logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Musik    Musik Pop

Fenomena Group Band di Indonesia


Ilustrasi fenomena group band

Musik merupakan bagian kehidupan yang tidak pernah bisa lepas dari semua orang. Bagaimana pun bebal dan kerasnya seseorang, musik selalu harus hidup berdampingan dengan manusia karena musik bukan sekadar bunyi-bunyian yang tidak beraturan, atau bukan sekadar bunyi beraturan yang disusun oleh seseorang saja.

Musik juga merupakan bagian dari ruh kehidupan manusia sehingga dengan musik, seseorang bisa dengan seketika berubah menjadi marah, sedih, senang, bahkan putus asa. Bergantung pada jenis musik dan momen yang pernah dialami oleh orang tersebut saat musik yang didengarnya itu menyala-nyala membunyikan segenap kenangan.

Perpaduan antara alunan musik dengan lagu menjadikan manusia merasakan harmonisasi antara suara keindahan dengan suara hati dan pikiran. Ada suasana tertentu yang dibangun oleh sebuah musik dan lagu sehingga meninggalkan jejak tertentu di hati dan pikiran orang yang mendengarnya.

Lantas berbagai jenis atau genre musik pun kemudian bermunculan seiring berkembangnya zaman dan ideologi masyarakat di dunia. Dari mulai musik jenis pop, rock, dangdut, punk, dan lainnya membuat khasanah musik di dunia semakin berkembang. Oleh sebab itu pulalah muncul berbagai fenomena di dalam dunia musik. Salah satu jenis fenomena yang akan dibahas dalam artikel ini adalah mengenai membludaknya group band di Indonesia.

Group Band Sebagai Representasi Generasi Muda

Sejak zaman dahulu, musik telah hadir untuk memenuhi kuota seni yang ada di dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Berbagai group band diusung atas dasar seni dan kreativitas para remaja sehingga banyak dari remaja yang mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan mereka lewat lagu dan musik yang dibawakan oleh group band.

Para remaja membuat group band bukan hanya untuk mendukung ide kreativitas mereka saja, tapi juga menambah jaringan sosial untuk lebih bisa mengenal remaja lain yang juga punya banyak ide, pikiran, dan perasaan yang siap untuk dibagikan kepada khalayak ramai.

Kenyataan idealis seperti inilah yang sepertinya sangat nampak dari group band yang dibentuk pada zaman dahulu, yakni ketika seni masih dianggap sebagai sesuatu yang marjinal dan tidak memiliki pengaruh apapun bagi pembangunan sebuah budaya atau bahkan negara. Namun, perjalanan seni memang tidak semulus yang diharapkan.

Jatuh bangunnya seni musik justru menjadikan musik sebagai salah satu jenis seni yang hampir tidak memiliki cela. Kalangan muda sampai tua, miskin sampai kaya, dan banyak lagi masyarakat yang memilih seni musik sebagai salah satu bagian dari hidup mereka. Bahkan ada pula yang menjadikan musik sebagai satu di antara beberapa cara untuk bisa bertahan hidup.

Semenjak itulah kemudian musik menjadi sebuah budaya yang digiring oleh massa ke massa. Menjadi sebuah idola, panutan, bahkan gaya hidup yang sulit untuk dikoherensikan dengan keyakinan primordial.

Akan tetapi, lambat laun, musik tidak selamanya berada di titik teratas tangga idealisme seni. Musik juga kemudian mewabah menjadi sesuatu yang lebih kental secara massiv dibandingkan secara idealis. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui dan memahami karakter musik yang mereka jadikan panutan. Orang-orang tersebut justru mendengarkan jenis musik tertentu karena membebek pada masyarakat yang lain. Musik seolah-olah menjadi sebuah tolak ukur gaya hidup masa kini yang jika tidak diikuti sama halnya dengan tidak berbudaya.

Fenomena Group Band, Fenomena Budaya Massa

Saat ini, fenomena group band sedang melanda Indonesia. Seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. Energi bermusik di negeri ini tengah cerah dan terang benderang. Bahkan, begitu gandrungnya kita akan musik dalam negeri, band luar pun terpinggirkan. Musik kita jadi raja di negeri sendiri, digemari, digilai, dan disayangi. Walau kadang ada selentingan tidak menyenangkan yang mengatakan musik kita kampungan, tetapi banyak orang tidak peduli. Semua tetap mencintai, tetap menggilai.

Musik yang tumbuh subur sebenarnya tidak lepas dari kekuatan performa band yang lebih digandrungi daripada yang solo. Kalau mau dilihat secara jelas perbandingannya, terlihat pemusik yang terdiri dari segerombolan anak muda yang memegang alat musik empat kali lebih banyak dari yang hanya penyanyi solo.

Banyak alasan tentunya. Selain bagi sebagian kaum Hawa para pemegang alat musik itu terkesan keren, segerombolan pemuda dengan beragam talenta alat musik lebih variatif dan lebih diakui. Anggapan itu sendiri berubah menjadi semacam matra bagi band-band muda untuk tetap selalu terdepan dan mencuri hati para pendengar.

Budaya dan anggapan seperti inilah yang telah melenceng dari idealisme awal mengapa group band muncul di dunia musik. Idealisme para pemain group band ini lantas menjadi samar dan hilang akibat munculnya asumsi bahwa seorang vokalis group band haruslah tampan, memiliki banyak wanita (minimalnya digemari banyak wanita), dan memiliki gaya yang patut ditiru oleh masyarakat pencintanya.

Selain itu, ada juga group band yang hanya bermodalkan wajah yang enak dilihat, lantas menjadi ikon musik di Indonesia dan menjadi sangat laku di kalangan masyarakat. Tidak ada lagi tujuan seni di dalam fenomena ini. Yang ada hanyalah bagaimana menjadi popular, bergaya hidup mewah, dan senantiasa dikerubuti banyak penggemar.

Fenomena Band

Semakin tingginya respons masyarakat terhadap musik dan anak-anak band melahirkan banyak sekali band baru dari beragam jenis anak muda. Dari mulai yang tidak sekolah, anak sekolahan, sampai kalangan mahasiswa. Semuanya rata-rata terdiri dari segerombolan laki-laki. Memang, ada yang menarik cewek dalam grup mereka, tetapi itu bisa dihitung dengan jari.

Semua berlomba agar segera bisa mendapat kesempatan rekaman. Karena, rekaman berarti ada jalan menuju kesuksesan. Tetapi, tidak sedikit juga yang akhirnya hanya bisa berjalan dari satu panggung kecil ke panggung kecil lainnya, tidak berkembang dan kemudian karena lelah menunggu untuk cepat terkenal, semua layu sebelum berkembang.

Anggotanya berguguran kelelahan, juga kehabisan uang. Tetapi, kalau sedang hoki, bisa saja grup band yang baru sebulan terbentuk mendadak mendapat tawaran untuk rekaman, lalu kemudian mendadak lagunya melejit dan ketenaran menghampiri. Sekejap mereka bisa segera menjadi orang terkenal. yah, mirip seperti artis sinetron dadakan.

Memang, yang paling baik adalah band yang berusaha dari bawah, sehingga ketika naik, mereka sudah tahu rasanya lelah mendaki menuju puncak, dan biasanya bisa lebih langgeng dan solid. Tetapi, ada juga anak-anak band yang menggambil jalur alternatif, menjadi Band Indie. Selain karena belum diakui label besar, mereka mengusung musik yang berbeda dan cuma gelentir peminat. Lantas, dengan keyakinan tinggi memilih jalur underground saja. Tidak perlu tenar, yang penting musik tetap berkibar.

Group Band dan Para Groupies

Sebagaimana pemusik terkenal, mereka tentunya memiliki penggemar yang selalu mengikuti ke mana-mana. Kelompok ini dikenal sebagai Grouppies. Biasanya, Grouppies terdiri dari rombongan perempuan berbagai kelompok. Dari anak SMA sampai anak kuliahan dan orang-orang kerja.

Mereka berebut agar bisa bertemu dan mengagumi anak-anak band. Hati-hati, Grouppies ini sendiri biasanya setia sampai rela untuk bisa menghabiskan satu malam dengan salah satu anak band yang dikaguminya. Ketenaran dan keinginan untuk mendekati orang-orang tenar membuat mereka gelap mata. Bila Anda merupakan orang yang merasa seperti Grouppies, jagalah diri Anda. Sukai para grup band, tetapi tidak perlu memuja berlebihan, dengan begitu semua akan terasa wajar saja.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Serbuan Lagu Cinta dalam Musik Pop
  • Lagu Terbaru Ungu – Karya Musik yang Selalu Dinanti - ANNEAHIRA.COM
  • Afgan Syah Reza Solois Muda Berbakat
  • Mengakrabi Lagu Baru Band Indonesia
  • Monotonnya Tema Lagu Pop Indonesia
  • Musik Online - Kumpulan Musik Up To Date
  • Dahsyat RCTI, Program Musik Unggulan RCTI
  • Import Music Anda Lewat Internet
  • Album kotak energi - Persembahan Untuk Kerabat Kotak
  • Profil Ungu - Mengenal Lebih Dekat Personil Ungu
  • Profil dan Lagu Opick
  • Fenomena Kehadiran Lagu Baru di Dunia Musik
  • Situs Penyedia Download Lagu Terbaru
  • Justin Timberlake, Pangeran Musik Pop
  • Lagu Ungu Terbaru yang Selalu Dinanti
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA