Film Misteri Ilahi, Horor atau Dakwah ?
Film Misteri Ilahi akhir-akhir ini banyak ditayangkan di berbagai stasiun televisi. Dengan mengambil setting sebagai sebuah kisah nyata, tayangan ini menunjukkan berbagai kejadian yang berkaitan dengan kekuasaan Tuhan. Di antaranya adalah tentang kisah-kisah para manusia yang melanggar perintah Tuhan untuk berbuat baik.
Dalam tayangan film misteri Ilahi ini, seringkali dipertontonkan tentang kejadian yang mengerikan. Kejadian-kejadian ini menimpa pada manusia yang dalam perjalanan hidupnya sering berbuat yang tidak baik atau merugikan manusia lainnya.
Seperti kisah tentang mayat yang dikerubuti belatung. Kisah ini bertutur tentang seorang manusia yang pada saat hidupnya berprofesi sebagai rentenir dan suka merampas barang milik orang yang tidak mampu membayar hutang padanya. Atau juga kisah mayat yang tidak bisa dikuburkan dalam tanah. Hal ini dikisahkan bahwa si mayat sering mengubah batas tanah milik tetangganya, demi memperluas tanah miliknya.
Film Dakwah atau Horor?
Dari berbagai kisah tersebut, lantas timbul pertanyaan apakah film sejenis demikian tergolong sebagai film dakwah atau film horor ? Hal ini terkait dengan tayangan film tersebut yang kerap demikian vulgar menayangkan kengerian-kengerian yang terjadi.
Mungkin ada yang menggolongkan film tersebut sebagai film dakwah. Dasarnya adalah bahwa di akhir tayangan tersebut selalu diisi dengan pandangan para tokoh agama terkait kisah yang diangkat dalam film tersebut. Tentu sorotan yang diberikan dengan mengambil sudut pandang agama.
Namun sebagian praktisi perfilman menyatakan bahwa tayangan film tersebut lebih cocok untuk digolongkan pada kelompok film horor. Mengingat beberapa kejadian yang digambarkan dalam film tersebut, terlihat demikian mengerikan. Tak beda jauh dengan film film fiksi horor yang menjual kengerian yang tak masuk akal.
Pandangan Sosiologis
Terlepas dari pengkategorian jenis film, namun ada hal penting yang layak dijadikan pelajaran. Bahwa manusia dengan segala perbuatannya pastilah akan mendapatkan balasan. Tentang bagaiman dan kapan balasan itu akan diterima, hanya masalah waktu saja.
Dengan demikian, manusia harus selalu bisa mengendalikan diri untuk berbuat lurus. Baik itu dalam kaitan dengan sesama manusia, maupun dalam hubungannya pada Tuhan. Jika ini bisa dilakukan, niscaya manusia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.






