Gone with The Wind, Film Klasik Sepanjang Masa

Bagi penggemar film klasik, mungkin film ini tidak asing. Gone with The Wind, sebuah film klasik sepanjang masa yang dibuat pada 1939 hingga kini masih sering diputar di televisi-televisi nasional di Indonesia. Film tersebut cukup panjang berdurasi hampir 180 menit atau 3 jam dengan genre drama yang terkesan mellow.
Tapi jangan khawatir, film ini cukup menarik untuk di tonton karena tidak hanya membawa kita pada kisah percintaan yang penuh perjuangan tetapi juga pada suasana perang saudara yang menegangkan.
Film yang Berasal dari Novel
Banyak film menarik berasal dari novel yang bagus pula dan tidak jarang merupakan best seller. Contohnya seperti Harry Potter atau di Indonesia kita mengenal film Laskar Pelangi yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama.
Film Gone with The Wind diadaptasi dari novel yang diterbitkan pada 1936 di Amerika yang ditulis oleh Margaret Mitchell. Novel tersebut laris manis dan menjadi novel best seller, bahkan mendapatkan penghargaan Pulitzer setahun kemudian.
Cerita Film Gone with The Wind
Film dengan latar belakang perang saudara, yakni ketika Georgia ingin memisahkan diri dari Negara Bagian Amerika. Scarlet O’Hara (Vivien leigh) seorang gadis anak pemilik tanah bernama Tara mencintai seorang pemuda bernama Ashley Wilkes yang akan menikahi sepupunya sendiri Melanie Hamilton, menyatakan cintanya di hari pertunangan pemuda tersebut dan bertekad menggagalkannya.
Scarlet menyatakan cintanya di sebuah perpustakaan rumah keluarga Wilkes, sayangnya Ashley menolak. Tanpa sadar percakapan tersebut didengarkan oleh Rhett Butler (Clark Gable), seorang laki-laki yang memiliki reputasi buruk di Negara tersebut.
Rhett jatuh cinta pada Scarlet karena keberanian gadis tersebut menjadikannya berbeda dengan gadis-gadis lain yang kaku dan penuh aturan.
Singkat cerita Ashley menikah dengan Melanie dan Scarlet karena sakit hati memutuskan menikah dengan Charles, kakak Melanie. Pernikahan Scarlet tidak bertahan lama, Charles meninggal di medan perang. Setelah menjadi janda, Scarlet menikahi dua laki-laki lain sebelum akhirnya menikah dengan Rhett Butler.
Scarlet yang kuat dan berani, menopang hidup seluruh keluarganya di tambah dengan Melanie yang dititipkan oleh Ashley padanya.
Dalam berbagai keadaan Rhett selalu datang membantu Scarlet, walaupun hati Scarlet tetap terpaut pada Ashely. Pada akhirnya, Scarlet menyadari cintanya pada Ashley merupakan obsesi dan cinta sejatinya adalah Rhett. Namun, Scarlet tidak menyadari bahwa lebih dari apa pun cintanya diberikan pada Tara, tanah perkebunan warisan keluarganya.
Gone With The Wind Vs Scarlet O’hara
Diakhir film, sebagian penonton yang terbiasa dengan “Happy Ending” harus kecewa karena Scarlet dan Rhett berpisah setelah kematian Bonie, anak mereka. Karena “Sad Ending” inilah banyak penonton yang mengharapkan kelanjutan dari novel maupun film Gone with The Wind, sayangnya sang pengarang Margaret Mitchell meninggal tanpa berniat membuat sekuel novel tersebut.
Scarlet O’hara adalah novel sekaligus film yang diniatkan untuk melanjutkan kesuksesan Gone with The Wind dan mengobati kekecewaan pembaca dan penontonnya. Ditulis oleh pengarang yang berbeda. Sayangnya, novel maupun filmnya kurang mendapatkan respon sehingga tidak mencapai kesuksesan.






