logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Fatimah Azzahra

Fatimah Azzahra

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Rasulullah Saw. pernah berkata, "Fatima itu anak saya, siapa yang membuatnya sedih, berarti membuat aku juga menjadi sedih, dan siapa yang menyenangkannya, berarti menyenangkan aku juga."

Fatima Az-Zahra adalah putri bungsu Rasulullah dan Khadijah. Dia sangat cantik luar dalam. Fatimah adalah pribadi yang sangat lembut dan tenang.

Sayang, karena tubuhnya yang ringkih, dia tidak sebebas kawan-kawan sepermainannya. Namun inilah yang menjadi kelebihannya.

Karena sering bersama Rasulullah Saw, dia memiliki jiwa yang menyerupai ayahnya. Beberapa riwayat menyebutkan jika Fatima memiliki baik roman muka dan kebiasaan yang sangat mirip dengan Rasulullah Saw.

Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Mereka dikarunia dua orang anak, Hasan dan Husein. Fatimah meninggal pada usia 29 tahun, enam bulan setelah Rasulullah Saw wafat.

Mengenal Sosok Fatimah Azzahra

Bagi kebanyakan umat Islam pasti tahu siapa dan seprti apa kepribadian orang yang bernama Fatimah Azzahra. Ya, dia adalah putri dari Muhammad SAW yang merupakan hasil pernikahannya dengan Siti Khadijah.

Untuk Anda yang belum mengenal siapa Fatimah Azzahra, tenang saja. Di sini akan dibahas semua mengenai dia tentang kehidupannya dan kepribadian dia.

Fatimah binti Muhamaad lahir pada tahun 606. Dia dikenal dengan nama Fatimah Azzahra yang berarti Fatimah yang selalu berseri. Fatimah lahir 5 tahun sebelum ayahnya, Muhammad diangkat menjadi Rasul. Tepatnya pada peristiwa besar yang membuat Muhammad ditunjuk sebagai penengah ketika terjadi perselisihan antara suku Quraisy. Perselisihan yang terjadi pada saat itu adalah memperdebatkan siapa yang berhak untuk meletakkan Hajar Aswad saat Ka’bah diperbarui.

Untungnya, perselisihan yang hampir menjadikan peperangan diantara kabilah-kabilah di Mekkah itu bisa dipecahkan karena kecerdasan beliau. Kelahiran Fatimah amat sangat disambut gembira oleh Rasul sehingga memberikan nama Fatimah yang dijuluki sebagai Az-Zahra.

Fatimah tumbuh menjadi anak yang mirip dengan ayahnya. Ketika menginjak usia 5 tahun ayahnya mengalami sebuah peristiwa besar dengan turunnya wahyu dari Allah untuk dijalankan oleh Muhammad.

Seiring pertumbuhannya, Fatimah selalu menyaksikan peristiwa yang terjadi pada ayahnya. Termasuk ketika kaum kafir mengganggu ayahnya, dan peristiwa meninggal ibundanya, Khadijah. Tentu saja dengan kematian ibunya Fatimah sangat sedih.

Saat umat muslim semua hijrah ke Madinah, dia bersame dengan kakaknya, Ummu Kulsum tetap ada di Mekkah hingga ayahnya mengutus orang untuk menjemput mereka berdua.

Saat Muhammad menikah dengan istri keduanya. Aisyah bin Abu Bakar, banyak sahabat yang ingin meminang Fatimah. Dari semua sahabat, Abu Bakar dan Umar lebih dahulu mengutarakan keinginan mereka. Namun, Rasul menolak mereka berdua secara halus.

Setelah mereka, datanglah Ali bin Abi Thalib yang juga berniat meminang Fatimah. Kemudian Rasul bertanya kepadanya apa yang dia punya, kemudian dia menjawab tidak punya apa-apa. Lalu, Rasul bertanya mengenai baju perang hitam yang dia berikan kepada Ali. Ali menjawab baju perangnya masih ada padanya. Singkat cerita Rasul menyuruh Ali untuk memberikan baju perang itu kepada Fatimah sebagai mahar.

Dengan jawaban yang seperti itu, berarti Rasul menerima pinangan Ali untuk menikahi Fatimah. Lalu, Ali bergegas pulang ke rumah untuk membawa baju tersebut. Rasul pun menyuruhnya menjual pakaian dari besi itu ke Utsman bin Affan dengan harga 470 dirham. Setelah dijual, uang itu diberikan kepada Rasulullah dan Beliau memberikannya kepada Bilal untuk dibelikan perlengkapan pengantin.

Atas pernikahan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, seluruh kaum muslim merasa gembira. Tidak lama setelah mereka menjadi sepasang suami istri, tepatnya satu tahun, lahirlah putra pertama mereka. Putra pertama mereka diberi nama Al Hasan, kemudian setelah Hasan berusia 1 tahun lahirlah anak keduanya yang bernama Husein pada bulan Sya’ban di tahun 4 Hijriah.

1 tahun kemudian lagi, yaitu pada 5 Hijriah, lahirlah anak perempuan pernama yang bernama Zainab. Selang beberapa lama, anak keempat mereka lahir yang diberi nama Ummu Kultsum.

Kecintaan Rasul kepada Fatimah

Fatimah adalah putri yang sangat dicintai oleh Rasulullah, begitu juga dengan ibu tirinya Aisyah. Bahkan, saking sayangnya Muhammad kepada Aisyah, setelah bepergian Muhammad lebih dulu menemui Fatimah setelah itu baru istrinya. Namun Aisyah tidak pernah marah, dia malah memuji Fatimah. Aisyah berkata bagwa tidak pernah dia melihat orang yang perkataan, pembicaraan, dan tingkah lakunya mirip dengan Rasul selain fatimah.

Apabila dia yang mengunjungi Rasulullah atau Rasulullah yang datang menemuinya, Fatimah akan menciumnya dan menyambut beliau dengan hangat. Rasulullah juga begitu bila bertemu Fatimah.

Rasulullah pernah berkata bahwa Fatimah sangat dia cintai. Siapapun yang menganggunya, Rasul juga akan terganggu, bila fatimah disakiti, Rasul akan merasa sakit juga, dan apabila ada orang yang membuat Fatimah marah, maka Rasul juga akan marah.

Setelah Rasul menjalankan haji wada’ dan melihat Fatimah, beliau mengucapkan selamat datang kepada Fatimah. Kemudian Rasul menyuruhnya untuk duduk di samping kanannya untuk membisikkan sesuatu. Rasul membisikkan sesuatu kepadanya sehingga Fatimah menangis dengan kencang. Namun, ketika dia menangis Rasul kembali berbisik yang akhirnya membuat fatimah tersenyum.

Namun ketika Aisyah bertanya apa yang dibisikkan oleh Rasul kepadanya, Fatimah Azzahra tidak mau memberitahu karena tidak ingin membuka rahasia. Namun kemudian setelah Rasul wafat, Fatimah mau bercerita tentang apa yang Rasul bisikkan setelah Aisyah bertanya lagi kepadanya.

Saat Rasul membisikkan kata-kata yang membuatnya menangis, sebenarnya dia memberitahu bahwa Jibril telah membacakan Al-Quran dengan hafalannya kepada beliau setiap satu tahun sekali. Namun sekarang dia membacakannya 2 kali dalam setahun.

Kemudian Rasul berkata lagi ““Sungguh saya melihat ajalku telah dekat, maka bertakwalah dan bersabarlah, sebaik-baiknya Salaf (pendahulu) untukmu adalah Aku”. Itulah perkataan yang membuat Fatimah menangis.

Sementara itu, kata-kata yang dibisikkan Rasul ketika membuatnya tersenyum adalah “Wahai Fatimah apakah engkau tidak suka menjadi penghulu wanita-wanita penghuni surga dan engkau adalah orang pertama dari keluargaku yang akan menyusulku”.

Betul saja apa yang dikatakan oleh Rasul, enam bulan setelah wafatnya Rasul Fatimah jatuh sakit. Namun, itu malah membuatnya bahagia karena ayahnya memberitahukan sebuah rahasia yang membuatnya gembira. Tidak lama setelah sakit dia menyusul Rasul tinggal di surga sesuai dengan apa yang dibisikkan oleh Rasul.

Fatimah Azzahra hidup dalam keabadian di sisi Allah pada malam Selasa tanggal Ramadhan tahun 11 Hijriah pada saat dia berusia 27 tahun.

Cerita ini menunjukkan betapa istimewa, berharga, dan sangat dicintainya Fatimah Azzahra oleh Rasul. Sungguh beruntung dan berbahagia sekali Fatimah memiliki ayah seperti Muhammad dan dicintai dengan sangat oleh Muhammad. Bahkan ketika mendapatkan kabar yang sangat penting, dia hanya memberitahu Fatimah, bukan memberitahu istrinya.

Sungguh Fatimah adalah orang yang sangat sabar dan penyayang. Oleh karena itu, ayahnya sangat mencintainya dan pernah berkata Fatimah adalah bidadari yang menyerupai manusia, bukan manusia yang menyerupai bidadari.

Fatimah adalah wanita yang sangat luar biasa, mungkin tidak ada orang atau wanita di dunia ini yang sebaik, dan semulia dirinya. Bahkan Rasul saja sangat mencintainya dibandingkan dengan istri serta anaknya yang lain. Fatimah adalah sosok yang patut dijadikan teladan oleh semua wanita.

Meskipun tidak mungkin ada yang bisa seperti dia, namun tidak ada salahnya Anda mencontoh segala perbuatan baiknya. Bukankah sangat menyenangkan bila Anda dicintai oleh banyak orang seperti layaknya Fatimah. Di kehidupannya di dunia dan di kehidupannya di sisi Allah, Fatimah pasti selalu merasa berbahagia. Oleh karena dia bisa selalu dekat dengan ayahnya yang menjadi manusia paling istimewa di muka bumi ini.

Semoga cerita tentang Fatimah Azzahra di atas bisa bermanfaat bagi Anda. Selamat membaca.

Tolong di SHARE :
Share
 
Artikel Terkait

Hari Ibu, Doa Buat Ibu
Setiap 22 Desember di Indonesia diperingati sebagai hari ibu nasional. Ibu adalah sosok figur yang berperan besar dalam kehidupan setiap orang. Ibu selalu memberikan kasih sayang yang tak terbatas pada anaknya. Bahkan, kasih ibu ini bagaikan sinar matahari yang selalu menyinari bumi. Ketika dewasa, berbaktilah pada ibu dan janganlah berkata kasar pada beliau. Ingatlah, sebesar apapun pengorbanan yang kita lakukan untuk ibu tak akan mampu membalas jasa yang diberikan ibu untuk kita. Meski demikian, kita tetap harus terus mencurahkan kasih sayang kepada ibu kita. Ketika belau berulang tahun, berilah sebuah kejutan yang berupa kue ulang tahun atau setangkai bunga, hal itu akan membuat hati belau amat senang. Jika kita tak memiliki uang untuk memberikan kejutan ketika berulang tahun, bersimpuhlah kepadanya dan berilah ucapan dan doa yang tulus, hal itu sudah membuat hati ibu senang. Marilah kita selalu senantiasa mendoaakan ibu kita agar beliau selalu sehat dan panjang umur.

Kisah Fatimah Cermin Wanita Muslimah
Fatimah adalah putri bungsu Nabi Muhammad saw dari istri pertamanya yaitu Khodijah binti Khuwailid, dan memiliki nama lengkap Siti Fatimah Azzahra (bunga merekah semerbak). Menurut Nabi Muhammad saw tubuh Fatimah menebarkan aroma surga. Kisah Fatimah merupakan kisah sosok figur wanita yang tiada tandingannya.

Sekilas Kisah Fatimah Azzahra
Kisah Fatimah Azzahra adalah salah satu kisah yang patut diteladani. Dalam kisah fatimah Azzahra ini, orang bisa melihat dan merasakan bagaimana perjuangan seorang wanita agung tersebut dalam meraih ridho Allah Swt.

Kisah Fatimah Az-zahra: Cara Rasulullah Menyayangi Anaknya
Kisah Fatimah Az Zahra adalah kisah kasih sayang seorang ayah kepada anaknya. Kisah Fatimah Az Zahara ini memperlihatkan kepada kaum ayah bagaimana memperlakukan seoranga anak perempuan dengan baik.

Topik Terkait
Fatimah Azzahra
25 Nabi Dan Rasul
Abu Bakar Shidiq
Al-Irsyad
Al-Quran
Ali Bin Abi Thalib
Bacaan Shalat
Busana Muslim
Doa Qunuth
Ekonomi Syariah
Fikih
Hadits
Hukum Waris
Ibadah Haji
Ibadah Puasa
Ibadah Shalat
Ibadah Umroh
Idul Adha
Idul Fitri
Ijtihad
Ilmu Mantiq
Ilmuwan-Ilmuwan Islam
Imam Al-Ghazali
Infak
Isra Miraj
Jihad
Khalid Bin Walid
Khusnul Khatimah
Kifarat
Kumpulan Doa
Lailatul Qadar
Madzhab-Madzhab Dalam Islam
Mahabah
Muhamadiyyah
Mukjizat
Munakahat
Nadhathul Ulama
Negara Islam
Peradaban Islam
Perang Salib
Perawi Hadits
Persis
Poligami
Politik Islam
Puasa Ramadhan
Puasa Sunnah
Qiyamul Lail
Riba
Rukun Iman
Rukun Islam
Sejarah Islam
Shadaqoh
Shalat Fardhu
Shalat Jama
Shalat Jenazah
Shalat Jumat
Shalat Khauf
Shalat Masbuq
Shalat Qashar
Shalat Sunnah
Shalat Sunnat Rawatib
Shalawat Nabi
Siti Aisyah
Sufi
Sujud Syukur
Sujud Tilawah
Sultan Saladin
Sumber Hukum Islam
Sunni
Syiah
Tafsir
Takbiratul Ihram
Taubat
Tauhid
Ukhuwah Islamiyah
Ummar Bin Khatab
Utsman Bin Affan
Wakaf
Walisongo
Wudhu
Zakat
Zikir

Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA