Perjuangan dalam Film Garuda Di Dadaku
Garuda adalah lambang Negara kita. Emblem dengan logo garuda yang disematkan dalam seragam nasional pemain sepakbola Anak-anak U-13, membuat Bayu (yang dimainkan oleh Emir Mahira) berusaha mati-matian untuk menjadi pemain sepakbola handal. Dalam film Garuda Di Dadaku, kita dapat merasakan aroma perjuangan sang Bayu yang masih duduk di bangku kelas 6 SD.
Alur Cerita
Perjuangan Bayu dalam film Film Garuda Di Dadaku dimulai ketika Kakeknya (diperankan oleh Ikranagara) melarang keras Bayu bermain bola dan memangkas cita-cita Bayu menjadi pemain bola nasional. Kakeknya ingin agar Bayu menjadi orang sukses dan memasukkan Bayu ke dalam berbagai kursus. Almarhum Ayah Bayu sendiri dahulu adalah pemain sepakbola dan gagal sehingga harus banting tulang mencari uang menjadi supir taksi. Itulah sebabnya sang Kakek selalu beranggapan bahwa pemain bola hanya akan menjadi orang miskin.
Beruntungnya Bayu mempunyai sahabat bernama Heri (yang diperankan oleh Aldo Tansani). Meskipun cacat, Heri sangat menyukai sepakbola dan ia mendukung cita-cita Bayu. Heri pun menjadi manager Bayu dan selalu membantu Bayu untuk latihan. Bayu sering menggiring bola melintasi gang demi gang sempit sampai tiba di lapangan tenis. Di sana Bayu sering berlatih bermain bola. Heri juga suka menyembunyikan aktifitas latihan bola Bayu dari Kakeknya Bayu. Persahabatan mereka inilah yang menjadi bumbu manis dalam Film Garuda Di Dadaku.
Di saat semangat Bayu sedang turun, Herilah yang memberikan support begitu besar, sehingga Bayu bisa bangkit dan terus berjuang. Sampai akhirnya Bayu bertemu dengan Johan, pelatih sekolah sepakbola, Arsenal. Pelatih itu diperankan oleh Ari Sihasale. Maka dari sinilah, pintu cita-cita Bayu terbuka. Tetapi Bayu harus lebih keras berlatih demi menjadi pemain sepakbola nasional dalam film Garuda Di Dadaku ini.
Behind The Scene
Film Garuda Di Dadaku yang skenarionya ditulis oleh Salman Aristo dan diproduseri oleh Shanty Harmayn ini masih terasa unsur sinetronnya di bagian awal. Pemain terlihat bermain dengan kaku. Kebosanan di 45 menit pertama film berhasil diselamatkan oleh akting Bang Dullah yang diperankan oleh Ramzi. Namun di 45 menit setelahnya, film terasa utuh dinikmati.
Secara keseluruhan, alur cerita Film Garuda Di Dadaku sudah apik dan didukung oleh cinematography yang bagus. Soundtrack film yang diramu oleh duo pasangan musisi Aksan dan Titi Sjuman membantu film ini terlihat sangat hidup. Lagu berjudul ‘Garuda Di Dadaku’ yang dinyanyikan oleh Netral semakin membuat semangat perjuangan Bayu di lapangan hijau, lebih terasa.
Buat Anda sekeluarga yang ingin membawa anak-anak ke bioskop, Anda bisa menjadikan Film Garuda Di Dadaku ini sebagai alternatif. Semoga film-film anak yang bermutu bisa terus maju dan menjadi tuan di negeri sendiri. Setelah film anak Laskar Pelangi, semoga Film Garuda Di Dadaku juga bisa menginspirasi dan meningkatkan semangat nasionalisme.






