Film Horor Indonesia Identik dengan Film Panas

Film-film Indonesia, baik film drama, film horor, maupun film panas, sempat mengalami mati suri dan menghilang cukup lama dari radar perfilman. Namun, perfilman Indonesia beberapa tahun terakhir telah mengalami perkembangan dan kemajuan. Perkembangan dan kemajuan di sini merujuk pada kuantitas film Indonesia yang beredar di pasaran, dalam hal ini bioskop.
Tingginya beban pajak yang dikenakan sebagai bea masuk perfilman luar negeri dirasa sangat memberatkan para pelaku usaha film Tanah Air. Kondisi ini sempat membuat pengusaha dari industri perfilman kelimpungan karena mereka akan mengalami kerugian yang cukup besar jika film luar tak bisa diputar di Indonesia.
Namun, ketakutan yang dirasakan para pengusaha industri film langsung dijawab oleh karya-karya sineas muda Tanah Air. Banyak sutradara yang mulai bersemangat lagi menggarap film Indonesia. Lihat saja, kini hampir semua bioskop di Indonesia dijejali dengan judul-judul film dalam negeri.
Di satu sisi, kondisi ini sangat menguntungkan karena bisa memajukan perfilman Indonesia seperti dulu. Sayangnya, kuantitas film Indonesia saat ini tidak diimbangi kualitas mumpuni. Meski ada beberapa film Indonesia yang memiliki kualitas cukup baik, banyaknya film Indonesia yang kurang berkualitas dikhawatirkan akan menenggelamkan kembali citra perfilman Indonesia di mata masyarakatnya.
Bagaimana tidak, saat ini hampir semua film Indonesia menampilkan film horor yang dipenuhi adegan-adegan porno layaknya film panas dewasa. Hampir semua bagian atau scene film horor Indonesia menampilkan aksi panas dan tidak senonoh dari para pemerannya. Produser Film Indonesia saat ini lebih mementingkan urusan untung rugi ketimbang urusan moral.
Mereka berlomba-lomba menjual film horor yang dipenuhi dengan adegan porno, tubuh seksi yang terbalut bikini two pieces, dan lebih sering menjual atau memamerkan payudara para artisnya. Bahkan, ada beberapa produser film yang secara terang-terangan memakai jasa bintang film porno dalam film garapannya hanya untuk menarik minat penonton.
Berikut ini beberapa film horor Indonesia karya anak bangsa yang lebih menampilkan kesan film dewasa dibanding kesan horornya.
1. Jeritan Kuntilanak
Film yang dibintangi Joanna Alexandria, Julia Perez, Cathrine Wilson, Garneta Haruni, Zaki Zimah, Andrew Ralphroxburgh, dan Furry Citra, ini menceritakan kisah percintaan yang berakhir dengan kematian. Film ini menampilkan adegan film panas yang cukup banyak, terutama saat berenang dan berlibur di villa. Busana para artis ini pun dinilai sangat seksi.
2. Suster Keramas
Film ini dibintangi oleh artis porno dari Jepang, Rin Sakuragi, dan beberapa artis lokal, seperti Herfiza Novianti, Rizky Mocil, Zidni Adam, Shinta Bachir. Film ini menampilkan banyak sekali scene film panas, seperti adegan mandi, ganti baju, dan banyak lagi yang jauh lebih panas.
3. Hantu Puncak Datang Bulan
Melihat dari judul dan pemerannya, yakni Andi Soraya, Trio Macan, Tesa Mariska, Ferly Putra, Rizky Mocil, Andreano Phillips, rasanya penonton sudah bisa menebak isi film ini. Ya, film ini lebih layak disebut sebagai film panas dibanding film horor. Adegan berenang, bercinta, dan sebagainya, merupakan sajian utama film ini.
Selain ketiga film itu, masih banyak sekali judul film horor lain yang lebih banyak menampilkan adegan porno dibanding adegan horornya. Produser film Indonesia seolah lupa dengan nilai moral yang akan didapat dari filmnya. Mereka hanya memikirkan seberapa besar keuntungan yang akan mereka peroleh dari film yang telah mereka ciptakan.






