Dampak Film Penampakan pada Anak
Kenapa Orang Suka Film Penampakan?
Film penampakan alias film-film horor ternyata banyak juga diminati oleh masyarakat. Ada banyak deretan nama judul dan artis film-film horor. Dulu dikenal bintang-bintang film horor yang biasa menghiasi layar kaca dan layar lebar.
Artis almarhumah Suzanna siapa yang tak kenal? Film-film yang dibintanginya kerap menjadi icon film horor yang banyak digemari masyarakat beberapa puluh tahun lalu. Peminatnya tak hanya kalangan orang tua, anak-anak pun banyak menyukai film-film horor. Bentuk kehororan yang ditampilkan biasanya dilatar belakangi dari gambaran-gambaran mistik yang ada di masyarakat.
Misalnya tentang fenomena-fenomena yang ada di masyarakat; hantu pocong, perdukunan, santet, pelet, malam jumat kliwon dan sebagainya. Masyarakat pada umumnya menyenangi sajian ini karena merasa dekat dengan latar belakang tema yang disajikan film tersebut.
Jangan salah, meskipun terkesan menyeramkan, film penampakan tetap banyak diminati. Alasan utamanya adalah karena faktor uji nyali. Berani atau tidak menyaksikan adegan film yang membuat bulu kuduk merinding, tak hanya pada saat menonton, bahkan beberapa hari setelah menyaksikan sajian film tersebut.
Sebenarnya bukan sekadar perkara uji nyali, sadar tidak sadar film-film horor memberikan dampak psikis yang kurang baik terhadap orang yang bersangkutan. Terlebih untuk kalangan anak-anak di bawah umur. Oleh sebab itu, jangan biarkan dan biasakan anak-anak kita menyaksikan film-film horor.
Dampak Buruk Film Penampakan
Berikut beberapa dampak negatif akibat menyaksikan film-film penampakan;
- Menimbulkan rasa ketakutan yang berlebihan hingga berdampak pada kelemahan mental. Terutama pada anak-anak hal ini akan sangat berpengaruh negatif. Misalnya ia akan enggan pergi sendiri ke kamar mandi seusai menonton film pocong.
- Menyebabkan orang yang menyaksikan film tersebut menjadi percaya kepada kekuatan-kekuatan yang berasal dari makhluk-makhluk ghaib, sehingga tidak sensitif lagi menyaksikan hal-hal tersebut di alam nyata.
Orang yang sudah mempercayai kekuatan-kekuatan ghaib cenderung akan malas berusaha, karena merasa ada kekuatan lain yang akan membantunya, Misalnya; orang yang malas bekerja lantas mencari pesugihan, sakit hati kepada orang lalu mengguna-guna orang yang membuatnya sakit hati tersebut. - Mendorong orang yang menyaksikan untuk berhalusinasi. Halusinasi yang berlebihan akan menimbulkan pengaruh buruk terhadap aktivitas keseharian orang tersebut. Misalnya saat subuh atau tengah malam terjaga untuk menunaikan shalat atau aktivitas yang lain, orang tersebut akan selalu terbayang-bayang terhadap apa yang disaksikannya.
- Tayangan film penampakan sangat minim sekali manfaatnya. Justru akan berdampak kurang baik pada generasi muda. Generasi muda perlu dimotivasi dengan film-film edukasi dan pencerahan. Tema-tema seperti ini akan lebih memberi pengaruh positif tehadap perkembangan generasi muda.
Pikiran mereka harus didoktrin dengan hal-hal yang memicu semangat mereka untuk dapat berkarya lebih baik untuk negara dan kehidupan. Tayangan film-film horor justru akan melemahkan pemikiran dan logika seorang generasi muda.
Anda saksikan negara-negara maju mendidik para generasi mereka dengan film-film pengembangan teknologi dan kemajuan negaranya di masa-masa mendatang. Meskipun terkadang bersifat fantasi, namun tetap bersifat ilmiah dan dilandaskan pada perkembangan sains yang sangat-sangat mungkin terjadi di masa yang akan datang. - Film penampakan sebenarnya menampilkan syaitan sebagai aktor utama yang sedang ditonjolkan baik di layar kaca maupun layar lebar. Meskipun terkadang mengandung pesan supaya manusia jangan melakukan kerja sama dengan syaitan, namun tetap saja sebenarnya secara tak langsung Anda sedang memberi ruang pada syaitan untuk berakting di depan Anda.
Tidak semua orang mau mengambil pesan secara benar dari sebuah film, tak jarang terkadang malah sebagai penonton mereka mencontoh apa yang telah mereka saksikan.






