkan sesuatu dari manusia tidak akan mendapatkan harapan dari Sang Maha Pemberi.

Ancaman itu bukan main-main. Allah Swt sangat cemburu dengan orang-orang yang lebih percaya kepada umatnya untuk membantunya. Padahal dalam Al-Quran secara tegas Allah Swt mengatakan bahwa semua umatnya itu hanya butuh berdoa dan doa itu akan dikabulkan. Pengabulan satu  doa bisa cepat, bisa lambat, bisa tak terkabulkan sama sekali. Tetapi dibalik semua itu pasti tersimpan hikmah yang baik yang hanya Allahlah yang tahu. Manusia hanya berbaik sangka saja dan suatu saat pasti bisa menyadari mengapa doa-doanya tidak terjawab dengan cepat. Pemahaman ini akan membuatnya lebih bersyukur.

Dilihat dari Faktor Keluarga

Penyebab keluarga bukan lagi faktor individu yang sering dilontarkan oleh kelompok yang mengatakan kemiskinan tidak akan timbul jika adanya kemauan kuat dari dirinya. Faktor ini menghubungkan kemiskinan karena keadaan dan pendidikan keluarga. Keluarga yang miskin cenderung melahirkan anak-anak yang juga hidup dalam kemiskinan. Hal ini karena keluarga tersebut tidak mempunyai dana untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

Pemerintah harus bisa membantu keluarga miskin ini agar anak-anak mereka mempunyai kesempatan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga ketika mereka mempunyai pendidikan. Beasiswa adalah jalan terbaik. Banyak sudah contoh anak orang miskin yang akhirnya mampu menjadi kaya raya dan malah membantu orang miskin agar tidak miskin lagi. Saling membantu ini sangat penting agar kemiskinan dapat dientaskan dengan segera. Tanpa perjuangan dan persatuan dalam memerangi kemiskinan, maka akan semakin banyak rakyat berada di bawah garis kemiskinan.

Dilihat dari Faktor Subkultural

Penyebab sub-budaya atau kebiasaan yang menghubungkan faktor kemiskinan disebabkan oleh kehidupan sehari-hari yang dipelajari atau dijalankan dalam lingkungannya. Karena lingkungannya sudah seperti itu, orang pun secara tidak sengaja akan menjalani pola hidup yang sama. Misalnya, penduduk suatu daerah bekerja sebagai tukang bangunan. Maka, secara tidak disadari, hal ini menular kepada penduduk yang lain. Selain itu, kita sering menjumpai orang yang berjualan berasal dari suatu daerah yang sama.

Bila ada upaya membukakan mata mereka bahwa ada pekerjaan lain yang mungkin akan mengubah nasib mereka, maka mungkin saja kemiskinan itu bisa diatasi. Menggali potensi wilayah tersebut dan memberikan penyuluhan serta memberikan pengetahuan tentang apa yang bisa ditemui di wilayah lain, akan membuat masyarakat sadar bahwa banyak hal yang bisa dilakukan agar terlepas dari jurang kemiskinan. Bila tidak diberikan pengertian, maka mereka akan tetap seperti itu. Kasihan bila mereka tak bisa bangkit dari kemiskinannya.

Dilihat dari Faktor Agensi

Penyebab agensi sosial melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Misalnya, keputusan pemerintahan Amerika Serikat untuk berperang bisa menyebabkan turunnya kesejahteraan rakyat. Bukan hanya terjadi pada negara yang diserangnya, melainkan berdampak besar pula terhadap negaranya sendiri. Perekonomian dan kas negara yang seharusnya dianggarkan untuk perekonomian, pendidikan, dan kesehatan, akan terserap untuk kebijakan perang tersebut.

Dilihat dari Faktor Struktur

Penyebab struktural sering menimbulkan pertanyaan, kenapa ada yang di sebut struktur? Ini lebih erat kaitannya dengan struktur sosial, baik dalam masyarakat maupun dalam pekerjaan. Misalnya, seorang pejabat yang sudah memiliki tingkatan lebih tinggi bisa diartikan lebih kaya daripada rakyat yang ada di bawahnya.

Semua faktor tersebut bisa dikatakan sebagai faktor penyebab kemiskinan. Faktor-faktor itu harus dihilangkan agar semua rakyat merasa tidak miskin lagi.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Refleksi Grafik Pengangguran di Indonesia
  • Korupsi Kolusi dan Nepotisme yang Mengkhawatirkan
  • Pelacur: Fenomena Sosial yang Lahir karena Permasalahan Ekonomi
  • Dampak Interaksi Manusia dan Komputer di Zaman Modern
  • Menangani Kasus Kekerasan TKI secara Tuntas
  • Seksual Bebas - Perilaku Mengkhawatirkan Umat Manusia
  • Balapan Liar - Antara Gengsi dan Bahaya
  • Faktor-faktor Penyebab Penyiksaan TKI
  • Hantu Itu Bernama Masalah Kependudukan
  • Kekerasan pada TKI di Luar Negeri
  • Menelisik Akar Masalah TKI Bermasalah
  • Jablay? No Way!
  • Berbagai Masalah Sosial yang Dihadapi Indonesia
  • Catatan Penting Permasalahan TKI
  • Bicara Bonek Surabaya
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA