logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Hiburan    Film    Horor    Film Air Terjun Pengantin

Film Air Terjun Pengantin – Film Berdarah Ala Psikopat Negeri Barat

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Pernah meyaksikan film Air Terjun Pengantin? Atau setidaknya melihat iklan atau poster tentang film Air Terjun Pengantin ini di bioskop? Pernah? Apa yang terlintas di benak Anda ketika pertama kali mendengar judul film tersebut? Membayangkan adegan-adegan panas dari para pemainnya? 

Menonton memang menjadi hiburan alternatif yang paling murah untuk saat ini. Pilihan jenis tontonan pun sudah sangat menjamur. Mulai dari tayangan sinetron hingga film-film layar lebar. Salah satu judul film layar lebar yang bisa dijadikan sarana hiburan adalah film Air Terjun Pengantin.

Film Air Terjun Pengantin – Film Berdarah Ala Psikopat Negeri Barat

Kesan dan bayangan Anda seketika pasti akan menguap ketika melihat poster dari film Air Terjun Pengantin. Terlebih ketika Anda mulai menyaksikan adegan demi adegan yang ada di film Air Terjun Pengantin ini. Sebenarnya, bayangan Anda tidak sepenuhnya salah. Dalam film Air Terjun Pengantin ini, adegan panas yang menggairahkan juga akan Anda lihat. Plus adegan berdarah-darah ala psikopat negeri barat.

Bagaimanapun kesan dan tanggapan dari berbagai lapisan masyarakat Indonesia, film Air Terjun Pengantin ini tetap layak diapresiasi sebagai salah satu film karya anak bangsa. Adegan yang panas memang bukan menjadi identitas adat ketimuran, wajar jika film ini kemudian dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai film sampah. 

Anggapan seperti itu rasanya bukan hanya dialamatkan pada film Air Terjun Pengantin. Film-film bernada sama, yang menawarkan adegan panas dengan jalan cerita gak jelas, juga mengalami nasib yang sama. Tapi merasakah Anda bahwa film Air Terjun Pengantin ini memiliki nilai yang berbeda? Setidaknya film ini tidak mempertontonkan penampakan-penampakan makhluk halus dengan make up yang seadaanya dan cenderung enggak banget. Boleh dikatakan bahwa film Air Terjun Pengantin memiliki ketegangan yang berada satu tingkat di atas film-film jenis itu. Tidak percaya?

Meskipun sutradara juga mengarahkan pemainnya untuk beradegan sensual, film Air Terjun Pengantin tetap menawarkan ketegangan yang berbeda. Deg-degan yang Anda rasakan bukan karena penampakan dari makhluk halus jadi-jadian yang tiba-tiba muncul, tapi karena alur serta pengemasan yang menarik. Seperti, pencahayaan, penataan suara hingga akting dari para pemainnya yang pas dan tidak dipaksakan.

Elemen-elemen penting yang wajib ada pada setiap film rasanya cukup dipenuhi dengan baik oleh film Air Terjun Pengantin ini. Pemilihan pemain juga tidak sembarangan. Sang sutradara sepertinya tidak ingin membuat film yang abal-abal dengan hanya mengandalkan adegan-adegan syur khas film dewasa tanpa memerhatikan jalan cerita.

Genre film di Indonesia ini belakangan seolah serempak. Serupa tapi tak sama. Jenisnya sama tetapi diklaim berbeda karena judul yang berbeda, pemain yang berbeda, juga jalan cerita yang berbeda. Coba kita ingat-ingat lagi, bagaimana pola film horor di Indonesia? Hampir sama, bukan? Dendam dan balas dendam. Pun demikian dengan film Air Terjun Pengantin. Bedanya, film Air Terjun Pengantin ini memiliki sensasi yang berbeda jika dibandingkan dengan film-film bertokoh hantu itu.

Jika digolongkan ke dalam sebuah genre film, khusus untuk Anda yang pernah menyaksikan film ini, kira-kira film Air Terjun Pengantin ini termasuk dalam kategori apa? Horor kah? Thriller kah? Kategori kedua tampaknya jauh lebih pas disandangkan pada film ini, bukan? Sebuah film dengan darah di mana-mana rasanya terlalu sederhana jika dikategorikan sebagai film horor. 

Ya, film Air Terjun Pengantin ini merupakan sebuah film yang penuh darah, layaknya film barat yang menghadirkan psikopat. Film seperti ini, sepertinya tergolong baru di Indonesia, tapi tidak untuk perfilman Hollywood. Pernah menyaksikan film House of Wax atau I Know What You Did Last Summer? Ya, film Air Terjun Pengantin sejenis dengan film-film tersebut.

Untuk ukuran film Indonesia, jalan cerita dari film Air Terjun Pengantin memang tergolong baru, jadi wajar jika sensasinya pun berbeda dengan ketika kita menyaksikan film jenis sama produksi luar negeri. Menyaksikan darah mengucur dari luka-luka yang ada di tubuh pemain lokal lengkap dengan ekspresi ketakutan yang luar biasa adalah sensasi berbeda yang dimaksud.

Selain film Air Terjun Pengantin, Indonesia juga memiliki film berdarah-darah lainnya. Ingat film Rumah Darah? Ya, kedua film Indonesia ini memiliki aroma darah dan sensasi menegangkan yang tidak kalah saing dengan film thriller khas barat. Hanya sekadar saran, Anda yang trauma melihat darah, sebaiknya ganti pilihan tontonan!

Sinopsis Film Air Terjun Pengantin

Meskipun memiliki kesamaan tema dengan film-film thriller luar negeri, jalan cerita yang dimiliki oleh film Air Terjun Pengantin tetap sangat Indonesia. Film berdarah-darah ini bercerita tentang seorang dukun. Dukun tersebut adalah dukun yang khusus memperdalam ilmu hitam.

Dalam menjalankan praktiknya sebagai seorang dukun, ia selalu mengenakan topeng. Akar permasalahan yang ada pada film Air Terjun Pengantin ini adalah saat sang dukun ilmu hitam itu diceritakan menculik gadis setempat. Gadis itu diculik untuk dijadikan pengantinnya.

Mengetahui hal tersebut, warga sontak memburunya. Hingga kemudian, diceritakan dalam film Air Terjun Pengantin bahwa sang dukun dan gadis tersebut berada di atas air terjun. Merasa terancam dan terpojok, dukun tersebut kemudian melemparkan gadis culikannya ke dalam air terjun. Sang dukun pun menyusul kemudian.

Namun, sang gadis culikkan ternyata tidak selamat. Gadis itu meninggal sebelum dinikahinya. Hal itulah yang kemudian menyulut dendam pada diri dukun ilmu hitam tersebut. Dengan penuh dendam, dukun tersebut menghabisi semua masyarakat kampung. Dendam inilah yang kemudian menjadi latar belakang cerita dari film Air Terjun Pengantin.

Cerita dalam film Air Terjun Pengantin ini berlanjut dengan datangnya sekelompok muda dan mudi ke tempat dukun itu berada. Dendam rupanya benar-benar buta. Meskipun sudah berlangsung lama dan sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan muda-mudi tersebut, dukun pembunuh itu ternyata menjadi ancaman yang tidak disadari oleh mereka.

Tiara beserta kekasih dan sepupunya mengajak lima orang lainnya untuk berlibur ke Air Terjun Pengantin. Konon, Air Terjun Pengantin tersebut bisa mengabulkan semua permintaan. Hal itu pun diyakini oleh Tiara dan kawan-kawan.

Diceritakan dalam film Air Terjun Pengantin, selama perjalanan menuju air terjun tersebut, Lilo, kekasih Tiara, menceritakan asal muasal Air Terjun Pengantin ini. Bencana dalam film Air Terjun Pengantin ini terjadi ketika salah satu tokoh bernama Dinar memilih untuk kembali lebih dulu ke kapal karena kelelahan. Tanpa disadari, maut ternyata sudah menantinya di sana.

Kebengisan Jelangkung Mancung (sang dukun) ternyata sudah lebih dulu dirasakan nakhoda, tanpa diketahui Dinar, nakhoda ternyata sudah menjadi korban pembunuhan sang dukun. Dinar pun menjadi sanderaan dukun sebelum akhirnya mati dengan golok menancap di kepala. Film Air Terjun Pengantin mulai menebarkan sensasi ketegangannya.

Teror dalam film Air Terjun Pengantin pun berlanjut. Kali ini teror tersebut mengancam lima orang lainnya. Adalah Stacy, Bram, Mandy, Amy, dan Icang. Setelah puas bermain dengan Air Terjun Pengantin, mereka berlima kemudian jalan-jalan di sekitar hutan dan menemukan sebuah pabrik pengolahan ikan yang sudah tidak beroperasi. Di pabrik itulah Stacy dan Bram menjadi korban kebengisan Jelangkung Mancung.

Icang yang menyaksikan dua temannya dibunuh lalu segera mengabarkan hal ini pada Lilo. Tiara yang tidak mengetahui hal tersebut pun menjadi sasaran selanjutnya dari dukun gila. Beruntung, Tiara berhasil melarikan diri ke hutan. Dan di hutan itulah Tiara menyaksikan mayat Stacy sudah terbujur kaku. Setting waktu pada malam hari dan tempat yang berada di hutan semakin menambah sensasi menegangkan dari film Air Terjun Pengantin ini.

Petualangan Tiara dan kawan-kawan belum berakhir. Dukun itu terus mengejar dan akan menghabisi mereka. Dalam perjalanannya, Lilo dan Icang juga ikut menjadi korban. Icang yang diceritakan dalam film Air Terjun Pengantin berkarakter lucu dan asal-asalan ternyata memiliki keberanian, dan sebelum akhirnya meninggal, ia sempat melawan dukun sihir tersebut.

Hal itu kemudian digunakan oleh Mandy dan Amy untuk melarikan diri. Dalam perlawanan tersebut, sayang, Amy dan Icang tidak selamat. Sementara itu, Tiara yang pingsan kemudian tersadar dan sudah berada di tengah-tengah air terjun dengan posisi kedua tangan diikat di sebatang pohon mati.

Dalam film Air Terjun Pengantin tersebut, sang dukun ternyata mengira bahwa Tiara adalah pengantinnya. Maka dari itu, Tiara sengaja dibiarkan hidup. Berbagai ritual justru diberikan dukun itu kepada Tiara. Di akhir cerita film Air Terjun Pengantin, hanya Tiara dan Mandy yang bertahan hidup.

Saat melakukan ritual kepada Tiara, Mandy menusuk dukun gila itu, nahas karena ternyata dukun tersebut memiliki ilmu kebal. Taira tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia lalu mengambil gunting dan menancapkan gunting tersebut tepat di kepala sang dukun. Dukun gila itupun mati, Tiara dan Mandy akhirnya dijemput oleh para penjaga pantai.

Di Balik Layar Film Air Terjun Pengantin 

Film Air Terjun Pengantin ini merupakan film arahan Rizal Mantovani. Dengan penulis cerita adalah Alim Sudio. Produser film ini adalah Ody Mulya Hidayat. Penata musik dari film menegangkan ini adalah Andi Rianto. Nama-nama handal berada di balik pembuatan film thriller menegangkan ini. Ditambah lagi dengan kehadiran para pemain yang juga kawakan.

Film Air Terjun Pengantin dirilis pada akhir 2009 lalu, tepatnya 3 Desember 2009. Film ini dibintangi oleh Tamara Bleszynski sebagai Tiara, Kieran Shidu sebagai Lilo, Navy Rizky Tavania sebagai Mandy, Tyas Mirasih memerankan Amy, Marcel Chandrawinata berperan sebagai Icang, Jenny Cortez sebagai Stacy, Andrew Ralph Roxburgh sebagai Bram, Nanie Darham sebagai Dinar, dan Madjid Piranha sebagai dukun atau Jelangkung Mancung.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Film Horor, Kengerian yang Membuat Ketagihan
  • Perkembangan Film Horor Movie Masa Kini
  • Sinopsis dan Resensi Film Hantu Puncak Datang Bulan
  • Penampakan di Lawang Sewu
  • Brutal dan Sadisnya Film Pocong
  • Unik dan Seramnya Film Horor Thailand
  • Bangku Kosong Di Sekolah
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA