5 Fakta Film Bioskop Hari Ini
Film-film bioskop hari ini dapat dikatakan berbeda dari film bioskop 10 tahun yang lalu. Hampir setiap minggu penonton dimanjakan dengan film-film menarik dari luar maupun dalam negeri. Promosi film pun dilakukan besar-besaran. Berbagai media digunakan oleh pembuat film untuk menarik penonton datang ke bioskop. Bahkan, lagu dan foto-foto pendukung film dapat kita unduh secara gratis di situs khusus film yang akan tayang.
Fakta Menarik Film Bioskop Hari Ini
Di balik hiruk pikuk promosi film, ada beberapa fakta film bioskop hari ini yang perlu kita cermati.
1. Kuantitas Film Indonesia
Secara kuantitas, film-film Indonesia dapat dikatakan cukup merajai film bioskop hari ini. Tidak jarang kita temukan di sebuah bioskop, film yang diputar adalah film produksi Indonesia. Secara kuantitas, fenomena ini menggembirakan, namun dari segi kualitas kita masih harus menunggu perbaikan di sana-sini. Dalam setahun, film Indonesia yang menjaring lebih dari 1 juta penonton dapat dihitung dengan jari.
2. Tren Misteri Beraroma Cabul
Film-film hantu dan misteri punya bumbu baru: adegan buka-bukaan dan pemain seksi. Bahkan, beberapa rumah produksi tidak segan menggunakan bintang film porno asing untuk menjaring penonton. Salah satu contohnya adalah film Suster Keramas yang dibintangi oleh Rin Sakuragi, seorang bintang film porno asal Jepang. Parahnya lagi, target utama penonton film misteri beraroma cabul adalah remaja dan kaum muda.
3. Ada Harga Ada Rupa
Film bioskop hari ini penyebarannya masih dikuasai oleh jejaring Cineplex 21. Raja distribusi film Indonesia ini mengemas tampilan dan fasilitas bioskop untuk berbagai target penonton, mulai dari bioskop untuk kelas masyarakat menengah ke bawah, sampai kalangan jetset. Harga tiket bervariasi mulai dari belasan ribu sampai ratusan ribu rupiah. Anda dapat memilih bisokop berdasarkan keadaan keuangan Anda.
4. Film Religi dalam Hitungan Jari
Setiap tahun, hanya sedikit film-film Islami diproduksi. Meledaknya Ayat ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih belum terlalu mengairahkan produser untuk membuat film-film Islami untuk film bioskop hari ini. Produser cenderung lebih menyukai membuat film beranggaran murah, namun bisa mendatangkan keuntungan besar. Film hantu-hantuan adalah contoh film murah namun cukup mendatangkan keuntungan.
5. Kesadaran Orangtua Minim
Beberapa film yang dianggap film anak-anak seperti Avatar dan The Last Airbender, dipenuhi oleh anak-anak usia 8 tahun ke bawah. Padahal, film-film ini tidak cocok ditonton oleh anak-anak yang masih belum paham alur film yang kompleks. Orantua belum sepenuhnya sadar bahwa mereka harus menonton filmnya terlebih dahulu sebelum mengajak anak nonton ke bioskop. Tidak jarang pada saat menonton anak ribut bertanya, atau ingin pulang karena tak dapat menikmati filmnya.
Semoga fakta-fakta di atas menjadi renungan kita bersama untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas perfilman serta perilaku penonton Indonesia.






