Memasak Bersama Farah Quinn Wisata Kuliner
Ilustrasi farah quinn wisata kuliner
“Inilah jadinya…. Cake bla..bla..bla…. ala Chef Farrah Quinn. Uhmm.. yummy!”
Begitulah kira-kira kalimat penutup yang terhambur dari bibir gadis manis bernama Farah Quinn dalam acara Farah Quinn Wisata Kuliner di Trans TV.
Acara masak-memasak yang berdurasi setengah jam yang tayang tiap hari Sabtu pagi ini ternyata tidak hanya disukai oleh kaum ibu-ibu, tapi banyak penggemar anak-anak juga. Terutama karena menu-menu yang ditampilkan memang benar-benar terlihat yummy !
Sisi Feminin Mojang Bandung
Rambut panjang lurus dengan potongan khas – runcing di ujungnya. Senyum lebar yang siap menyapa pemirsa Trans TV dalam acara bertajuk Farah Quinn Wisata Kuliner.
Berkulit agak gelap mulus, berbalut busana yang unik-unik dan terlihat chic. Dengan gaya bahasa Indonesia asli namun sesekali dislelipi dialek kebule-bulean – ketika menyebutkan salah satu nama bumbu, yang justru membuatnya berbeda dari host-host lain di TV.
Farah Quinn ternyata asli mojang Bandung. Memiliki satu anak buah perkawinannya dengan suami tercinta yakni Carson Quinn. Itulah maka melekat embel-embel Quinn di belakang namanya.
Meski cantik, dengan sinar matanya yang terlihat pintar, belum lagi bodi yang ciamik, namun ternyata mojang bandung ini memiliki sisi feminin yang kental. Yaitu dari hobi dan kecintaannya terhadap masakan.
Hobi dan kecintaannya pada masakan inilah yang mendorong Farah Quinn exodus ke Perancis khusus untuk berguru ilmu memasak yang handal langsung di pusat trend setter dunia yakni Perancis. Karena masakan yang diminatinya lebih kepada jenis masakan Eropa.Dan Perancis adalah negara tepat tempat dirinya berburu ‘ilmu memasak’.
Dari Audisi ke Trans TV
Setelah tayang beberapa kali, sekali waktu bertepatan dengan ulang tahun Trans TV pernah ditayangkan flashback tentang sisi lain dari pribadi Farah Quinn. Pada saat itu, ia memandu acara Farah Quin Wisata Kuliner.
Ternyata di balik kepiawaiannya menjadi host di depan kamera, serta kecekatan tangannya memainkan peralatan masak beserta bahan-bahannya, sesungguhnya ia adalah pribadi yang moody dan sensitif.
Pernah di hari ulang tahunnya bertepatan dengan shooting Farah Quinn Wisata Kuliner, crew Trans TV ingin memberi kejutan special pada Farah Quinn yang telah memandu acara Farah Quinn Wisata Kuliner selama beberapa episode, dengan cara mengerjai cewek Bandung ini.
Koordinator acara Wisata Kuliner ini beberapa kali complain pada Farah karena hasil masakannya terlihat kurang yummy di kamera. Sehingga Farah mengulangnya lagi. Menambahkan hiasan di atas cakenya. Memberi warna di sana sini agar tambah menarik. Merubah posisi peletakan cake di atas paletnya, dan sebagainya.
Namun setelah retake pengambilan gambar diulang beberapa kali, Farah terlihat mulai bête, semua crew acara inipun berteriak ‘Happy Birthday”, maka Farah pun tak tahan untuk tidak mengeluarkan emosionalnya karena sadar telah dikerjai. Ia hanya menangis dalam diam, sebelum akhirnya tersenyum lebar kembali.
Kemudian masih dalam rangka ulang tahun Trans TV pula, ditayangkan bagaimana audisi Farah Quinn dulu. Sekilas tak beda jauh dengan penampilan dia yang sekarang. Hanya mungkin penyampaian kalimat demi kalimatnya tidak selancar seperti saat ini. Maklumlah yang namanya audisi pasti selalu berasa under pressure.
Citra Nusantara Ala Eropa
Farah Quin yang telah memeluk agama Islam, mengkhususkan diri dalam memasak makanan khas Eropa. Ciri dari masakannya adalah masakan bergaya Eropa namun memadukan cita rasa lokal nusantara.
Untuk keperluan ini Farah Quinn rela berkeliling nusantara mencari menu-menu khas daerah untuk dishoot dalam acara Wisata Kuliner. Cewek hitam manis ini rajin mencari menu langka Indonesia kemudian memasaknya kembali dengan style dan gaya menu masakan Eropa. Maka hasilnya adalah menu-menu baru dengan nama yang unik dan rasa yang pasti menggugah selera.
Coba perhatikan nama-nama hasil masakan mojang bandung itu yang terdengar aneh dan unik. Sebut saja, martabak mie, juice pisang, puff roll dadar telur isi, dan lain sebagainya. Semua masakannya bercirikan dua bangsa, Eropa dan Nusantara.
Penggemarnya Mulai Dari Balita
Penggemar acara Wisata Kuliner yang dipandu oleh chef Farah Quinn ternyata bukan hanya dari golongan ibu-ibu dan wanita saja. Namun juga mulai dari balita hingga dewasa, baik lelaki dan wanita.
Tidak jelas, apakah karena menyenangi acara yang mengusung tema masak-memasak, atau justru sekedar ngefans pada Farah Quinn sendiri. Yang jelas, akhir pekan Anda cukup semarak dengan berkumpul dengan keluarga sembari makan bersama sambil menonton acara masak-memasak yang dibawakan bintang cantik mojang Bandung ini.
Belum lagi celetukannya di akhir kalimat… “Uhhmmm yummy!” untuk menggambarkan betapa maknyusnya masakan yang ia buat. Makin membuat balita dan kanak-kanak Anda memaksa Anda untuk memasak ala chef Farah Quinn seperti yang diperlihatkannya dalam acara Farah Quinn Wisata Kuliner.
Ilustrasi farah quinn wisata kuliner
Beberapa tayangan televisi akhir-akhir ini lagi booming membuat acara wisata kuliner. Acara yang banyak peminat dan hampir selalu ditunggu oleh pecinta tayangan tersebut. Acara ini selain memberikan nuansa hiburan sekaligus berupa tips bagaimana menikmati liburan yang memberikan pilihan-pilihan belanja dan makan yang pas sekaligus bisa mengetahui kuliner yang ada di daerah lain,seperti acara dengan host Farah Quinn wisata kuliner.
Farah Quinn dengan wisata kuliner ini mampu memberi warna terhadap kuliner tradisional daerah yang bukan sekedar beragam, namun sekaligus mengangkat kuliner rumahan mejadi lebih memiliki nilai ekonomis karena diolah lebih variatif dan modern dengan penampilan yang lebih menggugah selera.
Farah quinn memberi setuhan berbeda dalam acara Farah Quinn wisata kuliner yang di dahului dengan bagaimana kebiasaan kulier tersebut terjaga, diolah serta dikonsumsi oleh masyarakat setempat, meskipun terkadang kurang pas cita rasa tersebut karena masing-masing daerah punya cita rasa yang khas. Misalnya dengan ciri berasa manis untuk daerah Jawa Tengah dan sekitarnya, pedas untuk Bali, cita rasa asin dari Madura, kaya rempah dari Padang dan lain sebagainya.
Kuliner Tradisional Tampil Modern
Namun setidakya dengan chef Farah Quinn, kuliner tradisional yang diolah dengancita rasa umum dikemas lebih modern, elegan, dan diusahakan dapat mewakili selera kebayakan masyarakat. Sebab, bahan yang dipakai akan dipadupadankan dengan bahan lain, yang terkadang kita berfikir tidak akan selaras namun menjadi padanan kuliner yang menarik untuk kita rasakan dan coba.
Reka-reka makanan ala Farah Quinn memang berbeda dan sering memberi inspirasi bagi kita untuk semakin mengeksploitasi resep kuliner tersebut dengan padu padan bahan lain yang lebih pas dengan selera.
Dalam suatu sesi tampilan Farah Quinn memberikan tips cerdas dan menarik terutama bagi ibu-ibu yang memiliki anak kecil yang cenderung susah mengkonsumsi sayuran tertentu atau ikan tertentu, dengan resep kuliner ala Farah Quinn menjadi berbeda dan yakin dapat menarik perhatian anak.
Anak-anak tidak akan menyadari jika menu yang sedang mereka nikmati terdapat bahan makanan yang mereka tidak suka, misalnya saja bakso bayam yang bahan dasar bakso tersebut dari daging ikan dengan sayur bayam dan wortel yang telah dicincang dan dibentuk bola-bola yang menjadi favorit anak-anak.
Wisata Kuliner Menu Tradisional
Menu tradisional tampil modern dapat memberikan inspirasi ekonomis untuk dikembangkan dalam bisnis kuliner yang dapat memberikan tambahan usaha, seperti misalnya makanan tradisional serabi yang dulunya tampil biasa dan bertoping gula merah. Di Farah quinn wisata kuliner dimodifikasi dengan toping aneka rasa modern dari saus bermacam-macam buah dengan susu dan keju dapat menarik minat penggemar jajanan tradisional.
Sekarang ini tidak aneh jika banyak warung makan atau jajanan yang menyediakan menu-menu tradisional yang diolah modern mendapat respon positif sehingga mampu meraup penghasilan yang luar biasa sehingga memberikan inspirasi bagi masyarakat yang lainnya untuk ikut melestarikan wisata kuliner.
Memang sudah seharusnya seperti Farah Quinn wisata kuliner ini bayak menjadi program televisi agar semakin banyak memberi motivasi dan sekaligus dapat memberikan hiburan yang mendidik, bukan sekedar hiburan kosong.

