Fatimah Azzahra
Rasulullah Saw. pernah berkata, "Fatima itu anak saya, siapa yang membuatnya sedih, berarti membuat aku juga menjadi sedih, dan siapa yang menyenangkannya, berarti menyenangkan aku juga."
Fatima Az-Zahra adalah putri bungsu Rasulullah dan Khadijah. Dia sangat cantik luar dalam. Fatimah adalah pribadi yang sangat lembut dan tenang.
Sayang, karena tubuhnya yang ringkih, dia tidak sebebas kawan-kawan sepermainannya. Namun inilah yang menjadi kelebihannya.
Karena sering bersama Rasulullah Saw, dia memiliki jiwa yang menyerupai ayahnya. Beberapa riwayat menyebutkan jika Fatima memiliki baik roman muka dan kebiasaan yang sangat mirip dengan Rasulullah Saw.
Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Mereka dikarunia dua orang anak, Hasan dan Husein. Fatimah meninggal pada usia 29 tahun, enam bulan setelah Rasulullah Saw wafat.
Mengenal Sosok Fatimah Azzahra
Bagi kebanyakan umat Islam pasti tahu siapa dan seprti apa kepribadian orang yang bernama Fatimah Azzahra. Ya, dia adalah putri dari Muhammad SAW yang merupakan hasil pernikahannya dengan Siti Khadijah.
Untuk Anda yang belum mengenal siapa Fatimah Azzahra, tenang saja. Di sini akan dibahas semua mengenai dia tentang kehidupannya dan kepribadian dia.
Fatimah binti Muhamaad lahir pada tahun 606. Dia dikenal dengan nama Fatimah Azzahra yang berarti Fatimah yang selalu berseri. Fatimah lahir 5 tahun sebelum ayahnya, Muhammad diangkat menjadi Rasul. Tepatnya pada peristiwa besar yang membuat Muhammad ditunjuk sebagai penengah ketika terjadi perselisihan antara suku Quraisy. Perselisihan yang terjadi pada saat itu adalah memperdebatkan siapa yang berhak untuk meletakkan Hajar Aswad saat Ka’bah diperbarui.
Untungnya, perselisihan yang hampir menjadikan peperangan diantara kabilah-kabilah di Mekkah itu bisa dipecahkan karena kecerdasan beliau. Kelahiran Fatimah amat sangat disambut gembira oleh Rasul sehingga memberikan nama Fatimah yang dijuluki sebagai Az-Zahra.
Fatimah tumbuh menjadi anak yang mirip dengan ayahnya. Ketika menginjak usia 5 tahun ayahnya mengalami sebuah peristiwa besar dengan turunnya wahyu dari Allah untuk dijalankan oleh Muhammad.
Seiring pertumbuhannya, Fatimah selalu menyaksikan peristiwa yang terjadi pada ayahnya. Termasuk ketika kaum kafir mengganggu ayahnya, dan peristiwa meninggal ibundanya, Khadijah. Tentu saja dengan kematian ibunya Fatimah sangat sedih.
Saat umat muslim semua hijrah ke Madinah, dia bersame dengan kakaknya, Ummu Kulsum tetap ada di Mekkah hingga ayahnya mengutus orang untuk menjemput mereka berdua.
Saat Muhammad menikah dengan istri keduanya. Aisyah bin Abu Bakar, banyak sahabat yang ingin meminang Fatimah. Dari semua sahabat, Abu Bakar dan Umar lebih dahulu mengutarakan keinginan mereka. Namun, Rasul menolak mereka berdua secara halus.
Setelah mereka, datanglah Ali bin Abi Thalib yang juga berniat meminang Fatimah. Kemudian Rasul bertanya kepadanya apa yang dia punya, kemudian dia menjawab tidak punya apa-apa. Lalu, Rasul bertanya mengenai baju perang hitam yang dia berikan kepada Ali. Ali menjawab baju perangnya masih ada padanya. Singkat cerita Rasul menyuruh Ali untuk memberikan baju perang itu kepada Fatimah sebagai mahar.
Dengan jawaban yang seperti itu, berarti Rasul menerima pinangan Ali untuk menikahi Fatimah. Lalu, Ali bergegas pulang ke rumah untuk membawa baju tersebut. Rasul pun menyuruhnya menjual pakaian dari besi itu ke Utsman bin Affan dengan harga 470 dirham. Setelah dijual, uang itu diberikan kepada Rasulullah dan Beliau memberikannya kepada Bilal untuk dibelikan perlengkapan pengantin.
Atas pernikahan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, seluruh kaum muslim merasa gembira. Tidak lama setelah mereka menjadi sepasang suami istri, tepatnya satu tahun, lahirlah putra pertama mereka. Putra pertama mereka diberi nama Al Hasan, kemudian setelah Hasan berusia 1 tahun lahirlah anak keduanya yang bernama Husein pada bulan Sya’ban di tahun 4 Hijriah.
1 tahun kemudian lagi, yaitu pada 5 Hijriah, lahirlah anak perempuan pernama yang bernama Zainab. Selang beberapa lama, anak keempat mereka lahir yang diberi nama Ummu Kultsum.
Kecintaan Rasul kepada Fatimah
Fatimah adalah putri yang sangat dicintai oleh Rasulullah, begitu juga dengan ibu tirinya Aisyah. Bahkan, saking sayangnya Muhammad kepada Aisyah, setelah bepergian Muhammad lebih dulu menemui Fatimah setelah itu baru istrinya. Namun Aisyah tidak pernah marah, dia malah memuji Fatimah. Aisyah berkata bagwa tidak pernah dia melihat orang yang perkataan, pembicaraan, dan tingkah lakunya mirip dengan Rasul selain fatimah.
Apabila dia yang mengunjungi Rasulullah atau Rasulullah yang datang menemuinya, Fatimah akan menciumnya dan menyambut beliau dengan hangat. Rasulullah juga begitu bila bertemu Fatimah.
Rasulullah pernah berkata bahwa Fatimah sangat dia cintai. Siapapun yang menganggunya, Rasul juga akan terganggu, bila fatimah disakiti, Rasul akan merasa sakit juga, dan apabila ada orang yang membuat Fatimah marah, maka Rasul juga akan marah.
Setelah Rasul menjalankan haji wada’ dan melihat Fatimah, beliau mengucapkan selamat datang kepada Fatimah. Kemudian Rasul menyuruhnya untuk duduk di samping kanannya untuk membisikkan sesuatu. Rasul membisikkan sesuatu kepadanya sehingga Fatimah menangis dengan kencang. Namun, ketika dia menangis Rasul kembali berbisik yang akhirnya membuat fatimah tersenyum.
Namun ketika Aisyah bertanya apa yang dibisikkan oleh Rasul kepadanya, Fatimah Azzahra tidak mau memberitahu karena tidak ingin membuka rahasia. Namun kemudian setelah Rasul wafat, Fatimah mau bercerita tentang apa yang Rasul bisikkan setelah Aisyah bertanya lagi kepadanya.
Saat Rasul membisikkan kata-kata yang membuatnya menangis, sebenarnya dia memberitahu bahwa Jibril telah membacakan Al-Quran dengan hafalannya kepada beliau setiap satu tahun sekali. Namun sekarang dia membacakannya 2 kali dalam setahun.
Kemudian Rasul berkata lagi ““Sungguh saya melihat ajalku telah dekat, maka bertakwalah dan bersabarlah, sebaik-baiknya Salaf (pendahulu) untukmu adalah Aku”. Itulah perkataan yang membuat Fatimah menangis.
Sementara itu, kata-kata yang dibisikkan Rasul ketika membuatnya tersenyum adalah “Wahai Fatimah apakah engkau tidak suka menjadi penghulu wanita-wanita penghuni surga dan engkau adalah orang pertama dari keluargaku yang akan menyusulku”.
Betul saja apa yang dikatakan oleh Rasul, enam bulan setelah wafatnya Rasul Fatimah jatuh sakit. Namun, itu malah membuatnya bahagia karena ayahnya memberitahukan sebuah rahasia yang membuatnya gembira. Tidak lama setelah sakit dia menyusul Rasul tinggal di surga sesuai dengan apa yang dibisikkan oleh Rasul.
Fatimah Azzahra hidup dalam keabadian di sisi Allah pada malam Selasa tanggal Ramadhan tahun 11 Hijriah pada saat dia berusia 27 tahun.
Cerita ini menunjukkan betapa istimewa, berharga, dan sangat dicintainya Fatimah Azzahra oleh Rasul. Sungguh beruntung dan berbahagia sekali Fatimah memiliki ayah seperti Muhammad dan dicintai dengan sangat oleh Muhammad. Bahkan ketika mendapatkan kabar yang sangat penting, dia hanya memberitahu Fatimah, bukan memberitahu istrinya.
Sungguh Fatimah adalah orang yang sangat sabar dan penyayang. Oleh karena itu, ayahnya sangat mencintainya dan pernah berkata Fatimah adalah bidadari yang menyerupai manusia, bukan manusia yang menyerupai bidadari.
Fatimah adalah wanita yang sangat luar biasa, mungkin tidak ada orang atau wanita di dunia ini yang sebaik, dan semulia dirinya. Bahkan Rasul saja sangat mencintainya dibandingkan dengan istri serta anaknya yang lain. Fatimah adalah sosok yang patut dijadikan teladan oleh semua wanita.
Meskipun tidak mungkin ada yang bisa seperti dia, namun tidak ada salahnya Anda mencontoh segala perbuatan baiknya. Bukankah sangat menyenangkan bila Anda dicintai oleh banyak orang seperti layaknya Fatimah. Di kehidupannya di dunia dan di kehidupannya di sisi Allah, Fatimah pasti selalu merasa berbahagia. Oleh karena dia bisa selalu dekat dengan ayahnya yang menjadi manusia paling istimewa di muka bumi ini.
Semoga cerita tentang Fatimah Azzahra di atas bisa bermanfaat bagi Anda. Selamat membaca.

