Serunya Film Serigala Terakhir
Ingin menghabiskan weekend Anda bersama dengan teman-teman tetapi bosan menonton film romantis, komedi, drama dan horror yang mendominasi perfilman Indonesia saat ini? Tenang saja, Upi (sutradara sekaligus penulis skenario film) menggarap sebuah film dengan genre drama action. Genre film yang jarang sekali muncul di bioskop tanah air yaitu film Serigala Terakhir.
Alur Cerita Serigala Terakhir
Film Serigala Terakhir menceritakan tentang 5 orang sahabat yang tinggal di pinggiran kampung. Mereka berlima terdiri dari Ale yang diperankan oleh Fathir Muchtar, Jarot diperankan oleh Vino G. Bastian, lalu Dion Wiyoko sebagai Lukman, Sadat yang dimainkan oleh Ali Syakieb, dan Jago diperankan oleh Dallas Pratama. Mereka berlima berjanji untuk setia bersahabat sampai mati dalam suka dan duka. Tetapi suatu hari, tanpa sengaja Jarot membunuh seorang preman yang melukai Ale. Jarot pun dipenjara.
Jarot berharap, keempat sahabat mendukung dia. Tetapi selama dipenjara, tak ada satu pun sahabat Jarot yang menjenguknya. Hati Jarot sakit sekali. Ia merasa dikhianati oleh sahabat sendiri. Setelah keluar dari penjara, Jarot melakukan balas dendam dengan bergabung dalam Geng Mafia Naga Hitam. Sedangkan Ale, Fathir, Lukman dan Sadat sangat memusuhi Geng Naga Hitam. Maka konflik demi konflik pun dimulai dalam Film Serigala Terakhir ini.
Jarot menjadi pengedar narkoba dan salah satu korbannya adalah Adik Lukman. Adik Lukman sendiri over dosis narkotika hingga meninggal. Lukman menyalahkan Jarot dan ingin membalas perbuatan Jarot. Masalah mereka semakin pelik ketika Jarot ternyata jatuh cinta kepada Aisyah, adik kandung Ale. Konflik yang mengalir dan dekat dengan keseharian, membuat alur Film Serigala Terakhir asyik untuk diikuti.
Behind The Scene
Meski masih dipoles dengan unsur drama, secara keseluruhan, film Serigala Terakhir lebih mengangkat action. Aksi bertarung antar geng menjadi kelebihan dalam cerita ini. Karena mengangkat tema tentang kejahatan di seputar kita, maka mau tidak mau, film ini mengandung banyak adegan kekerasan.
Vino G Bastian mengatakan, ia dan 4 pemain utama Film Serigala terakhir yang lain tidak diajarkan gerakan-gerakan karate, silat atau kungfu. Jadi di film ini, aksi bertarung dilakukan secara alamiah. Vino menambahkan bahwa mereka hanya diajari untuk koreografi saat berantem. Vino dan Fathir mendapatkan penghargaan sebagai Pasangan Terfavorit dan pasangan terbaik pada IMA atau Indonesia Movie Awards 2010.
Upi selaku sutradara dan penulis scenario Film Serigala Terakhir mengatakan bahwa ia tidak ingin tanggung-tanggung dalam membuat film action. Maka jangan heran bila melihat banyak adegan baku hantam, kejar-kejaran mobil, saling tembak menembak, serta banyaknya darah berhamburan, menjadi film ini benar-benar terasa actionnya.
Upi yang mendapatkan penghargaan sebagai penulis skenario terpuji (Film Serigala Terakhir) pada Festival Film Bandung 2010 yang lalu, berharap agar penonton dapat memetik hikmah dan pesan moral dari film ini. Bila Anda penasaran, segera saja cari DVD asli Film Serigala Terakhir. Full Action!!






