logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Fisika    Fisika Listrik Statis

Menguak Misteri Fisika Listrik Statis

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Dahulu, seorang ilmuwan Yunani, Thales of Miletus (625-547 SM) melakukan percobaan ilmiah fisika listrik statis. Dalam eksperimennya, dia menggosokkan sebuah batu ambar (karet atau damar dari pohon yang dikeraskan) ke kain wol, lalu mendekatkannya pada bulu ayam.

Ternyata, bulu ayam yang ringan itu menempel pada batu ambar. Dari sinilah, nama listrik ditemukan. Listrik berasal dari kata elektron yang dalam bahasa Yunani bertarti 'batu ambar'.

Namun, tidak selamanya bulu ayam itu menempel pada batu ambar. Setelah beberapa menit, bulu itu terjatuh ketika muatan listrik pada batu ambar habis. Muatan listrik yang sementara ada pada sebuah benda inilah yang disebut listrik statis.

Kok, Benda Netral Bisa Bermuatan Listrik?

Ya. Batu ambar, awalnya, merupakan benda netral, tetapi setelah digosokkan ke kain wol, muncullah listrik statis. Bagaimana hal itu terjadi? Dari mana listrik itu berasal?

Kalian tahu kan kalau setiap unsur di alam ini tersusun atas atom-atom. Misalnya, unsur perak, tersusun atas atom-atom perak. Begitu juga dengan emas, tersusun atas atom-atom emas.

Ternyata, di dalam atom ada 3 buah partikel kecil-kecil yang bernama elektron, proton, dan neutron. Proton dan neutron terdapat pada pusat atom, sementara elektron berada di luar pusat atom, mengelilingi inti.

Baik proton ataupun elektron sama-sama memiliki muatan listrik. Proton bermuatan positif (+) dan elektron negatif (-). Sementara neutron, tidak memiliki muatan listrik (netral).

Nah, mengapa batu ambar dapat bermuatan listrik?

Ketika Thales of Miletus menggosokkan batu ambar pada kain wol, kedua benda ini awalnya bersifat netral (tidak bermuatan listrik). Namun, setelah digosokkan selama waktu tertentu, sejumlah elektron dari kain wol pindah ke batu ambar.

Batu ambar yang tadinya netral menjadi bermuatan listrik negatif (karena mendapat tambahan elektron dari kain wol). Sementara kain wol menjadi bermuatan listrik positif karena beberapa elektronnya meloncat ke batu ambar sehingga jumlah proton kain wol lebih besar daripada elektronnya.

Selain batu ambar, ada beberapa benda lain yang dapat mengeluarkan listrik ketika digosok, antara lain benda yang terbuat dari plastik dan ebonit, jika digosokkan ke kain wol akan bermuatan negatif. Sementara benda dari kaca, akan bermuatan positif jika digosokkan ke kain sutra.

Kalian juga bisa melakukan eksperimen seperti Thales of Miletus. Tidak usah menggunakan batu ambar, gunakanlah benda-benda yang mudah didapat di sekitarmu. Seperti, menggosok balon ke kain wol atau penggaris plastik ke rambutmu.

Setelah penggaris plastik kalian gosok agak lama, dekatkanlah penggaris tadi ke kertas yang telah dirobek kecil-kecil dan lihat apa yang terjadi. Nah, selamat mencoba yah!

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Aplikasi Hukum Gauss: Penghitungan Medan Listrik
  • Manfaat Gelombang Elektromagnetik pada Keseharian
  • Memahami Fisika Gerak Lurus
  • Kompas, Alat dengan 16 Arah Mata Angin
  • Listrik Statis: Sebuah Fenomena Fisika
  • Hukum Bernoulli - Konsep Dasar Mekanika Fluida
  • Energi Panas Matahari yang Menghasilkan Listrik
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA