Film Hot Indonesia: Obral Adegan Seronok Demi Rupiah
Ilustrasi film hot
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar film hot? Apakah film yang dibuat atau ditonton di atas bara api? Boleh jadi demikian. Istilah film hot sama dengan pemberian istilah pada film biru. Film hot bukanlah film yang menimbulkan bara api, melainkan membangkitkan hasrat liar manusia akibat dihadirkannya adegan-adengan seronok.
Film Hot – Pembunuh Iman!
Ibarat mesin kendaraan, bila terlalu lama dipakai, pasti akan panas. Begitupun, hasrat manusia. Semakin memanas ketika terus disuguhi adegan-adegan vulgar. Sayangnya, keberadaan film panas tidak hanya menjadi milik produksi film luar. Film panas kini tengah membudaya di kancah perfilman Indonesia.
Film panas dianggap sebagai genre film yang mampu menyedot perhatian penonton sehingga sang produser balik modal. Sedemikian parahkah moral masyarakat Indonesia hingga dikategorikan sebagai penggila film panas? Tanpa adegan panas, sebuah film dinilai kurang gereget dan dikhawatirkan mengurangi minat penonton.
Manusia, bahkan binatang, merupakan makhluk hidup yang disertai hawa nafsu. Naluri dasar manusia memang selalu ingin melakukan hubungan seks sehingga birahinya akan meningkat ketika disuguhi pancingan. Namun, hal itu tidaklah semata-mata harus disamaratakan pada tiap individu karena manusia terikat dengan norma yang mengatur tatanan hidup dan moral pelaku masyarakat.
Film hot itu kalau semakin sering ditonton, maka akan semakin mudah merontokkan iman. Seseorang yang sangat alim pun akhirnya terjebak ke dalam perbuatan zinah. Satu perbuatan yang sangat sulit ia hindarkan karena pikirannya telah termakan oleh semua adegan yang ingin ia lakukan dengan seseorang yang diimpikannya. Ketika seseorang yang begitu diimpikannya itu juga ternyata menginginkan hal yang sama, keduanya akhirnya jatuh ke jurang kenistaan. Kalau keduanya tidak cepat sadar dan bertaubat, pikiran mereka pun akhirnya akan semakin liar membahana ke duan hitam bernoda dan berlumut yang akan sangat sulit dihapuskan.
Jangan coba-coba melihat atau menikmati film hot kalau tak ingin keimanan hancur berkeping-keping. Jangan sampai penyesalan seumur hidup harus menekan batin dan jiwa. Padahal selama ini telah berusaha menjadi orang baik yang berjalan di jalur yang benar. Ketika Allah Swt masih menutupi perbuatan yang terlarang itu, berbaliklah dan bertaubatlah. Gunakanlah lagi jalur yang benar. Gantilah perbuatan nista itu dengan perbuatan yang baik agar pahala yang diraih bisa menutupi dosa-dosa yang telah diperbuat. Jangan lagi ulangi perbuatan itu.
Ingatlah bahwa apa pun bisa terjadi termasuk kematian yang bisa datang tak memberi aba-aba. Gunakan waktu yang tersisa untuk bermunajad dan berusaha sekuat tenaga mencari pengampunan dan mencari keridhoan Allah Swt semata. Takutlah kehilangan keimanan daripada takut kehilangan hal lain. Manfaatkan waktu luang untuk mencari ilmu bagaimana bertaubat yang baik. Carilah teman yang menenangkan jiwa dan batin. Jauhi lingkungan yang hanya akan memberikan halangan dan membangun tembok tinggi menuju jalan yang benar.
Bahwa setan sangat tahu bagaimana membuat manusia jenis apa pun tergelincir dengan mudah di jalan yang tak diridhio. Yakinlah diri kalau berbuat baik itu mudah dan lebih mudah dibandingkan berbuat kejahatan. Musnahkan semua gambar-gambar yang sekiranya dapat membangkitkan keinginan untuk melakukan dosa yang sulit berampun itu. Ingatkan diri untuk selalu sadar bahwa keindahan dunia itu tak seindah kehidupan di surga. Meraih surga memang terasa lebih sulit dibandingkan meraih neraka. Tetapi hal itu setimpal dengan kenikmatan surga yang belum pernah terbetik dalam hati dan belum pernah terlintas dalam benak serta pikiran.
Film Hot Penuh Adegan Ranjang yang Ramai Dipajang
Beberapa jenis film Indonesia kerap memajang dan menjadikan adegan ranjang, adegan mandi, dan adegan mesum lain, sebagai daya tarik utama film. Bahkan, kualitas cerita dan keutuhan alur cerita sering diabaikan sehingga film-film tersebut sering tidak masuk akal. Namun, lagi-lagi cerita menjadi nilai jual ke sekian. Yang lebih penting adalah keseksian pemeran saat melakoni adegan-adegan “mematikan” moral itu.
Beberapa poster film sengaja menampilkan gambar yang serba menyembul di balik pakaian serba minim. Bahkan, tidak berpakaian sama sekali. Entah apa yang dipikirkan para pembuat fim ketika memutuskan memvisualisasikan adegan film dalam lukisan vulgar. Tidakkah mereka berpikir bahwa kemungkinan poster itu dilihat anak-anak sangatlah besar?
Para pemain dan pembuat film panas lainnya seolah tak mempunyai minat sama sekali untuk ikut mencerdaskan kehidupan berbangsa. Bagi mereka yang terpenting adalah uang dan uang. Mereka seolah tak sadar kalau uang yang mereka dapatkan dari mengumbar aurat itu bukanlah uang halal dan penuh keberkahan. Uang itu akan membawa bencana dan ketakbahagiaan karena bukan didapatkan dari jalan yang benar. Tak akan ada ketenangan dan kebahagiaan bagi orang-orang yang tak memakan hasil dari pekerjaan yang halal.
Doa saja yang mampu dilontarkan kepada semua orang yang terlibat dalam pembuatan film panas itu. Semoga saja talenta dan kehebatan mereka bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih baik yang akan bermanfaat bagi orang lain dan diri mereka sendiri.
Film Hot yang Dibuat Film Komedi Menggelitik
Salah satu genre film yang selalu menghadirkan adegan panas adalah film komedi. Sejatinya, film komedi dibuat sebagai media pelepas stres yang menghadirkan adegan konyol sehingga mampu mengocok perut penonton. Namun, perfilman Indonesia memiliki ranah ajaib. Adegan-adegan panas selalu disisipkan dalam film-film jenis komedi.
Yang seharusnya mengocok perut, film komedi tersebut justru mampu mengocok nafsu manusia untuk melakukan hal-hal berbau seks. Film-film komedi tersebut lebih tepat dinamai sebagai genre komedi seks yang menghadirkan adegan “kocak” di segala sisi yang memungkinkan.
Akhirnya hal-hal yang terlihat di film hot itu akan ditiru dalam kehidupan nyata. Yang terjadi adalah peningkatan kejahatan pemerkosaan. Walaupun banyak yang berteriak bahwa kejahatan nafsu setan itu tak ada kaitannya dengan film panas, orang-orang yang tidak setuju itu sebenarnya hanya mencari pembenaran dari nafsu setan yang ada dalam diri mereka. Mereka seolah menutup mata dan telinga betapa banyak anak-anak kecil yang dengan santainya menggunakan bahasa yang seharusnya belum boleh mereka ucapkan. Mereka pun telah melakukan hal yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sah.
Film Hot dalam Film Hantu Panas
Selain komedi, genre film yang sangat kental dengan adegan panas adalah film horor. Jika boleh dikatakan, film horor sama sekali tidak mengandung unsur horor yang benar-benar diciptakan untuk membuat bulu kuduk merinding. Film horor lebih tepat disebut sebagai film panas berkedok horor.
Hantu seolah hanya dipakai sebagai tabir untuk menutupi adegan-adegan panas di dalamnya sehingga berhasil meloloskan diri dari sensor. Tidak perlu pembuktian serta penelitian serius mengenai fakta ini. Tengok saja judul-judul film horor Indonesia yang sudah menyiratkan isi filmnya.
Beberapa film horor Indonesia yang berjudul “horor”, di antaranya Hantu Puncak Datang Bulan, Pocong Mandi Goyang Pinggul, Suster Keramas, Mati di Ranjang, dan Tali Pocong Perawan. Bahkan, beberapa film horor Indonesia sengaja mengimpor pemain film porno asal Jepang sebagai salah satu tokoh. Bagaimana tidak “horor” film-film tersebut?
Film jenis ini semakin menyesatkan. Telah memamerkan aurat, juga mengajak melakukan kesyirikan dan pemutarbalikan fakta bahwa tak mungkin ada jin yang bisa mengalahkan manusia selama manusia itu tetap beriman. Yang menjadi kenyataannya adalah bahwa jin yang berbungkus kain pocong dan wajah yang buruk rupa itu ternyata mempunyai kekuatan yang luar biasa. Benar-benar satu kebohongan yang akan membuat jiwa manusia menjadi lemah dan tak berdaya ditipu oleh setan yang cerdas. Yang lebih mengenaskan adalah anak-anak yang jiwanya seharusnya bisa dididik menjadi jiwa yang besar dan tegar, malah telah termakan persepsi yang salah tentang jin.
Adegan Ranjang dalam Film Hot Bukan Tontonan
Sekadar mengingatkan, adegan ranjang dan sejenisnya merupakan aktivitas sakral yang hanya boleh dilakukan sepasang suami istri. Seks tidak semata-mata perihal nafsu birahi. Ada perasaan yang harus di libatkan di dalamnya untuk menciptakan hubungan yang harmonis. Jadi, adegan-adegan yang ditampilkan dalam film hot itu sangat keliru.
Para pemain tampaknya begitu menikmati adegan yang merusak moral itu. Mereka benar-benar berciuman dan berpelukan dan tidak mungkin ada trik kamera dalam hal ini. Keaslian adegan malah dianggap sebagai paket jualan yang sangat menantang untuk dipenuhi.
Ingat, seks bukanlah tontonan yang berfungsi sebagai hiburan. Jadi, hindarilah menonton film hot atau film porno karena tidak baik bagi perkembangan otak dan moral Anda!



