logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Film    Drama

Film Punk in Love Mengubah Pandangan akan Komunitas Punk


Ilustrasi film punk in love

Daftar Isi
  1. Para pemain film
  2. Sinopsis cerita

Kalian pasti takut jika melihat sekumpulan anak punk yang bergerombol di pinggir jalan. Melihat dandanan mereka dengan rambut warna-warni berdiri tegak dengan lem kayu seperti landak dan memakai rompi berkancing besi memang menyeramkan.

Anak punk memang identik dengan sarkasme yang tidak akan pernah hilang. Namun, tidak begitu halnya dengan film "Punk in Love". Wajah mereka yang sangat kusam juga menambahkan ketakutan kita terhadap anak punk itu sendiri. Tetapi, jika para gerombolan punk yang satu ini pergi karena cinta pasti memang mengherankan.

Jika para gerombolan punk ini adalah lelaki-lelaki yang ganteng? Pasti kita pun tidak akan menolak didekatinya. Ya, hadirnya film "Punk in Love" yang dimainkan oleh Vino, Yogi, Andika dan Aulia ini memang memberikan pandangan beda tentang kehidupan anak punk.

Film "Punk in Love" yang memang sudah liris 3 tahun yang lalu ini, tepatnya 9 Juli 2009, memang membuat kita sebagai penonton akan mengetahui bagaimana kehidupan anak punk yang dijalani di film ini.

Film yang disutradarai oleh Mas Ody C. Harahap yang merupakan sutradara yang sama di film Kawin Kontrak dan Kawin Kontrak lagi ini, bergenre komedi. Jika kalian sudah menonton film komedi "Punk in Love" ini di bioskop, mungkin kalian akan bernostalgia akan semua adegan lucu yang ada di film itu yang akan dibahas di sini.

Para Pemain Film Ini

Film "Punk in Love" ini diperankan oleh empat pemeran utama, seperti Vino G. Bastian sebagai Arok, Andhika Pratama sebagai Yoji, Yogi Finanda sebagai Mojo, dan Aulia Sarah sebagai Almira. Film ini menghadirkan satu perempuan punk, yaitu Almira sebagai pemanis dan mengembangkan sebuah cinta yang akan hadir dalam kelompok punk tersebut. Film ini juga dibintangi oleh pemeran pembantu seperti Davina Veronica, Girindra Kara, Dallas Pratama, dan Catherine Wilson. 

Biar rambut jingkrak, hati tetep dangdut.

Arok di dalam film ini mempunyai watak yang sangar tetapi sering kaget. Vino memang cocok untuk memerankan film tersebut. Sesangar apapun Vino, wajahkan akan tetap diminati para perempuan yang menggemarinya. Yoji di dalam film ini mempunyai watak gengsian.

Sebenarnya, Yoji suka lagu dangdut dan berjoget, tetapi jika teman-teman punk-nya yang menyukai musik aliran metal melihatnya berjoget, dia suka pura-pura diam. Yoji yang diperankan oleh Andhika Pratama memang cocok sekali. Oleh karena Andhika Pratama juga sering dan senang berjoget dangdut, maka semua adegan joget dalam film ini memang dihayati betul oleh Andika.

Mojo yang diperankan oleh Yogi Finanda ini berwatak melankolis serta jago membuat dan mendeklamasikan puisi juga seseorang yang nasionalis. Walaupun dandanan punk, Mojo adalah seseorang yang berjiwa lembut.

Salah satu perempuan pemeran utama di film ini adalah Almira yang diperankan oleh Aulia Sarah ini memang menjadi  daya tarik tersendiri di film ini. Satu-satunya cewe cantik disini berwatak paling ribet. Namanya juga perempuan, selalu menjadikan hal kecil menjadi besar begitu juga sebaliknya.

Sinopsis Cerita Film Ini

Film "Punk in Love" ini berceritakan sebuah perjalanan 4 sahabat punk dari Malang yang akan pergi ke Jakarta. Adegan pertama menampilkan tentang Arok yang berusaha ingin bunuh diri karena dia mengetahui pacarnya yang ada di Jakarta akan menglangsungkan pernikahan. Percobaan bunuh diri ini gagal karena dicegah oleh ketiga teman punk-nya.

Arok pun berencana pergi ke Jakarta bersama ketiga temannya untuk mencoba menggagalkan pernikahan pacarnya. Sebelum pergi ke Jakarta, keempat sahabat punk itu meminta doa pada ibunya Mojo di kuburan agar selamat dan sukses sampai di Jakarta.

Dalam adegan ini, ibu Mojo yang memang diceritakan sudah meninggal serasa bukan orang meninggal karena berpakaian kebaya dan samping. Mereka meminta izin dan doa dengan menggunakan bahsa Jawa yang kental. Adegan ini dianggap lucu karena setelah mereka berpamitan, mereka pergi tanpa merasa ada yang ganjal.

Mojo yang memang seorang penggali kuburan lupa untuk membereskan kuburan ibunya yang sudah digali untuk diminta izin. Ketika ibunya bilang dalam bahasa Jawa yang artinya “Hey, jangan lupa tutup lagi kuburannya” setelah mereka berempat pergi berjalan berjejer keluar kuburan, mereka langsung sadar, kalau kuburan ibu Mojo belum ditutup kembali.

Di akhir cerita film "Punk in Love", Arok akhirnya menikah dengan Maia. Teman-temannya seperti Yoji akhirnya menjadi model dan juga ternyata mencintai Almira dan menyatakan cintanya pada Almira. Mojo yang asalnya adalah tukang gali kubur berubah profesi menjadi aktor.

Film yang banyak menceritakan perjalanan dari suatu kota kecil dan kota kecil lainnya memberikan banyak petualangan baru untuk mereka. Anak punk dalam film "Punk in Love" ini ternyata mempunyai jiwa mencinta yang besar. Semua anak punk juga manusia. Walaupun mereka terlihat sangar, tetapi mereka juga mempunyai hati yang ternyata penakut dan berjiwa lembut.

Setelah berpamitan kepada ibu Mojo, mereka langsung pergi ke Jakarta dengan menumpang pada truk. Di sinilah semua kisah perjalanan mereka dimulai. Rencananya mereka akan menumpang truk itu sampai Jogja. Oleh karena tidak menanyakan ke mana arah truk itu melaju, mereka kira truk itu akan berangkat ke Jogja, ternyata setelah sampai si supir truk berkata bahwa ini adalah Bromo, bukan Jogja.

Mereka pun kesal karena tidak menanyakan terlebih dahulu. Jadinya mereka harus bermalam di sana karena ketika sampai Bromo hari sudah larut. Siang pun datang, mereka melanjutkan perjalanan dengan menumpang Jeep ke arat Barat dan sampai di Blitar.

Di Blitar mereka menemukan Makam Bung Karno, seketika itu Mojo si nasionalis sangat senang dan mengajak teman-temannya untuk sebentar berkunjung ke sana. Mereka lalu harus mengikuti Mojo untuk berdeklamasi tentang Sumpah Pemuda.

Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanannya ke Cepu dengan menggunakan mobil butut. Di Cepu mereka merasa lapar dan melihat tukang sate yang sedang berjualan. Oleh karena mereka hanya mempunyai sisa uang Rp. 6.000, jadi mereka membujuk tukang sate itu agar bisa memberikan mereka satenya sebanyak 40 tusuk hanya dengan Rp. 6.000. Walaupun mereka adalah anak punk, tetapi ketika si tukang sate mengajak berkelahi, mereka semua ketakutan. Inilah adegan lucu lainnya di dalam film ini.

Setelah kenyang makan malam, mereka melanjutkan perjalanannya ke Semarang dengan menggunakan minibus. Di dalam adegan ini, Yoji merasakan sakit perut luar biasa akibat sate semalam. Adegan ini memang terbilang jorok karena di sini Yoji tidak tahan ingin buang air besar. Akhirnya, dia buang air besar di jendela dan semua kotorannya terhempas ke kaca mobil seorang TNI. Mereka pun diturunkan di mini bus dan harus dihukum untuk membersihkan mobil si TNI itu.

Perjalanan mereka diteruskan ke Rembang juga Semarang dengan ikut para truk terigu. Di Semarang, mereka diturunkan di daerah banjir.

Oleh karena tidak ingin kebasahan, semua celana para punkers itu dilepas kecuali Almira. Oleh karena itu, mereka semua menggendong Almira walaupun ahirnya semuanya tercebur ke genangan banjir itu. Perjalanan  mereka terus melewati banyak rintangan dan pengalaman baru.

Perjalanan ke Jakarta pun dilanjutkan dengan menggunakan kereta barang sampai Banyumas dan menumpang mobil ambulans sampai Cirebon. Ketika ingin meneruskan perjalanannya ke Jakarta, mereka terhalanga oleh Mojo yang terkenan tetanus. Arok sempat menyerah tidak akan melanjutkan perjalanan dan akan pulang ke Malang karena temannya sakit. Namun, Mojo melarang dan ingin melanjutkan perjalanannya, akhirnya mereka sempat menculik dokter di bidan terdekat.

Setelah Mojo sembuh, mereka melanjutkan perjalanan ke Jakarta dengan kereta. Sesampainya di Jakarta,klimaks dalam film "Punk in Love" pun muncul. Adanya beberapa masalah dari mulai mereka di penjara, cincin yang Arok akan berikan pada Maia hilang digondol orang, serta ricuhnya mencoba menggagalkan pernikahan Maia dan pacarnya. Setelah Arok bertemu Maia, akhirnya Arok melamar Maia dan ternyata Maia pun mencintai Arok. Calon suami Maia malah bersyukur karena tidak jadi nikah karena lelaki itu ternyata belum siap.

Film "Punk in Love" yang menceritakan tentang anak punk ini hanya memperlihatkan sedikit sekali jiwa kesangarannya karena komedinya lebih terlihat kental dibandingkan dengan sangar dan sarkasmenya. Jika kalian lupa akan jalan ceritanya, coba sebaiknya tonton filmnya sekali lagi untuk sekedar hiburan. Semoga bermanfaat.  

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Film Drama Korea, My Love Toram
  • Film Pengantin Pantai Biru
  • Ratapan Anak Tiri - Film Sedih Sepanjang Masa
  • Belajar Kehidupan dari Film Titanic
  • 3 Idiots - Ketika Film Melahirkan Revolusi Pendidikan
  • Geliat Film Sebagai Hiburan dalam Islam
  • Tentang Film Ketika Cinta Bertasbih
  • Serba-serbi Ciuman
  • Sinopsis Film Catatan Akhir Sekolah
  • Gambaran Gaya Bercinta dengan Alam dalam Film
  • Belajar Menulis Skenario Drama Musikal
  • Laskar Pelangi - Karya Sastra Indonesia yang Fenomenal
  • My Name is Khan, Bingkai Inspiratif Film Motivasi
  • Mengasah Hati dengan Film Sepuluh
  • Film Terbaik Seputar Sepak Bola Dunia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA