Menonton Islam Lewat Film Perempuan Berkalung Sorban
Belajar ilmu agama, ternyata tidak hanya bisa didapatkan di sekolah. Tapi bisa juga didapatkan lewat film. Film yang disutradai Hanung Bramantyo ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Abidah El-Khailaqy. Dalam novel ini, terlihat penulis dan sutradaranya berusaha mengenalkan kehidupan riil di dalam pesantren kepada para pecinta film.
Novel Perempuan Berkalung Sorban ini sebenarnya dirilis tahun 2001 atau 8 tahun sebelum filmnya keluar. Hanung yang waktu itu membaca novel Abidah, tertarik untuk memfilmkannya. Ginatri S.Noer, istri penulis skenario terkenal Salman Aristo, ditunjuk untuk menulis ulang novel ini ke dalam bentuk skenario.
Sinopsis Perempuan Berkalung Sorban
Kisah film perempuan berkalung sorban dimulai dari Annisa (yang diperankan Revalina S.Temat) yang merasa terkungkung dalam kehidupan pesantren dan ingin menjadi wanita yang bebas. Sejak kecil, Annisa merasa tidak adil diperlakukan sebagai perempuan dan berusaha melawan ayahnya yang memimpin pesantren. Annisa sering dihujat karena ingin menjadi ketua di kelasnya dan suka membaca buku-buku modern selain Al-Quran dan Hadits
Semakin lama, Anissa merasa semakin diperlakukan tidak adil oleh pesantren hanya karena dia seorang perempuan. Hanya Khudori (yang dimainkan Oka Antara) saja yang selalu berpihak kepada Annisa dalam masalah ini. Tanpa bisa dicegah, Annisa jatuh cinta pada Khudori.
Namun, karena paksaan ayahnya, dan faktanya sebagai seorang perempuan yang harus mematuhi setiap kemauan orang tua, Annisa akhirnya menikah dengan Samsudin. Pernikahan ini juga menghancurkan hati Khudori yang diam-diam ternyata juga mencintai Annisa. Untuk menyembuhkan hatinya, Khudori pergi menuntut ilmu ke Kairo.
Ternyata kehidupan perkawinan Annisa tidak berjalan baik. Samsudin sering memperlakukan Annisa dengan kasar. Samsudin bahkan menikah lagi karena menganggap Annisa mandul. Hati Annisa yang sudah tertindas sejak kecil, semakin memberontak. Dia menggugat cerai Samsudin. Perbuatannya ini membuatnya semakin dibenci kalangan pesantren yang tidak sepakat dengan perceraian.
Apakah Annisa berhasil menghilangkan diskriminasi di pesantrennya? Lalu bagaimana kisah percintaan Annisa dan Khudori? Lebih baik kalau Anda saksikan sendiri film-nya!
Kontroversi dan Penghargaan Film
Di awal-awal pemutarannya, film ini memancing banyak polemik dan kontroversi karena dianggap mengekspos sisi buruk pesantren. Kalangan cendekiawan Islam bahkan menganggap film ini salah mengartikan persamaan gender dalam Islam dan cenderung memihak kaum feminis. Bahkan MUI sendiri meminta film ini ditarik dari bioskop supaya orang yang awam tentang Islam tidak salah mengartikan Islam.
Meski begitu, Perempuan Berkalung Sorban memperoleh banyak nominasi dan penghargaan di festival film. Diantaranya 7 nominasi Festival Film Indonesia, 7 Nominasi Festival Film Bandung, 9 nominasi Indonesia Movie Awards, dan sebagainya. Bahkan Widyawati yang berperan sebagai ibu Annisa di film ini, mendapat penghargaan Best Supporting Actress di Festival Film Asia Pasifik 2009.






