Film Cinta Indonesia

Tidak bisa dipungkiri, bahwa perubahan yang tengah terjadi di tengah masyarakat Indonesia, yang cenderung tradisional dalam memandang hubungan laki-laki dan perempuan, salah satunya karena bantuan gagasan-gagasan dalam film cinta. Karena ini bukan zamannya Siti Nurbaya, di mana mempelai ditentukan oleh orang tua.
Karena Cinta juga harus bicara seks, yang selama ini tabu dibicarakan. Sehingga film bertemakan cinta di Indonesia, juga lambat laun memberikan alternatif informasi baru di tengah masyarakat. Dan apabila ada penentangan dari mereka yang puritan, dan memegang teguh sikap tradisional, bukankah ada perlawanan juga melalui film dengan tema sejenis, misalkan Ayat-ayat Cinta.
Tema Cinta dalam film Indonesia selalu mengalami transformasi ideal. Apabila pada tahun 70-an, tema Cinta adalah tema cinta Kampus, seperti film Kampus Biru. Maka pada 80-an cinta adalah milik mereka yang SMA, misalkan Lupus. Pada 90-an, cinta ditutup dengan komedi romantis perkantoran, kisah cinta antara Ramadhan dan Ramona. Lantas dibuka kembali, dengan film Ada Apa dengan Cinta pada millenium baru.






