logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Filsafat    Filsafat Ilmu Pendidikan

Filsafat Ilmu Pendidikan: Manusia Macam Apa yang Hendak Dibentuk?

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Ada masanya manusia hidup dalam mitos-mitos yang tidak ada pembuktian. Tidak ada realisme. Tidak ada logika. Tidak ada pengamatan. Tidak mengenal institusi pendidikan. Namun, masyarakatnya mampu mengorganisasi diri dan hidup lebih lama, lebih tenteram, lebih bebas dari kelompok lain yang mengenal sekolah.

Suku-suku tribal Britania seperti Saxon, Angle, Pictish, Irish, Welsh, menolak mentah-mentah peradaban Romawi walaupun mereka dijajah dan dikangkangi. Anak-anak mereka memboikot sekolah. Namun, bangsa itu hidup lebih ajeg dibanding penduduk kota Roma yang punah belasan kali karena diserang bangsa lain, dibinasakan, sampai digantikan oleh manusia baru. Filsafat ilmu pendidikan tribal tidak pernah mendorong orang untuk membangun sekolah dan memprogram jenis asupan makna apa yang berhak diisikan secara berkelompok.

Sebelum tulisan ini jatuh pada kisah sendi ujian nasional di Indonesia, perlu ditekankan bahwa ada beberapa aliran filsafat pendidikan tumbuh di luar tensi akademis yang ada. Mereka tumbuh bagai benalu, mengisap sari-sari pemikiran para akademis, lantas mempraktikannya dengan mengabsenkan kertas ijazah.

Aliran semacam itu yang tampaknya diperlukan untuk menyaingi peran sekolah yang semakin kolutif dengan tujuan pedagogis yang ingin menyempurnakan nilai manusia.

Terkecuali dari tokoh-tokoh seperti C.S Pierce, John Dewey, Soren Kierkegaard, atau Thomas Aquinass. Pendidikan adalah penerapan teorinya dengan tepat. Oleh karena itu, harus setia dengan ragam pendekatan pedagogis dari model penyuluhan, penerapan hukum, pemasangan rambu-rambu, dan penyisipannya dalam bentuk kertas ujian. Semuanya demi membangun generasi yang baik.

Perlombaan Generasi demi Kolapsnya Bumi

Yang tidak disadari para filsuf pendidikan adalah apa yang mereka canangkan sebagai antisipasi generasi, rekayasa generasi, atau pendidikan terpadu, telah membawa bumi ke posisi kritis.

Perlombaan sumber daya manusia oleh segenap negara bangsa, ekuivalen dengan pemborosan sumber daya alam, pengerukan yang lebih cepat pula menghabiskan, dari para terdidik yang mereka tumbuhkan di sekolah.

Bumi lebih cepat ambruk, ekologi semakin tersingkirkan justru ketika para sarjana tehnik tercetak lebih banyak. Namun, setiap bangsa tidak mau tertinggal SDM-nya dari segi IPTEK.

Amerika Serikat merupakan corong besar yang memperlihatkan kesuksesan penguasaan IPTEK. Oleh karena itu, perlu ditiru habis sistem pendidikannya.

Di Indonesia, misalnya, dipaksakan satu model pendidikan kelas internasional yang digemari para ibu rumah tangga yang ingin anaknya terlihat keren. Sangat sophisticated dan bloon, mengingat hasilnya yang tidak jelas mau di kemanakan. Mengingat ekonomi Indonesia ditopang oleh pertanian dan perikanan, bukan alih teknologi.

Sudah jelas Indonesia tengah ikut dalam perlombaan generasi. Dalam filosofis pendidikannya, meremix paduan progesivitas dengan behavioritas. Melupakan sisi perrenialis dan esensialis dari pendidikan yang hendak diajukan.

Manusia apa yang hendak di bentuk para pendidik? Itulah pertanyaan penting dari ilmu pendidikan yang dipelajari para guru. Di tengah kerja berat mereka. Di tengah gaji kecil yang mustahil mereka. Di tengah para birokrat kementerian pendidikan yang korup. Orang tua murid penuntut. Dan anak-anak pelajar yang diasuh televisi.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Membangun Pemikiran Positif
  • Filsafat Alam Yunani Kuno
  • Pemikiran Modern dalam Islam Berkembang ke Arah Pemurnian
  • Pembaharuan Pemikiran Islam, Kembali pada Islam
  • Pemikiran Islam Liberal: Islam Gaya Bebas
  • Cara Mudah Belajar Filsafat Administrasi
  • Definisi Filsafat: Filsafat Bagi Dunia
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA