Berita Asyik Film Bebas
Ilustrasi film bebas
Pada dewasa ini, industri film dapat dikatakan tengah mengalami peningkatan kuantitas di pasaran. Terbukti dengan semakin banyaknya peredaran film-film horror atau film seram. Namun, bagaimana dengan kualitas? Setidaknya beberapa film yang beredar di Indonesia, yang merupakan garapan anak bangsa memiliki kualitas tinggi. Dan apabila merasa bosan dengan film horror dengan hantunya yang itu-itu saja, mungkin Anda dapat mencoba menonton alternative pilihan film lain, yaitu film bebas.
Pengertian
Film bebas atau yang kerap kali dikenal dengan sebuat film indipenden alias indie, merupakan film yang diproduksi secara bebas atau indie. Film indie ini dengan penanaman saham untuk sebuah produksi film secara swadaya. Benar sekali, bukan seperti film-film yang banyak beredar di bioskop-bioskop yang ditangani oleh label major, dana tersedia, dan beredar luas secara nasional. Dapat dikatakan bahwa film indie hanya beredar di kalangan pencinta film atau daerah tertentu, sebab minimnya dana yang tersedia.
Tapi jangan dikira kualitasnya tidak bagus. Ada film yang bagus yang menyoroti tema social. Namun banyak juga film indie yang bertemakan sesuatu yang seharusnya tidak disebarluaskan melalui film. Tema tentang lesbian dan homo seksual. Dalam film indie terkadang gambar yang dipertontonkan malah lebih vulgar dibandingakn dengan film yang diproduksi oleh perusahaan film besar. Pembuat film indie tentu saja melakukan penyensoran sendiri. Sensor yang mereka lakukan sangat bergantung pada karakter pembuat film.
Kalau pembuat film tidak mempunyai karakter dan komitmen yang bagus tentang satu kehidupan yang baik, maka mungkin tidak ada sensor. Trik kamera mungkin tidak ada sehingga gambar yang ditayangkan adalah gambar apa adanya. Para pekerja seni yang berargumentasi bahwa seni untuk seni akan berdalih bahwa kevulgaran yang ditonjolkan merupakan keindahan dari seni itu sendiri. Tentu saja hal ini akan menjadi satu perusak moral kalau yang menonton hasil film ini malah tidak bisa memahami yang mana karakter yang ada di film dan yang mana yang di dunia nyata.
Para pembuat film indie terkadang tidak menyadari hal itu. Mereka hanya berusaha menyalurkan apa yang ingin mereka salurkan. Mereka tidak menyadari bahwa hasil karya mereka itu bisa membuat orang lain terjerumus kepada persoalan yang sama dengan yang ada didalam alur kisah film. Sebelum berniat membuat film, para pembuat film indie seharusnya belajar tentang bagaimana memanfaatkan film sebagai sarana berbagi ilmu dan mampu menyentuh banyak jiwa.
Kalau hanya sekedar hobi dan tidak membawa misi apa-apa, untuk apa. Suatu pekerjaan sia-sia yang menghabiskan waktu, energy, dan dana. Tidak ada salahnya membuat film indie asalkan kualitas alur cerita bukan sesuatu yang mengandung unsur SARA dan tidak akan menjadi satu percikan kemarahan atau sesuatu yang bisa merusak moral dan hati anak bangsa.
Banyak pemain film dunia yang juga membuat film indie. Angelina Jolie pun membuat film indie. Namun, film indie buatan orang-orang dengan karakter yang tidak baik karena menganut hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, rasanya kurang patut ditonton oleh orang-orang yang belum mempunyai karakter yang kuat. Karakter yang kuat ini akan membuat penonton film indie yang tidak menampilkan kisah yang baik ini, dalam memfilter semua pesan yang tidak baik.
Batasan penonton juga harus berlaku di film indie. Walaupun demikian, jangan salah dulu dengan mengatakan bahwa film indie selalu diragukan kualitasnya. Dibandingkan dengan film-film horror atau sejenisnya yang beredar secara luas, kualitas film indie terkadang jauh lebih mentereng. Para pembuatnya berusaha menampilkan fenomena kehidupan yang sesungguhnya sehingga bisa menjadi pelajaran yang bagus bagi para penontonnya.
Film indie ini biasanya diproduksi dengan sangat sederhana hanya menggunakan kamera biasa dan pencahayaan yang bertumpu pada matahari dan penerangan lampu biasa. Pemain film juga tidak dibayar karena menganggap film indie ini adalah film patungan bersama. Ketika mempromosikannya juga dilakukan dengan bersama-sama dan melalui jejaring sosial dan mengunggahnya ke Youtube. Lalu diadakan diskusi terbatas mengenai isi dan proses pembuatannya.
Lewat film indie ini seseorang yang bercita-cita menjadi seorang sutradara atau pemain film bisa berlatih. Mereka berharap bahwa film indie yang dibuatnya malah akan meledak dan disenangi banyak orang. Dengan demikian, pesan yang disampaikan akan kena sasaran. Topik pembahasan yang sangat khas dengan apa yang ada di lapangan, membuat ada beberapa orang yang mendedikasikan waktunya menjadi penikmat film indie.
Mereka ini biasanya para mahasiswa atai pelajar SMA yang senang menonton film. Tidak jarang dari mulai menonton film indie, mereka membuat film indie. Di beberapa kota seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung, terdapat beberapa komunitas film indie, Mereka bahkan mempunyai gedung sendiri yang dipakai untuk menonton film indie tertentu. Mereka patungan membayar biaya operasionalnya. Makanan yang tersedia selama masa menonton film juga merupakan makanan yang dibeli dengan mengumpulkan uang bersama.
Banyak juga pembuat film seperti Dedi Mizwar yang menaruh perhatian dengan film indie. Anjasmara dan Luna Maya juga tertarik dengan pembuatan film indie. Sekali lagi, ada film indie yang baik dengan pesan yang baik. Ada juga film indie yang tidak baik mulai dari gambar, proses pembuatan hingga isi ceritanya. Memilih yang baik untuk vitamin otak itu memang tidak mudah. Harus ada satu komitmen yang sangat kuat agar semua yang baik itu bisa dilakukan dengan baik juga.
Kualitas Film Indie
Seperti yang telah disebutkan di atas, kualitas film indie jangan Anda pandang remeh. Banyak film indie yang telah menorehkan nama tidak hanya di skala nasional, tetapi juga di kancah internasional. Film indie juga ada yang menyabet penghargaan internasional. Bahkan menjadi film yang sangat digemari oleh masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri.
Kadangkala, muncul wacana mengapa film indie lebih berkualitas daripada film major pada umumnya. Menurut beberapa pecinta film sendiri, hal ini sedikit banyak dipengaruhi oleh faktor pendanaan yang sifatnya swadaya. Jadi, karena keswadayaannya tersebut, para kru yang ikut di dalam proses produksinya bersikap pantang menyerah dan lebih sungguh-sungguh. Mereka tidak mau menampilkan sesuatu yang setengah-setengah.
Murah meriah tidak berarti murahan. Konsep ini sangat dipegang teguh agar mereka masih bisa membuat film indie lagi di kemudian hari. Kalau satu kali membuat film indie lalu tidak disenangi orang, maka nama baik dan reputasi yang telah dicoba dibangun bisa hancur dan orang tidak akan percaya bahwa yang bersangkutan bisa membuat film yang layak ditonton. Mendapatkan kepercayaan itu bukan mudah. Apalagi tidak ada iklan atau promosi besar-besaran untuk film indie ini.
Di samping itu, film indie juga menggunakan ide cerita yang tidak umum. Ya, ide ataupun tema cerita yang digunakan dalam film indie, tidak disesuaikan dengan keinginan pasar. Dalam artian, film indie lebih mengutamakan ide cerita yang segar dan baru dibanding hanya sekedar selera penonton.
Produksi Film Indie
Untuk proses film indie sendiri, pembuat film tidak diharuskan agar memenuhi persyaratan mutlak seperti film kebanyakan. Untuk sebuah film, biasanya pembuat film indie tidak perlu menyewa aktor atau aktris ternama atau yang terkenal. Cukup menyewa pemain yang profesional dari segi bekerja, walaupun jam terbangnya masih minim. Bukankah yang terpenting adalah komitmen seorang pemain dibandingkan dengan kualitas?
Dan apabila ingin memproduksi film indie namun tidak punya keahlian yang benar-benar mumpuni dalam bidang perfilman, jangan khawatir sebab Anda dapat sekalian belajar sambil memproduksi.
Tips Produksi Film Indie
Beberapa tips yang mungkin perlu diingat jika ingin terjun dalam bidang film indie, yaitu:
1. Rajin mengikuti workshop atau seminar tentang film;
2. Mengikuti komunitas pecinta film dan sebagainya;
3. Serius dan berkomitmen penuh;
4. Belajar dari film-film berkualitas yang banyak beredar di industri perfilman, baik tanah air, Hollywood maupun Bollywood; dan
5. Yakinlah sepenuh hati dengan apa yang Anda kerjakan.
Jadi, dengan artikel di atas semoga saja dapat membantu siapapun mempelajari atau mengenal lebih jauh tentang dunia film bebas alias film indie. Hem, mengapa Anda tidak mencoba menonton film indie?

