Ingin Panjang Usia? Pahami Fisiologi Tidur Anda!
Ilustrasi fisiologi tidur
Jangan anggap remeh soal tidur. Aktivitas ini teramat dibutuhkan oleh tubuh. Manusia bisa tahan tidak makan dan minum selama tiga hari, tetapi tidak untuk tidur. Oleh sebab itu, memahami fisiologi tidur menjadi sebuah keharusan. Selain menjamin kebugaran tubuh, tidur bisa memperpanjang usia. Tidak percaya? Simak uraian berikut.
Ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa orang yang jarang tidur di malam hari justru berusia lebih pendek daripada mereka yang tidak makan. Logikanya, malam adalah waktu yang tepat untuk mengistirahatkan badan, ketika badan tidak diperistirahatkan, kerja badan Anda justru akan lebih berat. Dan itulah yang dapat menyebabkan kesehatan Anda terganggu. Memahami fisiologi tidur sedikit banyak pasti akan membantu Anda untuk lebih "mencintai" tidur.
Bergadang memang seringkali dilakukan oleh manusia. Menyelesaikan pekerjaan yang dikejar tenggat waktu menjadi alasan yang cukup masuk akal. Tapi, bagaimana jika bergadang dilakukan hanya karena untuk kesenangan belaka? Alangkah baiknya jika dipikirkan kembali kebiasaan Anda tersebut.
Istilah bergadang ini berbeda dengan insomnia. Bergadang lebih pada kebiasaan tidak tidur di malam hari dengan berbagai alasan, sedangkan insomnia adalah kelainan tidur yang menyebabkan penderitanya kesulitan tidur secara berulang. Fisiologi tidur akan membuat Anda lebih mengerti apa itu manfaat tidur dan bagaimana tidur yang berkualitas.
Apa Itu Fisiologi Tidur?
Sebelum lebih jauh mengenal apa itu fisiologi tidur, mengetahui apa dan bagaimana fisiologi akan lebih membantu Anda mengetahui pentingnya fisiologi. Fisiologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari fungsi dari sebuah kehidupan. Jika dikaitkan dengan tidur, fisiologi tidur secara sederhana artinya adalah ilmu yang mempelajari bagaimana fungsi tidur bagi kehidupan.
Sedangkan tidur sendiri, berasal dari bahasa Latin, somnus, yang berarti 'alami periode pemulihan'. Tidur merupakan keadaan fisiologi (keadaan fisik) dari istirahat bagi tubuh dan pikiran. Dengan kata lain, tidur bisa disebut sebagai keadaan hilangnya kesadaran secara normal dan periodik (memiliki siklus atau waktu tertentu). Yaitu, keadaan tidak sadar yang dialami seseorang dan dapat dibangunkan kembali dengan indra atau rangsangan tepat serta cukup.
Dalam fisiologi tidur, kira-kira, berapa waktu ideal manusia tidur? Idealnya, manusia membutuhkan waktu tidur 8 jam untuk dapat memulihkan viatalitas tubuhnya. Tapi, yang menjadi permasalahan tidak semua orang bisa tidur dalam rentang waktu seperti itu. Ada yang terbiasa tidur kurang dari 8 jam, dan ada yang lebih dari 8 jam.
Seperti, Margareth Thatcher, mantan perdana menteri Inggris. Beliau hanya membutuhkan waktu empat jam untuk tidur. Namun, banyak juga yang membutuhkan delapan jam sehari semalam untuk tidur. Jadi, setiap orang punya kekhasan masing-masing. Punya variasi waktu tidur yang berbeda-beda. Hal ini juga terdapat dalam fisiologi tidur.
Akan tetapi, umumnya, dalam fisiologi tidur, manusia butuh tidur selama 6-7 jam dalam satu hari. Waktu ini dianggap lebih dari cukup agar tubuh dan pikiran menjadi segar kembali.
Jika pertanyaan apa itu tidur dan berapa lama idealnya manusia tidur telah terjawab. Lalu pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah apa fungsi tidur bagi tubuh manusia?
Apakah untuk memperbaiki sel-sel tubuh? Proses agar otak memadukan informasi ketika masih terjaga? Atau hanya suatu mekanisme warisan nenek moyang manusia? Tak ada yang tahu pasti. Lebih mudah menjawab apa itu tidur dan berapa lama tidur dibanding menjawab mengapa manusia tidur. Para ilmuwan belum sepakat untuk satu jawaban yang meyakinkan. Masing-masing punya argumen.
Argumen-argumen tersebut pada dasarnya kembali pada sebuah pendapat yang dikenal dengan istilah fisiologi tidur. Menyatakan bahwa tidur itu bermanfaat bagi tubuh, fisiologi tidur juga menggambarkan fungsi tidur yang lain.
Dalam fisiologi tidur, manfaat tidur salah satunya adalah tidur diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental dan emosional serta kesehatan tubuh. Selama tidur, seseorang akan mengulang (review) kembali kejadian sehari-hari. Kemudian, memproses dan menggunakannya untuk masa depan. Termasuk, “mengistirahatkan” organ-organ penting tubuh. Proses ini bermanfaat agar kesegaran fisik dan mental tetap terjaga baik.
Fisiologi Tidur - Perubahan ketika Tidur
Dalam fisiologi tidur, saat manusia tidur, terjadi perubahan fisiologi tubuh. Yaitu, tekanan darah menjadi turun, nadi melambat, pernapasan menurun, temperatur tubuh juga turun, pembuluh darah di kulit melebar, gerakan usus kadang-kadang lebih aktif, kebanyakan otot-otot tubuh jadi rileks, dan secara umum metabolisme tubuh turun hingga 20 persen dibanding ketika tubuh masih terjaga.
Adapun organ yang paling jelas berbeda pada waktu bangun dan tidur adalah otak. Ketika tidur, otak menjadi pasif dan minim memberikan respon terhadap dunia luar. Awalnya, ilmuwan pada permulaan abad ke-20 menduga tidur disebabkan oleh suatu zat kimia yang terkumpul di otak. Namun, ketika para ilmuwan berhasil merekam gelombang elektrik dengan Elektro Encephalo Graph (EEG), ternyata aktivitas di otak berbeda saat terjaga dan tidur. Hal ini juga dipelajari ketika seseorang ingin mengetahui fisiologi tidur
Bahkan, masih membicarakan fisiologi tidur, ketika tidur pun, otak punya aktivitas yang berbeda-beda. Dengan demikian, para ilmuwan bersimpulan bahwa ada dua pola tidur. Yaitu, pola tidur biasa atau NREM (Non Rapid Eye Movementatau gerakan mata tidak cepat) dan pola tidur paradoksikal atau REM (Rapid Eye Movement atau gerakan mata cepat).
Dalam fisiologi tidur, pola pertama (NREM) terdiri atas empat tahap. Tiap-tiap tahap menunjukkan kedalaman (nyenyak) tidur seseorang. Efeknya menyegarkan bagi tubuh. Adapun pola kedua (REM) dinamakan paradoksikal karena bersifat paradoks. Meskipun tidur nyenyak, otak benar-benar dalam keadaan aktif, tidak seperti pola pertama. Pada pola kedua ini, biasanya terjadi mimpi.
Pola tidur REM diperlukan sebagai keseimbangan mental dan emosi. Berperan juga dalam penyimpanan memori hasil belajar dan adaptasi psikologis. Fungsi yang amat vital untuk mencegah stres. Dalam tidur malam yang berlangsung selama 6-8 jam, pola REM dan NREM terjadi secara bergantian sebanyak 4-6 siklus. Informasi semua itu akan Anda dapatkan ketika mempelajari apa itu fisiologi tidur.
Memahami Fisiologi Tidur Akan Membuat Anda Panjang Usia?
Maksudnya tentu bukan berarti Anda memahami fisiologi tidur, lantas Anda bisa memiliki usia yang panjang. Maksud dari pernyataan tersebut adalah dengan memahami fisiologi tidur, secara tidak langsung Anda akan mulai lebih mencintai tidur atau paling tidak berupaya untuk mencintai tidur, sehingga waktu tidur Anda menjadi lebih banyak, dan kesehatan pun terjaga.
Fisiologi tidur sudah disebutkan beberapa kali. Dan masih tetap sama bahwa tidur memainkan peran penting untuk memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan di antara berbagai susunan saraf. Tidur juga penting bagi struktur tubuh dengan memulihkan kesegaran dan fungsi organ. Hal ini mengingat terjadinya penurunan aktivitas organ-organ tubuh selama tidur.
Dengan mengetahui efek fisiologis tidur, yaitu pada sistem saraf dan tubuh, tepatlah kiranya tidur yang cukup menjadi sangat dibutuhkan oleh manusia. Didukung pola makan yang sehat dan olah raga secara teratur dijamin kualitas serta harapan hidup seseorang akan menjadi lebih baik dan lama.
Setelah mengatahui fisiologi tidur bagi Anda yang bermasalah dengan tidur, ada baiknya mulai sekarang cari pengobatan yang tepat untuk mengatasi masalah tidur Anda. Agar semua dampak positif tidur dapat dirasakan oleh tubuh.

