Fenomena Group Band di Indonesia
Saat ini, fenomena group band sedang melanda Indonesia. Seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. Energi bermusik di negeri ini tengah cerah dan terang benderang. Bahkan, begitu gandrungnya kita akan musik dalam negeri, band luar pun terpinggirkan. Musik kita jadi raja di negeri sendiri, digemari, digilai, dan disayangi. Walau kadang ada selentingan tidak menyenangkan yang mengatakan musik kita kampungan, tetapi banyak orang tidak peduli. Semua tetap mencintai, tetap menggilai.
Musik yang tumbuh subur sebenarnya tidak lepas dari kekuatan performa band yang lebih digandrungi daripada yang solo. Kalau mau dilihat secara jelas perbandingannya, terlihat pemusik yang terdiri dari segerombolan anak muda yang memegang alat musik empat kali lebih banyak dari yang hanya penyanyi solo.
Banyak alasan tentunya. Selain bagi sebagian kaum Hawa para pemegang alat musik itu terkesan keren, segerombolan pemuda dengan beragam talenta alat musik lebih variatif dan lebih diakui. Anggapan itu sendiri berubah menjadi semacam matra bagi band-band muda untuk tetap selalu terdepan dan mencuri hati para pendengar.
Fenomena Band
Semakin tingginya respons masyarakat terhadap musik dan anak-anak band melahirkan banyak sekali band baru dari beragam jenis anak muda. Dari mulai yang tidak sekolah, anak sekolahan, sampai kalangan mahasiswa. Semuanya rata-rata terdiri dari segerombolan laki-laki. Memang, ada yang menarik cewek dalam grup mereka, tetapi itu bisa dihitung dengan jari.
Semua berlomba agar segera bisa mendapat kesempatan rekaman. Karena, rekaman berarti ada jalan menuju kesuksesan. Tetapi, tidak sedikit juga yang akhirnya hanya bisa berjalan dari satu panggung kecil ke panggung kecil lainnya, tidak berkembang dan kemudian karena lelah menunggu untuk cepat terkenal, semua layu sebelum berkembang.
Anggotanya berguguran kelelahan, juga kehabisan uang. Tetapi, kalau sedang hoki, bisa saja grup band yang baru sebulan terbentuk mendadak mendapat tawaran untuk rekaman, lalu kemudian mendadak lagunya melejit dan ketenaran menghampiri. Sekejap mereka bisa segera menjadi orang terkenal. yah, mirip seperti artis sinetron dadakan.
Memang, yang paling baik adalah band yang berusaha dari bawah, sehingga ketika naik, mereka sudah tahu rasanya lelah mendaki menuju puncak, dan biasanya bisa lebih langgeng dan solid. Tetapi, ada juga anak-anak band yang menggambil jalur alternatif, menjadi Band Indie. Selain karena belum diakui label besar, mereka mengusung musik yang berbeda dan cuma gelentir peminat. Lantas, dengan keyakinan tinggi memilih jalur underground saja. Tidak perlu tenar, yang penting musik tetap berkibar.
Grup Band dan Para Groupies
Sebagaimana pemusik terkenal, mereka tentunya memiliki penggemar yang selalu mengikuti ke mana-mana. Kelompok ini dikenal sebagai Grouppies. Biasanya, Grouppies terdiri dari rombongan perempuan berbagai kelompok. Dari anak SMA sampai anak kuliahan dan orang-orang kerja.
Mereka berebut agar bisa bertemu dan mengagumi anak-anak band. Hati-hati, Grouppies ini sendiri biasanya setia sampai rela untuk bisa menghabiskan satu malam dengan salah satu anak band yang dikaguminya. Ketenaran dan keinginan untuk mendekati orang-orang tenar membuat mereka gelap mata. Bila Anda merupakan orang yang merasa seperti Grouppies, jagalah diri Anda. Sukai para grup band, tetapi tidak perlu memuja berlebihan, dengan begitu semua akan terasa wajar saja.






