Filsafat
Filsafat adalah studi mengenai segala fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dengan konsep yang mendasar. Pendalaman filsafat tidak dilakukan dengan cara eksperimen atau percobaan, tetapi dilakukan dengan cara menjelaskan masalah secara detail, mencari solusinya, memberikan argumentasi, dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu.
Dalam filsafat, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. Filsafat memiliki sifat tepat, teratur, spekulasi, keraguan, rasa penasaran, dan ketertarikan. Filsafat juga bisa dikatakan sebuah perjalanan menuju sesuatu dengan cara mendalam.
Klasifikasi Filsafat
Filsafat dapat diklasifikasikan menurut latar belakang geografis, budaya, bahasa, dan agama. Namun, dewasa ini, filsafat dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu menurut latar belakang wilayah dan latar belakang agama. Menurut latar belakang wilayah, filsafat terbagi menjadi Filsafat Barat, Filsafat Timur, dan Filsafat Timur Tengah. Sementara itu, menurut latar belakang agama, filsafat terbagi menjadi Filsafat Islam, Filsafat Kristen, Filsafat Budha, dan Filsafat Hindu.
Filsafat Barat
Filsafat Barat merupakan ilmu filsafat yang sering dipelajari di universitas-universitas di Eropa dan daerah jajahannya. Filsafat Barat berkembang dari tradisi filsafat bangsa Yunani kuno.
Filsafat Barat memiliki tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh di dunia filsafat. Toko Filsafat Barat, antara lain Plato, Rene Descrates, Aristoteles, Thomas Aquinas, Immanuel ant, Georg Hegel, Karl Heinrich Marx, Arthur Schopenheur, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre.
Dalam Filsafat Barat, dikenal aliran-aliran dalam filsafat, yakni:
1. Metafisika
Metafisika adalah bidang yang mengkaji berbagai hal yang ada. Pada bidang ini, hakikat yang ada dan eksistensi atau keberadaan secara umum dikaji dalam bidang Ontologi. Sementara, hakikat manusia dan alam semesta dikaji dalam bidang Kosmologi.
2. Epistemologi
Epistemologi adalah bidang yang mengkaji mengenai hakikat pengetahuan. Epistemologi membahas segala hal tentang pengetahuan, seperti sumber, batas, dan kebenaran suatu pengetahuan.
3. Aksiologi
Aksiologi adalah bidang yang mengkaji masalah norma dan nilai yang ada dalam kehidupan manusia. Dari bidang Aksiologi, terlahir dua cabang ilmu filsafat yang membahas tentang aspek kualitas hidup manusia, yaitu estetika dan etika.
4. Etika
Etika biasa disebut filsafat moral. Bidang ini membahas tentang bagaimana manusia bertindak dan mempertanyakan bagaimana kebenaran dari dasar tindakan itu dapat diketahui. Dalam bidang ini, topik yang dibahas antara lain tentang kebaikan, kebenaran, tanggung jawab, suara hati, dan lain-lain.
5. Estetika
Bidang estetika ini mengkaji tentang keindahan dan dampaknya pada kehidupan. Dari bidang estetika, lahir berbagai jenis teori tentang kesenian dari beraneka macam budaya.
Filsafat Timur
Filsafat Timur merupakan tradisi pemikiran filsafat yang berkembang di wilayah Asia, khususnya India, China, dan daerah-daerah lain yang terpengaruh budayanya. Filsafat Timur mempunyai ciri khas, yaitu kedekatan filsafat dengan agama.
Sebuah ciri khas filsafat timur adalah hubungan filsafat dekat dengan agama. Meskipun, hal ini kurang lebih bisa dikatakan sama seperti filsafat barat, terutama di Abad pertengahan. Meskipun demikian, dalam filsafat barat lebih menonjol ‘an sich’ dibandingkan keagamaan.
Dalam studi post-kolonial bahkan ditemukan, filsafat timur dianggap lebih rendah ketimbang dengan sistem pemikiran barat. Pandangan rendah ini muncul, karena pemikiran timur tidak memenuhi kriteria filsafat menurut filsafat barat. Misalnya, karena filsafat timur memiliki unsur mistik.
Akan tetapi, sekalipun di antara filsafat timur dan filsafat barat terdapat beragam perbedaan, namun tidak bisa dinilai mana yang lebih baik. Hal ini dikarenakan, baik filsafat timur maupun filsafat barat, mempunyai keunikannya tersendiri. Disamping semua perbedaaan yang ada, filsafat timur dan filsafat barat diharapkan bisa saling melengkapi khazanah filsafat secara luas.
Pemikiran filsafat timur sering dianggap sebagai pemikiran yang tidak sistematis, tidak rasional, dan juga tidak kritis. Hal ini disebabkan, pemikiran timur cenderung lebih banyak membahas mengenai agama dibandingkan dengan filsafat. Pemikiran timur tidak menampilkan sistematika, seperti filsafat barat.
Misalnya, dalam pemikiran Cina, sistematikanya berdasarkan pada kontruksi kronologis. Mulai dari penciptaan sampai dengan meninggalnya manusia dijalin secara runtut. Adapun beberapa filosof timur yang terkenal adalah Zhuang Zi, Kong Hu Cu, Lao Tse, dan lain-lain.
Filsafat Timur Tengah
Filasat Timur Tengah merupakan filsafat yang dipengaruhi oleh Filsafat Barat. Hal ini disebabkan karena para filsuf Timur Tengah merupakan orang Arab atau orang Islam yang menaklukan daerah Laut Tengah dan menjumpai kebudayaan Yunani dalam tradisi falsafah mereka.
Kemudian, mereka menerjemahkan dan memberikan komentar terhadap hasil karyakarya. Bahkan disaat runtuhnya Kekaisaran romawi, para filsuf Timur Tengah tetap mempelajari karya-karya klasik Yunani. Selain itu, karya-karya klasik Yunani juga diterjemahkan kembali oleh orang-orang Eropa. Tokoh-tokoh Filsafat Timur Tengah antara lain Ibnu Sina, Kahlil Gibran, Ibnu Tufail, dan Averroes.
Filsafat Menurut Agama
1. Filsafat Islam
Filsafat ini seluruh filsufnya adalah muslim. Ada perbedaan besar antara Filsafat Islam dan filsafat lainnya. Dalam filsafat Islam, segala ajaran filsafat disesuaikan dengan ajaran agama Islam. Selain itu, dalam filsafat lain, keberadaan Tuhan masih dicari atau bahkan dipertanyakan, sedangkan dalam Islam, Tuhan sudah pasti ada.
Dalam tradisi intelektual islam, ditemukan tiga istilah yang umum untuk filsafat. Pertama adalah istilah hikmah. Istilah hikmah tampaknya dipakai sengaja agar terkesan bahwa filsafat itu bukan barang asing, melaikann berasal dan bermuara pada al-quran. Ada tujuh filsuf Yunani Kuno yang dikenal sebagai ahli hikmah, yaitu Chilon, Myson, Cleobulus, Bias, Pittacus, Solon, dan Thales.
Tentu, setiap hal yang ada di dunia ini tidak bisa terlepas dari pro-kontra, termasuk dengan istilah hikmah. Imam al-Ghazali termasuk salah satu yang menentang filsafat ini. Menurut Imam al-Ghazali, lafaz ‘hikmah’ digunakan hanya untuk kepentingan tertentu filsuf. Hal ini dikarenakan, hikmah yang dimaksdu dalam al-quran bukan filsafat, melainkan syariat islam yang diturunkan Allah kepada nabi dan rasul.
Secara garis besar, filsafat islam mengambil pelajaran dari imu-ilmu orang zaman dulu. Ilmu-ilmu tersebut berasal dari peradaban kuno pra-Islam, seperti Yunani, Romawi, Perisa, dan india. Termasuk di antaranya, ilmu logika, matematika, astronomi, kedokteran, biologi, fisika, dan sebagainya.
2. Filsafat Kristen
Filsafat ini disusun oleh para pemimpin gereja untuk menhadapi abad petengahan. Saat itu, dunia barat khususnya Kristen berada pada masa kegelapan. Masyarakat yang memeluk Kristen mempertanyakan kembali kepercayaan agamanya. Tokoh filsafat Kristen hampir semua merupakan ahli agama atau theologian, seperti Santo Thomas Aquinas dan Santo Bonaventura.
Ada beberapa aspek yang mendasari filsafat pendidikan Kristen. Pertama, aspek epistemogi. Dalam aspek ini berisikan bahwa tidak ada kebenaran di luar kerangka metafisika Allah. Semua kebenaran yang ada di dunia ini sudah sesuai dengan yang tertulis pada Alkitab.
Akan tetapi, tidak semua kebenaran tercakup dalam alkitab. Alkitab hanya memberikan kebenaran secara garis besarnya. Kebenaran itu tidak diperjelaskan satu persatu, tetapi secara keseluruhan. Contohnya saja air, Allah menciptakan air, tapi tidak dijelaskan bahwa air mengandung H2O
Tanpa adanya tuhan dalam kehidupan ini, mungkin sekarang manusia hanya bisa menggunakan atau mengandalkan kekuatannya sendiri untuk melakukan segala hal. Sementara itu, tanpa adanya manusia di muka bumi ini, kemuliaan Tuhan tidak bisa dirasakan. Untuk itu, Tuhan menciptakan manusia dengan sebaik mungkin, agar bisa merasakan kemuliaan-Nya.
Disinilah peran pendidikan Kristen dibutuhkan. Dengan adanya pendidikan Kristen, filsafat Kristen juga semakin berkembang. Jadikan semua pelajaran yang ada di kehidupan menjadi pelita di kegelapan.
Nah, sekarang sudah tahu kan seputar filosofi. Mulai dari pembagian berdasarkan latar belakang wilayah dan agama. Masing-masing pembagiannya sudah dijelaskan.
Demikianlah artikel mengenai filosofi. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat bagi para pembacanya.

