logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Komunikasi

Fenomena Komunikasi Keluarga Milenium


Ilustrasi fenomena komunikasi

Fenomena komunikasi keluarga milenium? Fenomena macam apa itu? Keluarga milenium? Keluarga kayak apa itu? Tidak samakah gaya komunikasi keluarga milenium dengan keluarga yang lainnya?

Komunikasi Modern

Komunikasi digambarkan dengan bahasa universal berarti adanya suatu individu atau kelompok yang mencoba memberikan informasi dengan menggunakan gagasan atau pendapat kepada seseorang atau sekelompok orang yang menerimanya. Individu atau sekelompok orang yang menerima komunikasi tersebut haruslah mengerti informasi, gagasan, atau pendapat yang diberikan oleh si pengirim komunikasi.

Perkembangan komunikasi memang semakin menggeliat. Jika di abad ke-17 atau 18, komunikasi dilakukan melalui kantor pos, di abad ke-20 komunikasi sudah dipengaruhi oleh teknologi. Teknologi komunikasi yang terus berkembang ini pada awalnya berupa telepon.

Kemudian mulai bergeser ke hal-hal seperti adanya radio, fax, dan tanpa melupakan jasa komunikasi yang bernama pos. Semakin bertambahnya umur, perkembangan teknologi komunikasi semakin canggih. Dari macam-macam komunikasi yang ada, kita mengenal komunikasi cyber.

Sebuah komunikasi yang ditunjang dengan kehadiran perangkat piranti lunak bernama internet dan didukung alat-alat yang memadai. Teknologi ini akhirnya bisa terlihat pada penggambaran, seperti internet, e-mail, dan lain-lainnya. Itulah teknologi komunikasi yang tergambar di dunia saat ini.

Dalam berkomunikasi manusia membutuhkan alat berupa bahasa. Dari zaman dahulu, manusia mempunyai bahasa, baik itu bahasa lisan atau bahasa tubuh, untuk berinteraksi dengan orang lain. Untuk itu, muncullah beragam macam bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi.

Berkomunikasi menggunakan bahasa yang baik seharusnya diajarkan mulai dari lingkungan keluarganya. Karena keluarga adalah lingkungan pertama yang manusia kenal. Jadi, hal yang diikuti pertama kali oleh manusia adalah hal petama kali dijumpai.

Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk dapat bekerjasama dengan orang lain, baik untuk kepentingan pribadi atau orang lain, untuk terciptanya kehidupan yang aman dan damai. Berikut ini beberapa pendapat para ahli mengenai manusia adalah makhluk sosial.

Dr. Johannes Garang menyebutkan bahwa yang disebut sebagai makhluk sosial adalah makhluk yang hidupnya berkelompok dan makhluk tersebut tidak dapat hidup secara individu atau sendiri.

Selain itu, Aristoteles menyebutkan bahwa makhluk sosial disebut juga sebagai zoon politicon. Maksudnya manusia itu dikodratkan untuk hidup secara bermasyarakat dan berinteraksi dengan orang lain.

Dari pendapat para ahli tersebut, dapat ditarik simpulan bahwa manusia sebagai makhluk sosial karena dalam kehidupannya manusia tidak dapat terlepas dari interaksi dengan orang lain dan manusia bukan makhluk yang individu atau menyendiri.

Interaksi sosial yang dilakukan oleh manusia banyak ragamnya. Tergantung kebutuhan manusia itu sendiri, apakah membutuhkan interaksi dengan invidu lagi atau dengan kelompok lain, salah satunya adalah dengan berkomunikasi menggunakan bahasa.

Manusia dalam bersosialisasi dengan orang lain selalu menggunakan media komunikasi. Media komunikasi tersebut semakin hari semakin berkembang. Teknologi semakin canggih, sehingga memudahkan manusia untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Baru-baru ini Hollywood menciptakan visualisasi baru tubuh artificial yang dikendalikan melalui jaringan satelit menggantikan tubuh yang berbalut daging. Surrogates merupakan bentuk fisik dari kehadiran virtal sybernetik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan motto tidak ada yang terluka, hanya perbaiki saja kabel dalam tubuh Anda.

Gambaran paling ekstrem dari penguasaan tubuh sybernetic mendapatkan puncaknya melalui surrogates. Masyarakat kabel bukan lagi konsep subkultur, melainkan konsep cara berkomunikasi masyarakat masa depan.

Namun, karena masih berada dalam tahap cybernetic yang membutuhkan kendali keyboard, dibanding virtual sybernetic kelak dengan kendali pikiran. Saat ini open source masihlah terbatasi pada formula percakapan, milis, posting, chatting, untuk memperlihatkan bagaimana tubuh internet mampu bergaul sebagaimana kekuasaan alam real. 

Ditambah lagi, dalam skala metrik (motoris dan sensoris), tubuh kabel bisa memperlihatkan emosi. Melalui simbol tabelis dan menggunakan sepenuhnya ASCII  (karakter yang digunakan dalam komputer) dalam abjad yang memperlihatkan pembayangan realnya. Seperti (TT) untuk memperlihatkan emosi menangis, (XD) untuk tertawa terpingkal-pingkal (:D) tertawa (J) tersenyum, (^^) untuk berbahagia, (:P) untuk kesal dsb, disebut juga emoticons. 

Dalam skala yang sama tubuh kabel bisa memperlihatkan indera keenam (istingtif) dengan bantuan fasilitas yang dinamakan plug in/out, download/upload, dan bisa mengubah pikiran siapapun dengan media JPEG, MP3, FLV, dan penggambaran audio visual yang provokatif lainnya.

Mengutip istilah dari Jeremy Black dalam bukunya Media Convergence or Divergence, Britain and the Continent (27:1994), masyarakat dengan budaya yang berbeda-beda, dan media dianalogikan menghadapi sebuah jalur transportasi komunikasi informasi, di mana internet memfasilitasi mobilitas masyarakat yang makin tinggi, pada sebuah ‘jalan tol bebas hambatan informasi’.

Ditambahkan olehnya, penemuan teknologi komunikasi mutakhir adalah cara untuk memberikan sebuah ‘jalan raya komunikasi elektronika’ bagi sebuah ‘bangsa yang dikabelkan’, sangat mengerikan, bukan.

Intinya jika kamu ingin berbicara dan punya banyak bicara, salurkan hal itu lewat admin net. Situs jejaring sosial. Atau dengan cara blogging. Karena bagi para surrogater, seseorang dengan darah daging utuh di jalanan tidaklah menarik. Berbicara pun nyanggung karena harus tatap mata, harus sambil ngopi, traktiran, dan lainnya yang kurang keren.

Situasi sosial komunikasi langsung, face to face masih diberlakukan secara ritus. Namun, tentu saja karena namanya sudah ritus. Wajah para komunikator dan komunikatinya menjadi simbolik. Lebih palsu di banding status admin mereka di Internet.

Bahkan pernah dikabarkan sebagian perusahaan besar menjadikan status facebook, sebagai bentuk penilaian kerja yang lebih terpercaya http://us.detikinet.com/2010/09/29/.

Fenomena Komunikasi Keluarga Milenium

Keluarga milenium adalah keluarga di mana semua anggota keluarganya tidak tinggal dalam kota yang sama. Misalnya, ayahnya di Jakarta, Ibunya bekerja di Paris, anak-anaknya belajar di Yogyakarta dan Amerika.

Tentunya hubungan mereka sangat bergantung pada kecanggihan teknologi. Mereka membutuhkan alat komunikasi yang sangat canggih dan dana yang tidak sedikit untuk dapat berkomunikasi.

Fenonema ini semakin banyak dan semakin sering kita saksikan di sekitar kita. Ini terjadi karena desakan ekonomi dan gaya hidup. Efektifkah gaya komunikasi seperti itu?

Bisa ya, bisa tidak. Hal ini sangat membutuhkan ikatan batin yang sangat kuat di antara mereka. Namun demikian, apa yang harus disiapkan oleh orang tua sebelum memutuskan untuk menjalani kehidupan sebagai keluarga milenium? Bagaimanakah mengatur komunikasi di antara mereka? Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menjadi keluarga milenium.

  • Orang tua harus mempersiapkan mental anak-anaknya sejak dini. Latih anak-anak untuk terbiasa hidup mandiri dan berani dalam menghadapi kehidupan yang semakin berat.
  • Latihlah anak-anak bagaimana cara mengatur waktu dan keuangan dengan baik. Dibutuhkan latihan khusus untuk hal ini. Bila perlu ikutkan anak ke dalam program yang akan membuat mereka bisa menghargai waktu dan uang dengan baik. Bila anak sudah cukup disiplin dalam hal waktu dan uang, bisa dikatakan bahwa beban kehidupan keluarga milenium akan sedikit ringan.
  • Komitmen yang sangat kuat antara ibu dan ayah untuk mematuhi kesepakatan yang sudah dibuat harus selalu dijaga. Hal ini agar pola asuh dan cara komunikasi dengan anak-anak terjalin serasi dan tidak membingungkan anak-anak. Bisa dibayangkan bila kedua orang tua tidak mempunyai koordinasi yang baik, maka biaya komunikasi akan membengkak hanya karena kesalahpahaman yang terjadi.
  • Tentukan jadwal tetap untuk saling kontak. Ini bisa mengurangi biaya komunikasi karena masing-masing anggota keluarga sudah siap untuk saling sapa. Dengan adanya jadwal ini juga akan membuat masing-masing individu merasa ada kewajiban yang harus dilakukan. Tentunya mereka masih bisa berkomunikasi di luar jadwal. Tapi, dengan adanya jadwal, anak-anak tetap merasakan kehadiran orang tua dalam kehidupannya sehari-hari.
  • Sebisa mungkin hindari emosi yang berlebihan. Emosi negatif akan sangat mudah menular. Orang tua harus lebih arif dan bijaksana agar keadaan mental anak-anaknya terjaga. Kehidupan yang berat karena perpisahan akan membuat mereka mudah terserang stres, jadi sebaiknya tidak marah-marah di telepon. Kalaupun harus marah, usahakan tidak terlalu lama dan berlarut-larut. Bila ini terjadi, maka hubungan komunikasi bisa terganggu bahkan terputus dalam jangka waktu yang cukup lama.

Bagaimana dengan Anda, apakah termasuk ke dalam keluarga milenium yang mengikuti perkembangan komunikasi saat ini, yaitu fenomena komunikasi modern. Semoga uraian tersebut bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Gaya Penulisan Jurnalisme Sastra
  • Sosiologi Komunikasi - Ranah Komunikasi dalam Sosiologi
  • Lowongan Kerja Jurnalistik: Tidak Semata Pandai Menulis - ANNEAHIRA.CO
  • Usulan Proposal Jurnalistik Syarat Tugas Akhir
  • Teori Public Relations
  • Pengertian Jurnalisme dan Elemen Pentingnya
  • Komunikasi Massa - Konsep, Definisi dan Fungsi
  • Public Relations – Modal Peningkatan Performa Usaha - ANNEAHIRA.COM
  • Kaitan Definisi Komunikasi dan Komunikasi Massa
  • Telepon dan Kemudahan Komunikasi
  • Berbahayakah Jurnalistik Investigasi?
  • Pengertian Teori Komunikasi yang Perlu Diketahui
  • Sejarah Jurnalistik dari Masa ke Masa
  • Ragam Bahasa Jurnalistik - Dari yang Tengil Sampai Emoticons
  • Kebebasan Mengemukakan Pendapat dan Tata Caranya
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA