Font Pilihan untuk Tulisan Kreatif Anda

Font atau huruf menurut ilmu linguistik merupakan perlambangan dari bunyi-bunyi bahasa. Font digunakan dalam berbagai tulisan maupun karya lainnya, seperti merek, logo, dan karya cetakan maupun digital.
Dengan menggunakan komputer, kita akan lebih mudah bermain-main dengan penggunaan huruf. Namun, jangan sampai pemilihan huruf untuk berbagai karya yang kita buat justru mengaburkan tujuan penulisan karena kurang terbaca atau tidak sesuai konsep.
Sepintas, memang tidak ada salahnya kita menggunakan sembarang font dalam membuat berbagai tulisan. Namun, permasalahan bisa saja muncul jika kita kurang tepat memilih font yang sesuai untuk tulisan. Untuk itu, kita harus memahami adanya aspek psikologis yang terkandung dalam setiap jenis huruf.
Aspek psikologis tersebut memberikan kesan tertentu bagi pembaca tulisan kita. Misalnya, ada beberapa jenis font yang memberi kesan kekanak-kanakan dan tidak serius seperti jenis comic sans; kesan seram seperti chiller; kesan arkais seperti courier; dan sebagainya.
Pembagian Jenis Font
Secara umum, jenis-jenis font yang ada dikelompokkan menjadi beberapa bagian, di antaranya:
- Font dari keluarga sherif yang memiliki perpanjangan atau tanduk pada setiap ujungnya, dan font dari keluarga sans sherif yang tidak memiliki perpanjangan pada setiap ujungnya.
- Font dengan penampilan tebal (bold), miring (italic), dan tipis (light).
- Font dengan kerapatan yang jarang ataupun kerapatan yang padat (narrow/condensed).
- Font dengan ujung-ujungnya yang meruncing atau membulat (rounded).
- Font yang berbentuk tulisan tangan (hand writer dan calligraphic), atau berbentuk cetakan mesin tik (type writer), grafitti, bahkan berbentuk objek tertentu seperti manusia, tumbuhan, binatang, balon, dan benda lainnya.
Memilih Font untuk Tulisan Kreatif
- Setiap tulisan tentu harus jelas dibaca oleh karena itu utamakanlah keterbacaan.
Dalam ukuran kecil, font dari keluarga sherif memiliki tingkat keterbacaan yang relatif lebih tinggi dibandingkan font dari keluarga sans sherif.
Demikian juga kerapatan dan tebal font. Dalam ukuran kecil, font dengan kerapatan yang padat atau tulisan font yang tebal akan terlihat kabur. Sebaliknya, font yang terlalu tipis kadang-kadang kurang jelas saat dicetak atau diprint.
- Sesuaikan jenis font dengan jenis, isi, dan sasaran tulisan.
Jika sasaran tulisan adalah anak-anak dan tulisan kita bukan tulisan ilmiah, tak ada salahnya kita memilih font yang sesuai dengan karakter anak. Bisa ceria, tidak serius, dan lucu seperti comic sans atau chalk.
Jika tulisan kita berisi pembahasan mengenai teknologi, maka sebaiknya menghindari penggunaan tulisan yang klasik atau arkais. Sementara, jika tulisan kita diperuntukkan bagi remaja putri, font yang bersifat feminin dan agak "centil" boleh juga menjadi pilihan.
- Sebaiknya jangan terlalu banyak menggunakan jenis font dalam satu tulisan.
Cukup satu jenis font yang sesuai untuk satu judul tulisan.
- Penghematan tinta dan kertas.
Jika Anda bertujuan melakukan penghematan tinta atau kertas, tidak ada salahnya memilih font yang bersifat light atau condensed seperti Century Gothic dan sejenisnya.
- Tergoda font unik.
Jangan tergoda untuk menggunakan font yang menurut Anda unik atau cantik pada font yang terinstal secara default karena bisa jadi font tersebut terkesan pasaran, bahkan murahan.
- Perbanyaklah perbendaharaan font di komputer Anda.
Ribuan jenis font dapat Anda unduh secara gratis di beberapa situs seperti www.1001freefonts.com, www.dafont.com, www.urbanfont.com, dan sebagainya.
JIka mau yang lebih spesial, Anda juga bisa membelinya tersebut dengan harga yang terjangkau.
- Logo dan merek
Untuk logo atau merek, pilihlah font yang menjadi ikon sekaligus perwujudan citra perusahaan atau produk Anda.






