logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Film    Komedi

Film-film Warkop DKI - Film Jadul Legendaris Sepanjang Masa


Ilustrasi film jadul

Siapa sih yang tidak pernah nonton film jadul Warkop DKI? Film-film jadul Warkop DKI yang kerap diputar ulang di stasiun-stasiun televisi ini tak pernah absen mengundang tawa bagi siapa pun penontonnya dan berapa pun umurnya.

Ya, demikian kuatnya kekuatan lawakan mereka di film-film Warkop DKI sehingga walaupun merupakan film jadul, tetap saja menjadi sajian yang menarik untuk ditonton. Bahkan, kejadulan film-film Warkop telah membuat fans Warkop mendirikan website sendiri yang membahas khusus mengenai film-film jadul Warkop DKI.

Ada apakah dibalik kekuatan film-film jadul Warkop sehingga mampu menjadi legenda? Ada baiknya kita tengok sebentar sejarah grup lawak nomor 1 di Indonesia ini.

Sejarah Warkop DKI Sebelum Mengeluarkan Film-film Jadul

Warkop DKI berawal dari sebuah acara di Radio Prambors yang bernama 'Obrolan Santai di Warung Kopi', yang merupakan ide awal dari Temmy Lesanpura, Program Director Radio Prambors kala itu. Karena konsep acara ini adalah acara santai namun intelek, maka dipilihlah Kasino dan Nanu yang merupakan pelawak lokal di kampus mereka, Universitas Indonesia (UI).

Dalam perkembangannya mereka mengajak serta Rudy, Dono, dan Indro. Mereka semua ini masih berstatus mahasiswa, kecuali Indro yang ketika pertama kali bergabung masih duduk di bangku SMU.

Nama mereka pun saat itu belum Warkop DKI, melainkan Warkop Prambors, karena mereka merupakan jebolan acara dari radio Prambors. Tanpa disangka, acara ini mendulang sukses berat dan tawaran untuk bermain di atas panggung pun mulai berdatangan.

Mereka pertama kali manggung di tahun 1976 pada sebuah acara perpisahan sebuah SMU di Jakarta. Namun, baru pada acara Terminal Musikal lah nama Warkop Prambors mulai dikenal publik luas.

Namun di tengah perjalanannya, dua personelnya yaitu Nuno dan Rudy memutuskan untuk hengkang dari Warkop karena merasa bukan di bidang tersebut dunia mereka. Semenjak saat itu, Warkop Prambors pun berganti nama menjadi Warkop DKI (kepanjangan dari Dono, Kasino, dan Indro). Saat ini personel Warkop hanya tinggal Indro, karena Kasino sudah meninggal pada 1997 dan Dono meninggal pada 2001.

Kiprah Warkop dalam Film-film Jadul Warkop DKI

Pada 1979, Warkop DKI menelurkan film jadul pertamanya yang berjudul 'Mana Tahan..'. Film Warkop DKI ini dibintangi oleh Elvy Sukaesih. Film komedi ini mendulang sukses luar biasa dan mendapatkan animo sangat tinggi dari khalayak Indonesia yang haus akan film komedi slapstick yang ringan. Kesuksesan film perdana tersebut langsung disambut dengan dirilisnya film-film Warkop DKI lainnya setelah itu.

Film-film Jadul Warkop DKI Era 80-an

Ketika tahun 80-an, Warkop DKI mampu merilis filmnya setahun sekali. Bahkan, ada di antara film-film Warkop DKI dalam jangka waktu satu tahun dirilis dua film. Pada era ini, Eva Arnaz merupakan bintang idola yang hampir selalu hadir dalam tiap judul film-film Warkop DKI. Selain Eva, ada Meriam Bellina, Lydia Kandou, dan beberapa artis lain yang tengah daun saat itu, kerap berperan dalam film-film Warkop DKI nan laris ini.

Adapun judul film-film Warkop DKI saat itu adalah sebagai berikut.

  • Gengsi Dong (1980)
  • Pintar Pintar Bodoh (1980)
  • Geer - Gede Rasa (1980)
  • Manusia 6.000.000 Dollar (1981)
  • IQ Jongkok (1981)
  • Setan Kredit (1981)
  • Dongkrak Antik (1982)
  • Chips (1982)
  • Maju Kena Mundur Kena (1983)
  • Pokoknya Beres (1983)
  • Itu Bisa Diatur (1984)
  • Tahu Diri Dong (1984)
  • Kesempatan Dalam Kesempitan (1985)
  • Gantian Dong (1985)
  • Atas Boleh Bawah Boleh (1986)
  • Sama Juga Bohong (1986)
  • Depan Bisa Belakang Bisa (1987)
  • Makin Lama Makin Asyik (1987)
  • Saya Suka Kamu Punya (1987)
  • Jodoh Boleh Diatur (1988)
  • Malu-Malu Mau (1988)
  • Godain Kita Dong (1989)
  • Sabar Dulu Doong...! (1989).

Film-film Jadul Warkop DKI Era 90-an

Dalam era 90-an, Nurul Arifin, Kiki Fatmala, Diah Permatasari, dan Sally Marcelinna, merupakan bintang favorit yang selalu hadir dalam tiap film Warkop DKI. Film jadul komedi ini hadir masih dengan mengusung tema yang sama, komedi slapstick yang sedikit vulgar, tetapi tetap mengundang animo penonton untuk menontonnya.

Adapun judul film-film Warkop DKI era 90-an adalah Mana Bisa Tahan (1990), Sudah Pasti Tahan (1991), Bisa Naik Bisa Turun (1991), Lupa Aturan Main (1991), Masuk Kena Keluar Kena (1992), Salah Masuk (1992), Bebas Aturan Main (1993), Bagi-Bagi Dong (1993), Saya Duluan Dong (1994), dan Pencet Sana Pencet Sini (1994).

Melalui film-film inilah, Warkop makin kuat menancapkan benderanya di dunia komedi Indonesia. Hampir tiap tahun mereka membintangi satu film dan tentu saja dengan honor 15 juta per film yang merupakan angka fantastis saat itu. Mereka pun meraih keuntungan yang tinggi dalam kiprah mereka di dunia perfilman.

Namun, seiring dengan menurunnya minat dunia perfilman Indonesia, juga karena tudingan bahwa film Warkop hanya menjual wanita seksi yang menjadi bintang dalam setiap filmnya, Warkop pun akhirnya menghentikan produksi film-filmnya dan mulai melirik dunia pertelevisian. Apalagi saat itu geliat televisi swasta sedang marak-maraknya.

Dibuatlah serial Warkop yang tayang di televisi dengan nama Warkop Milenium yang bertahan tayang cukup lama di salah satu televisi swasta. Sampai akhirnya Kasino menutup usia dan disusul Dono beberapa tahun kemudian. Serial ini pun akhirnya terhenti.

Warkop Melegenda karena Film-film Jadul Warkop DKI Selalu Memberikan Kesegaran

Warkop melegenda berkat film jadulnya yang selalu memberikan kesegaran dalam dunia komedi saat itu. Lawakan khas mereka tentang mahasiswa memberikan kesegaran tersendiri bagi para penontonnya. Hal tersebut dikarenakan karena mayoritas dari mereka masih menjadi mahasiswa.

Mereka juga sangat menghargai tingkat keintelektualitasan anggotanya demi menjaga profesionalitas mereka sebagai pelawak. Mereka sangat menyadari betapa pentingnya untuk terus menggali potensi dalam diri mereka agar kualitas lawakan yang mereka bawakan tetap terjaga.

Sebagai grup lawak pionir dalam dunia film, mereka berhasil menancapkan standar bagi grup-grup lawak lainnya. Bahkan, tidak dipungkiri bahwa Warkop DKI merupakan acuan dan teladan bagi grup-grup lawak lainnya.

Bagito merupakan salah satu grup yang didirikan dengan acuan Warkop karena Miing Bagito dulu sempat menjadi staf Warkop yang bertugas mencari bahan lawakan dan melakukan beragam survei. Keinginannya menjadi pelawak mencuat setelah ia melihat keprofesionalan para personel Warkop dalam menjaga kinerja dan kualitas lawakannya. Pada akhirnya dia mendirikan grup lawaknya sendiri dengan nama Bagito.

Walaupun sederet film Warkop itu film jadul, tetapi masih sangat digemari hingga saat ini. Hal ini tentu saja merupakan salah satu bukti betapa melegendanya Warkop di Indonesia. Namun sangat disayangkan, penayangan film-film Warkop di televisi saat ini sama sekali tidak memberikan royalti kepada para personel Warkop. Padahal sudah sepatutnyalah insan perfilman di Indonesia melindungi hak cipta film bagi grup lawak yang sangat tersohor ini.

Walaupun personel Warkop yang tersisa, Indro, tidak mempermasalahkan penayangan film-film jadul Warkop DKI, tetapi sudah seharusnyalah kita bisa menghargai karya seni anak bangsa di negerinya sendiri. Semoga ini bisa menjadi pertimbangan mendasar yang bisa melindungi hak-hak para pelaku seni agar masa depan kesenian dan budaya Indonesia bisa tetap terjaga.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Setan Lucu - Fenomena Dunia Setan
  • Film Komedi Indonesia - ANNEAHIRA.COM
  • Judul-Judul Film Indonesia Terlucu dan Norak
  • Tertawa Lepas Bersama Film Horor Lucu
  • Lucunya Film Suami-Suami Takut Istri
  • Tom and Jerry yang Tak Pernah Akur
  • Melepas Keperjakaan dalam American Pie
  • Pocong Lucu - Fenomena Aneh yang Hanya Ada di Film Indonesia
  • Alangkah Lucunya Negeri Ini, Film Komedi Satir
  • Peran Gajah di Film Komedi
  • Efek Psikologis dari Film Lucu
  • Serba-Serbi Film Laskar Pemimpi
  • Skenario Lucu Dalam Opera Van Java
  • Tips Menulis Skrip Film Humor
  • Masih Ingatkah Anda Film Indonesia Jaman Dulu
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA