logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Hiburan    Film    Artikel Umum Film    Film Indonesia

Film Indonesia, Dulu dan Sekarang

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Hampir semua masyarakat Indonesia menyukai film. Mulai dari anak kecil, remaja hingga orang dewasa, semua menggemari hiburan yang satu ini. Tidak susah untuk menemukan berbagai jenis film Indonesia, apalagi saat ini cukup banyak sineas muda yang menghasilkan film dengan kreativitas masing-masing.

Apa itu Film?

Film (diucapkan sebagai fi-lem) adalah gambar yang hidup dan bergerak. Film juga bisa disebut dengan istilah ‘movie’ (diambil dari kata ‘move’ yang dalam bahasa Inggris artinya bergerak).

Karya seni film dibuat dengan cara merekam seseorang atau benda dengan menggunakan kamera. Setelah direkam, film dapat diputar ulang dan bisa dinikmati oleh penonton.

Film Pertama di Indonesia

Saat ini kita banyak menjumpai berbagai judul film Indonesia di bioskop-bioskop, tapi mungkin Anda belum tahu film apa saja yang mengawali sejarah perfilman Indonesia. Ini adalah sepuluh film pertama yang diproduksi di Indonesia.

  • Loetoeng Kasaroeng (Lutung Kasarung). Ini adalah film pertama yang dibuat di Indonesia pada tahun 1926 dan masih bisu. Walau diproduksi di Indonesia dan memakai aktor lokal sebagai pemainnya, film yang bercerita berdasarkan legenda Jawa Barat ini bukanlah film Indonesia asli seutuhnya karena masih dibuat oleh dua orang Belanda bernama G.Kruger dan L.Heuveldorp.
  • Eulis Atjih. Film ini masih besutan sutradara Belanda bernama G.Kruger dan dibuat pada tahun 1927. Film dengan tema drama keluarga ini masih bisu dan hanya diselingi oleh musik keroncong yang diputar bersama-sama dengan film itu.
  • Lily Van Java. Film Tionghoa pertama ini bercerita tentang perjodohan. Diproduksi pada tahun 1928. Awalnya dibuat oleh orang Amerika bernama Len H. Roos yang saat itu berada di Indonesia, tapi kemudian dikerjakan oleh orang Tionghoa bernama Nelson Wong dan David Wong.
  • Resia Boroboedoer. Film bisu ini dibuat pada tahun 1928 oleh Nancing Film Co. Film ini berkisah tentang Young Pei Fen yang menemukan sebuah resia (rahasia) berupa buku milik ayahnya. Resia ini memaparkan tentang Borobudur, sebuah candi terkenal dan sangat megah yang menyimpan harta karun berharga berupa abu sang Budha Gautama yang disimpan dalam sebuah guci.
  • Setangan Berloemoer Darah. Film yang ceritanya belum banyak diketahui ini masih bisu dengan gambar yang hitam putih. Film Indonesia ini diproduksi oleh orang Tionghoa bernama Tan Boen Soan pada tahun 1928.
  • Njai Dasima (Nyai dasima). Diproduksi tahun 1929 oleh Tan’s Film dan disutradarai Lie Tek Swie. Film ini bercerita tentang seorang istri simpanan dari pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William yang kemudian diperistri oleh Samiun. Film ini diproduksi berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada sekitar tahun 1813-1820an di Tangerang dan Batavia (Betawi). Kisah nyata ini sempat ditulis oleh G. Francis pada tahun 1896.
  • Rampok Preanger. Film Indonesia ini diproduksi pada tahun 1929 oleh Halimoen Film yang langsung disutradarai oleh Nelson Wong. Film yang masih bisu ini diperankan oleh Ibu Ining yang terkenal sebagai penyanyi keroncong di Radio Bandung (NIROM).
  • Si Tjonat. Film ini dibuat pada tahun 1929, masih disutradarai oleh Nelson Wong dan diproduksi oleh Batavian Motion Picture. Berkisah tentang kehidupan seorang tokoh yang dijuluki si Tjonat.
  • Si Ronda. Diproduksi pada tahun 1930 dan disutradarai oleh Lie Tek Swie dan A. LOEPIAS. Bercerita kehidupan seorang jagoan yang sarat kebudayaan Cina.
  • Boenga Roos dari Tjikembang. Ini adalah film Indonesia pertama yang bersuara. Film yang disutradarai oleh The Teng Chun ini berkisah tentang hubungan antar etnis Cina dan pribumi.

Film Indonesia Saat Ini

Industri perfilman Indonesia sempat berjaya pada tahun ’80-an, salah satu film Indonesia yang populer saat itu adalah Catatan Si Boy. Namun, menginjak tahun ’90-an, film Indonesia mulai mengalami kemerosotan dan akhirnya masyarakat lebih menyukai film buatan luar negeri.

Kebangkitan film Indonesia dimulai tahun 2000 lewat aksi penyanyi cilik dalam film Petualangan Sherina. Sejak saat itu, industri perfilman mulai meningkat dengan diproduksinya film-film lain seperti Ada Apa Dengan Cinta atau Jelangkung.

Perfilman Indonesia saat ini tidak selalu mengalami kesuksesan. Hal ini dikarenakan cukup banyaknya film berunsur pornografi atau kekerasan yang beredar di masyarakat.

Beberapa film yang diklaim sebagai film horor atau komedi, kadang menampilkan adegan sensual atau bahkan kesadisan. Akibatnya, film-film tersebut menuai kontroversi bahkan dicekal. Contohnya saja film Buruan Cium Gue (2005), Pocong (2006) atau Suster Keramas (2009).

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Tentang Film Dokumenter
  • Film Putri Duyung dan Legendanya
  • Resensi Film Catatan Akhir Sekolah, Berpeluang Membuat Tren!
  • Mengenal Lebih Jauh Pengertian Film
  • Perkembangan Jadwal Bioskop
  • Film Harry Potter – Film Penyihir Fenomenal Sepanjang Masa
  • Skenario Drama Pendek Dalam Dunia Perfilman
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA