Rambu Membuat Film Kisah Nyata
Ilustrasi film kisah nyata
Hati hati membuat film kisah nyata. Kalimat ini pantas sekali diperhatikan oleh anda yang gemar sekali membuat film. Jangan sampai film yang anda buat tersebut justru akan menjerumuskan anda ke dalam jurang permasalahan yang dalam.
Sudah banyak kasus seseorang yang memperkarakan orang lain atau rumah produksi gara-gara membuat film kisah nyata dengan latar belakang dirinya. Jangan sampai niat baik anda justru berubah menjadi petaka.
Sebelum mulai membuat film yang anda dambakan sebaiknya anda memperhatikan rambu-rambu berikut ini:
-
Bahwa seseorang tidak berhak/tidak etis mempublikasikan hak milik atau peristiwa pribadi yang dialami orang lain dengan tujuan-tujuan tertentu tanpa ijin yang bersangkutan. Karena bisa saja nanti akan dituntut dengan tuntutan pencemaran nama baik orang lain.
-
Pandai-pandailah membaca situasi orang atau pihak yang menjadi narasumber anda. Misalnya anda membuat film kisah nyata tentang kepedihan seseorang yang ditinggal mati keluarganya jangan sekali-kali anda membuatnya ketika yang bersangkutan sedang bersedih. Ini akan berakibat anda kena semprot bahkan diusir.
-
Samarkanlah nama tokoh dan peristiwa yang asli. Anda bisa menggunakan nama samaran yang benar-benar berbeda dari yang nama aslinya. Hal ini demi kebaikan nara sumbernya.
-
Upayakan anda hanya menyampaikan fakta-fakta dan jangan mengorek-orek atau mencari-cari kesalahan-kesalahan tertentu. Dengan kata lain jangan berusaha memvonis bahwa kejadian di dalam film tersebut karena kesalahan Si Anu dan si Anu. Posisikan anda pada posisi yang senetral mungkin.
-
Gunakan tokoh aslinya, hal ini untuk mendukung dramatisasi peristiwa dan keakuratan data. Jika tidak memungkinkan atau jika tokoh asli tidak berkenan maka anda bisa mencarikan orang lain sebagai penggantinya.
-
Usahakan membuat rekaan kejadian sesedikit mungkin. Hal ini untuk melihat bahwa film kisah nyata anda benar-benar alami dan tidak mengandung unsur kemustahilan bahkan kebohongan.
-
Jangan sekali-kali mengadu domba antara pihak satu dan pihak lainnya. Terlebih lagi yang berhubungan dengan SARA (suku, ras, dan agama).
-
Niatkanlah bahwa film anda memiliki tujuan yang mulia yaitu sebagai pembelajaran, motivator, membangkitkan empati, pesan-pesan perdamaian bagi para pemirsanya.
Selamat berkarya !

