logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Hiburan    Film    Artikel Umum Film    Film Indonesia-2

Film Indonesia, Dari Masa ke Masa

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Sejarah Film Indonesia

Industri perfilman Indonesia dimulai sejak tahun 1926. Film Indonesia pertama yang berjudul Loetoeng Kasaroeng tersebut dirilis saat nama Negara Indonesia masih berupa Hindia Belanda.

Dari tahun ke tahun industri perfilman mengalami perkembangan. Tema-tema yang diputar sejak pasca kemerdekaan mengangkat kisah-kisah perjuangan dan nasionalisme.

Sebut saja beberapa diantaranya seperti film November 1828 yang dirilis tahun 1978, kemudian flm Tjoet Nja’ Dhien tahun 1986, yang diikuti dengan Naga Bonar pada tahun yang sama.

Pada tahun 90-an tema-tema film yang diangkat mulai berubah haluan. Film-film yang diputar di layar lebar mengangkat tema percintaan khusus dewasa, bahkan terkadang dibumbui adegan-adegan pornografi. Saat itu masyarakat Indonesia benar-benar dicekoki tontonan yang tidak mendidik.

Menginjak awal abad 21, tidak jauh berbeda. Meski kemudian film dikemas dengan tema modern dan percintaan ala remaja, namun tetap saja film yang ada kurang bisa membawa perubahan yang positif untuk bangsa.

Lalu tidak lama berselang, film-film horor yang dibumbui adegan-adegan porno mulai marak. Beberapa diantaranya menuai kontroversial. Sebut saja beberapa diantaranya Suster Keramas dan Hantu Puncak Datang Bulan.

Harapan Baru

Namun siapa bilang film Indonesia tidak ada yang bermutu? Justru perkembangan terakhir industri perfilman nasional menunjukkan sebuah harapan masa depan yang cerah.

Setelah Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi, Ketika Cinta Bertasbih, Sang Pemimpi, dan Alangkah Lucunya Negeri Ini, kehadiran film Merah Putih dan Sang Pencerah benar-benar patut diacungi jempol.

Film Sang Pencerah misalnya, film yang disutradarai Hanung Bramantya ini menceritakan tentang sejarah perjuangan tokoh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan. Sejak baru pertama kali diluncurkan versi layar lebar, film ini banyak mendapat respon positif dari masyarakat Indonesia.

Solusi Dunia Perfilman

Satu-satunya cara agar film-film Indonesia ke depan lebih baik lagi, yaitu dengan memperbanyak sutradara dan produser  film yang peduli terhadap nasib bangsa, tidak hanya memikirkan keuntungan dan laba semata.

Sutradara film seperti Hanung dan Dedi Mizwar yang banyak menghasilkan karya film berkualitas harus ditambah. Mungkin salah satunya adalah Anda?

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Mengenal Dasar Cara Pembuatan Film
  • Mengenal Skenario Film Pendek
  • Perkembangan Jadwal Bioskop
  • Efek Film Romantis
  • 7 Alasan Wanita Tidak Menyukai Film Bokep
  • Tahukah Anda di mana Download Film Berkualitas?
  • Jadwal Film Bioskop 21 Terbaru: Piranha 3D
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA