The Hurt Locker, Tontonan Para Pecinta Film Perang

Film tentang perang memang tak ada habisnya untuk dibahas. Terutama beberapa kurun waktu terakhir ini ketika gejolak dunia memang masih berkutat dengan perang. Film perang yang akan disajikan dalam tulisan ini adalah sebuah film yang berkisah tentang pendudukan Amerika Serikat saat konflik berkepanjangan masih terjadi di Iraq.
Amerika sebagai polisi dunia tentunya "wajib" hadir di sana. Teror bom bunuh diri yang kerap terjadi membuat beberapa pasukan Amerika kerap menjadi sasarannya, secara tidak terduga. Hal ini dilakukan oleh seorang militan Irak yang tak ingin pasukan Amerika menginjakkan kakinya di tanah mereka.
War is a drug, itu tagline dari film ini. Adalah Sersan William James, yang diperankan oleh Jeremy Renner. Seorang penjinak bom dari tentara Amerika yang sangat begitu mencintai perang. Dia tidak berhenti sampai benar-benar merasa puas dengan hanya menjinakkan bom. Selain itu dia adalah tipe "gila" bom.
Bagaimana tidak, dalam beberapa misi penjinakkan ranjau di tempat dia bertugaskan, dia sering kali bertindak "semau gue." Seperti terkadang melepaskan helm pelindungnya dan melepaskan baju pengaman, yang menjadi sebuah standar militer dalam operasi penjinakkan bom atau mematikan sebuah ranjau.
Sampai pada suatu saat, nuraninya sebagai seorang warga sipil dan sebagai seorang militer beradu, sehingga dia memutuskan apa yang seharusnya akan ia lakukan. Hal itu sempat membuatnya depresi. Tapi hanya beberapa saat saja, ia kemudian kembali tanah perang, di saat teman-temannya memilih untuk mundur dan beristirahat dari tugas militernya.
Meski film ini tidak terlalu menggambarkan keperkasaan militer Amerika yang mengklaim dirinya sebagai polisi dunia, tapi setidaknya, film perang ini masih menggambarkan dan menceritakan sebuah kekuatan negara bernama Amerika yang begitu digdaya.
The Hurt Locker menampilkan setting konflik perang Irak. Disutradai oleh Kathryn Bigellow dan bekerja sama dengan penulis naskah Mark Boal. Film perang ini dari sisi pengambilan gambar terlihat seperti film dokumenter. Gambar diolah dengan berpindah-pindah secara cepat.
Meskipun secara cerita, film ini tidak menampilkan apa intinya, akan tetapi film perang ini beberapa kali masuk nominasi untuk beberapa kategori dalam festival film, dan bersaing dengan beberapa film lainnya. Yang unik, film perang yang disutradarai oleh Katheryn Bigellow ini sempat bersaing dengan film Avatar, yang disutradarai oleh suaminya sendiri.
Bahkan sempat tersiar kabar, keduanya terlibat "perang dingin", dengan film mereka masing-masing. Bagi Katherine Bigellow film ini merupakan unjuk kebolehannya, karena bersama film ini ia berhasil mendapatkan penghargaan untuk kategori sutradara terbaik dan film terbaik pada maret 2010, dalam pergelaran Oscar.
Pada akhirnya, film perang The Hurt Locker bukanlah film yang terlalu serius, dan juga bukan film santai yang sederhana dengan cerita apa adanya. Film ini menampilkan sisi lain seorang tentara yang sempat mengalami depresi berat, gila perang, dan sisi nasionalis untuk negara mereka yang dikumpulkan dalam satu adegan.






