Fish Diagram sebagai Alat untuk Menganalisis Masalah
Mengenal Fish Diagram
Fish diagram dikenal juga dengan nama diagram, sebab akibat atau diagram tulang ikan. Dinamai demikian karena memang bentuknya menyerupai belulang ikan. Penemu diagram ini adalah seorang yang berasal dari Jepang yang bernama Ishikawa pada tahun 1950-an. Ketika itu, Ishikawa bekerja pada sebuah proyek pengendalian kualitas di Kawasaki Steel Company.
Diagram tulang ikan ini digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi sebab dari sebuah permasalahan. Kepala ikan menggambarkan akibat dari sesuatu, sedangkan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap sebuah akibat dinamakan ‘sebab’ yang digambarkan pada tulang ikan.
Bagaimana Diagram Tulang Ikan Menganalisis Sebuah Persoalan?
Secara umum, penyebab dari suatu permasalahan terdiri dari lima atau enam penyebab utama. Ishikawa mengkategorikan penyebab utama tersebut dalam faktor lingkungan, metode, material, administratif, mesin, dan manusia. Keenam penyebab utama ini digambarkan pada tulang-tulang utama. Masing-masing tulang utama itu mempunyai cabang, yaitu tulang lebih kecil.
Tulang yang lebih kecil ini menggambarkan semua hal-hal yang mungkin menjadi penyebab masalah. Proses penggalian dan pencarian penyebab ini dapat dilakukan sedetil mungkin hingga seluruh penyebab yang mungkin dapat ditemukan.
Setelah semua penyebab yang mungkin digambarkan pada diagram tulang ikan, selanjutnya dapat dilakukan analisis mengenai manakah penyebab yang paling mungkin untuk diatasi. Pada tahap ini dapat dilakukan penyusunan prioritas penyelesaian masalah. Ketika satu penyebab dapat diatasi, maka dapat dilanjutkan untuk mengatasi penyebab yang lain sehingga seluruh penyebab permasalahan dapat tuntas diatasi.
Diagram tulang ikan yang baik adalah diagram yang memiliki banyak cabang pada tulangnya. Semakin detail diagram yang dibuat, diharapkan kan dapat membantu penyelesaian masalah dengan lebih baik.
Sukses di Jepang, Belum Tentu di Amerika Serikat.
Diagram tulang ikan ini sangat terkenal di kalangan praktisi industri di Jepang. Pihak manajerial lini atas dan tengah bekerjasama dengan pekerja di shopfloor untuk menyusun diagram tulang ikan ini dalam menyelesaikan permasalah yang sedang mereka hadapi.
Namun, beberapa catatan menunjukkan bahwa penggunaan diagram ini tidak begitu berhasil diterapkan pada kalangan industri di Amerika Serikat.






