logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Medis    Dokter

Ibnu Sina: Ahli Filsafat Kedokteran Islam


Ilustrasi filsafat kedokteran

Siapa yang tak mengenal sosok Ibnu Sina, seorang ahli filsafat kedokteran Islam? Ibnu Sina, yang oleh orang Eropa disebut Avicena dilahirkan dengan nama sangat panjang: Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina.

Ia dilahirkan pada 370 hijriyah di sebuah desa yang dinamakan Khormeisan, yang posisinya dekat sekali dengan kota dimana Imam Bukhori dilahirkan, Bukhara (sekarang wilayah Uzbekistan).

Kecerdasan

Sejak kecil, Ibnu Sina sudah banyak menyihir orang karena kecerdasannya yang diatas rata-rata. Ia bisa dengan mudahnya menguasai berbagai disiplin ilmu, termasuk salah satunya bidang filsafat kedokteran (karena selain ia ahli di bidang kedokteran, juga dikenal sebagai filsuf muslim ternama). Ibnu Sina yang berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya.

Karena kejeniusannya itu, sampai-sampai ada beberapa orang yang mengarahkannya untuk tak bekerja apapun, selain menuntut ilmu pengetahuan.

Ibnu Sina pun mengabdikan seluruh kehidupannya untuk belajar dan mendalami berbagai ilmu pengetahuan. Dalam usianya yang relatif muda, ia sudah mahir dan menjadi terkenal karena menguasai ilmu kedokteran. Sesuatu yang langka di zaman itu sehingga Avicena di masa pemerintahan Nuh Ibn Mansyur yang merupakan Raja Bukhara untuk mengurus dan mengobati sang raja yang tengah menderita sakit sampai akhirnya meninggal dunia.

Di usianya yang ke delapan belas tahun, telah banyak ilmu dari hasil membaca di perpustakan Raja Nuh Ibn Mansyur yang tidak semua orang mempunyai kesempatan seperti dirinya tersebut. Semua buku ia baca, termasuk kedokteran yang dipadukan dengan pemikiran filsafat sehingga ia mampu menguasai dua term yang berbeda itu: filsafat kedokteran.

Kehidupan Ibnu Sina yang lekat dengan istana banyak memberinya kesempatan untuk menulis buku. Sebabnya, ia pun begitu sibuk dengan aktifitas menulis dan membaca sehingga lahirlah Qanun dalam bidang kedokteran atau menulis eksiklopedia filsafatnya yang kemudian ia beri nama kitab al-Syifa’.

Kesibukannya di pentas politik di istana Mansur, raja dinasti Samani, juga kedudukannya sebagai menteri di pemerintahan Abu Tahir Syamsud Daulah Deilami dan konflik politik yang terjadi akibat perebutan kekuasaan antara kelompok bangsawan, tidak mengurangi aktivitas keilmuan Ibnu Sina.

Disaat bepergian jauh pun kegiatan menulis tak pernah ditinggalkannya. Sampai ia dipenjara karena sentimen politik selama beberapa bulan di penjara Tajul Muk, penguasa Hamedan, Ibnu Sina masih tak berkurang hasratnya untuk menuangkan berbagai pikirannya dalam bentuk buku atau risalah. Saat berada di dalam penjara, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menggubah bait-bait syair, atau menulis perenungan agamanya dengan metode yang indah.

Karya-Karya

Dari sekian banyak bukunya, kitab al-Syifa’ dalam filsafat dan al-Qanun dalam bidang kedokteran merupakan karyanya yang tak pernah lekang ditelan massa. Khususnya kitab al-Qanun yang berisi kaidah-kaidah kedokteran dalam rentang waktu sangat lama menjadi rujukan ilmu kedokteran di berbagai belahan dunia. Kitab tersebut merupakan rujukan paling otentik yang berisi mengenai dasar-dasar ilmu kedokteran, berbagai jenis obat-obatan dan ragam penyakit ketika itu.

Al-Syifa’ ditulis dalam 18 jilid yang membahas ilmu filsafat, mantiq, matematika, ilmu alam dan ilahiyyat. Mantiq al-Syifa’ saat ini dikenal sebagai buku yang paling otentik dalam ilmu mantiq islami, sementara pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat dari kitab al-Syifa’ sampai saat ini juga masih menjadi bahan telaah.

Al-Qanun telah diterjemahkan ke berbgai bahasa dunia dan dipakai di Eropa seperti Inggris, Jerman dan Prancis. Didalamnya juga membahas perpadaun pengobatan tradisional purba dan metode pengobatan secara Islam.

Dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi.

Filsafat kedokteran Ibnu Sina mampu memadukan teorema-teorema umum dalam kerangka pemikiran secara islami, dimana penguatan etika dan moralitas dalam pengobatan, bahan-bahan obat yang digunakan, serta tujuan sosial dari dilakukannya upaya pengobatan.

Ibnu juga memiliki peran besar dalam mengembangkan berbagai bidang keilmuan. Beliau menerjemahkan karya Aqlides dan menjalankan observatorium untuk ilmu perbintangan. Dalam masalah energi Ibnu Sina memberikan hasil penelitiannya akan masalah ruangan hampa, cahaya dan panas kepada khazanah keilmuan dunia.

Dikatakan bahwa Ibnu Sina memiliki karya tulis yang dalam bahasa latin berjudul De Conglutineation Lagibum. Dalam salah bab karya tulis ini, Ibnu Sina membahas tentang asal nama gunung-gunung. Pembahasan ini sungguh menarik.

Di sana Ibnu Sina mengatakan, “Kemungkinan gunung tercipta karena dua penyebab. Pertama menggelembungnya kulit luar bumi dan ini terjadi lantaran goncangan hebat gempa. Kedua karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir. Proses mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan bumi.

Sebab sebagian permukaan bumi keras dan sebagian lagi lunak. Angin juga berperan dengan meniup sebagian dan meninggalkan sebagian pada tempatnya. Ini adalah penyebab munculnya gundukan di kulit luar bumi.”

Ibnu Sina dengan kekuatan logikanya -sehingga dalam banyak hal mengikuti teori matematika bahkan dalam kedokteran dan proses pengobatan- dikenal pula sebagai filosof tak tertandingi. Menurutnya, seseorang baru diakui sebagai ilmuan, jika ia menguasai filsafat secara sempurna. Ibnu Sina sangat cermat dalam mempelajari pandangan-pandangan Aristoteles di bidang filsafat.

Ketika menceritakan pengalamannya mempelajari pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina mengaku bahwa beliau membaca kitab Metafisika karya Aristoteles sebanyak 40 kali. Beliau menguasai maksud dari kitab itu secara sempurna setelah membaca syarah atau penjelasan ‘metafisika Aristoteles’ yang ditulis oleh Farabi, filosof muslim sebelumnya.

Dalam filsafat, kehidupan Abu Ali Ibnu Sina mengalami dua periode yang penting. Periode pertama adalah periode ketika beliau mengikuti faham filsafat paripatetik. Pada periode ini, Ibnu Sina dikenal sebagai penerjemah pemikiran Aristoteles. Periode kedua adalah periode ketika Ibnu Sina menarik diri dari faham paripatetik dan seperti yang dikatakannya sendiri cenderung kepada pemikiran iluminasi.

Berkat telaah dan studi filsafat yang dilakukan para filosof sebelumnya semisal Al-Kindi dan Farabi, Ibnu Sina berhasil menyusun sistem filsafat islam yang terkoordinasi dengan rapi. Pekerjaan besar yang dilakukan Ibnu Sina adalah menjawab berbagai persoalan filsafat yang tak terjawab sebelumnya.

Pengaruh pemikiran filsafat Ibnu Sina seperti karya pemikiran dan telaahnya di bidang kedokteran tidak hanya tertuju pada dunia Islam tetapi juga merambah Eropa. Albertos Magnus, ilmuan asal Jerman dari aliran Dominique yang hidup antara tahun 1200-1280 Masehi adalah orang Eropa pertama yang menulis penjelasan lengkap tentang filsafat Aristoteles.

Ia dikenal sebagai perintis utama pemikiran Aristoteles Kristen. Dialah yang mengawinkan dunia Kristen dengan pemikiran Aristoteles. Dia mengenal pandangan dan pemikiran filosof besar Yunani itu dari buku-buku Ibnu Sina. Filsafat metafisika Ibnu Sina adalah ringkasan dari tema-tema filosofis yang kebenarannya diakui dua abad setelahnya oleh para pemikir Barat.

Ibnu Sina wafat pada tahun 428 hijriyah pada usia 58 tahun. Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia dan namanya akan selalu dikenang sepanjang sejarah. Ibnu Sina adalah contoh dari peradaban besar Iran di zamannya.

Dengan filsafat kedokterannya tersebut, Ibnu Sina tak sebatas memberikan penanganan pengobatan juga melakuka syiar dakwah. Semoga kita semua bisa meniru langkah apa saja yang dilakukan Ibnu Sina tersebut.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Jenis Jenis Virus Pada Makhluk Hidup
  • Mengenal Tipe Golongan Darah Manusia
  • Bahaya Hidrokinon-Kulit Putih
  • Tips Berobat Ke Dokter Syaraf
  • Struktur dan Ciri-ciri Virus
  • Mengupas Tuntas Buku Kapita Selekta Kedokteran
  • Alergi Makanan yang Menyebalkan
  • Beberapa Buku Karangan dokter Hembing
  • Manfaat Virus bagi Umat Manusia
  • Pentingnya Kesehatan Organ Lambung
  • Macam-Macam Golongan Darah
  • Memahami Fisiologi Dari Jantung Manusia
  • Artikel Virus: HIV (Human Immunodeficiency Virus)
  • Adakah Rumah Sakit Jakarta Taraf Internasional?
  • Mengenal Usus Besar Manusia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA