Film Lama yang Masih Dikenang
Coba tanya ke orang tua, atau malah ke kakek nenek kita, film apa yang booming di zaman mereka?
Tiga Dara dan Kabut Sutra Ungu adalah dua film lama yang masih melekat dalam ingatan.
Tiga Dara
Film Tiga Dara mungkin adalah salah satu film lama yang paling dikenang oleh orang-orang di zamannya. Film garapan legenda perfilman Indonesia, Usmar Ismail, ini dirilis pada 1956.
Film ini dibintangi tiga wanita cantik yang merupakan bintang paling top saat itu. Citra Dewi berperan sebagai Nunung si anak tertua, Mieke Wijaya sebagai Nana, dan si bungsu Neni yang diperankan Indriati Iskak.
Tiga Dara berkisah tentang tiga bersaudara yang masih lajang. Ibu mereka telah meninggal dunia. Mereka bertiga tinggal bersama nenek dan ayahnya. Kesibukan ayah mereka membuatnya kurang memperhatikan anak-anak gadisnya, terutama dalam soal jodoh.
Sang nenek getol sekali mencarikan jodoh bagi ketiga cucunya. Apalagi bagi cucu yang tertua, yang sudah menginjak usia menikah. Liku-liku pencarian jodoh itulah yang menerbitkan senyum penonton. Apalagi dikaitkan dengan karakter ketiga tokoh yang jauh berlawanan.
Nunung yang pendiam dan cenderung dingin terhadap lawan jenis tak bisa menunjukkan perasaan sebenarnya pada lelaki yang dia sukai.
Nana yang agresif terang-terangan berusaha merebut lelaki yang disukai Nunung. Konflik pun tercipta. Cerita semakin menarik. Neni si anak bungsu berusaha menyelesaikan konflik antara Nunung dan Nana.
Film berdurasi 116 menit ini merupakan film musikal. Aktor dan aktris melantunkan lagu-lagu yang sesuai dengan adegan yang berlangsung. Sjaiful Bachri sebagai penata musik film ini diganjar penghargaan Penata Musik Terbaik pada Festival Film Indonesia 1960.
Kabut Sutra Ungu
Jenny Rahman dan Roy Marten sedang jaya-jayanya sebagai bintang film kala itu. Selain mereka berdua, Kabut Sutra Ungu diperkuat deretan bintang-bintang yang saat itu tengah naik daun.
Sebut saja Robby Sugara, Ita Mustafa, Dana Christina, El Manik, Zaenal Abidin, Ida Kusumah, dan masih banyak lagi. Film garapan sutradara kawakan Sjumanjaya ini dirilis pada 1976.
Film ini bercerita tentang Miranti yang diperankan Jenny Rahman yang ditinggal mati suaminya. Suami Miranti yang bekerja sebagai pilot mengalami kecelakaan pesawat.
Walau ditinggal mati suaminya, Miranti bersikap tegar. Kehidupan sebagai janda tidaklah mudah dan mendatangkan banyak masalah. Masalah paling besar justru datang saat Dimas yang diperankan Roy Marten ternyata mencintainya.
Dimas adalah adik ipar Miranti. Miranti tidak yakin akan cinta Dimas. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka pun bersatu dan saling mencintai.
Jalinan cerita dalam film lama ini betul-betul menguras air mata.






