logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Pernikahan    Foto Pernikahan

Merancang Foto Pernikahan


Ilustrasi foto pernikahan

Dalam sebuah prosesi pernikahan, salah satu hal yang wajib ada dan tidak boleh dilewatkan adalah membuat foto pernikahan. Sebab, hal ini merupakan sarana untuk mengabadikan kegiatan yang hanya dijalankan sekali dalam kehidupan manusia. Itulah mengapa, banyak pasangan pengantin yang menginginkan membuat foto pernikahan mereka sesempurna mungkin.

Untuk memudahkan pasangan pengantin dalam membuat foto pernikahan, biasanya para perias pengantin sudah menjalin kerjasama dengan studio foto tertentu. Sehingga, calon pengantin tidak perlu lagi harus direpotkan untuk mencari fotografer yang akan mengabadikan prosesi pernikahan mereka.

Namun tak jarang, ada juga pasangan pengantin yang memiliki fotografer kepercayaan mereka. Sehingga mereka tidak lagi menggunakan jasa fotografer yang sudah bekerjasama dengan perias. Hal ini pun tidak menjadi sebuah masalah dan memang tidak ada keharusan bahwa dalam sebuah pesta pernikahan, untuk proses dokumentasinya menggunakan fotografer rekomendasi dari penata rias pengantin tersebut.

Dalam foto pernikahan, seorang fotografer tidak hanya mengabadikan peristiwa yang menjadi sebuah seremonial saja. Seperti memotret upacara pernikahan yang jika menggunakan tata cara adat akan melalui ritual tertentu. Atau juga hanya memotret para tamu undangan yang hendak berpose bersama kedua mempelai atau keluarga pengantin saja.

Akan lebih baik jika dalam foto pernikahan, seorang fotografer juga mengabadikan beberapa moment yang tidak termasuk dalam rangkaian seremonial pernikahan. Seperti mengabadikan tamu undangan yang hendak masuk, situasi ruangan resepsi atau juga mengabadikan beberapa kegiatan misalnya dari para penyanyi yang menghibur tamu undangan.

Hal ini secara tidak langsung akan membangun nuansa tersendiri setelah pesta pernikahan tersebut usai. Karena pasangan pengantin dan keluarga akan bisa mengenang suasana yang terbangun dalam proses pernikahan tersebut. Selain itu, melalui foto-foto yang bersifat momentum tersebut, akan menyajikan pemandangan yang mungkin terlewatkan oleh pasangan pengantin pada saat prosesi acara berlangsung karena banyaknya tamu undangan yang datang.

Untuk mendapatkan foto-foto semacam ini, tidak ada salahnya kepada calon mempelai untuk memberikan instruksi khusus kepada fotografer yang bertugas. Sebab, ada juga fotografer pesta pernikahan yang malas untuk bergerak dan memilih memasang kamera mereka pada tripod dan hanya mengabadikan acara yang termasuk dalam seremoni saja. Fotografer semacam ini, tentunya kurang cukup mampu menyajikan nuansa dan informasi setelah pesta pernikahan usai. Sebab, mereka hanya mengambil gambar pada apa yang ada di atas panggung saja dan melewatkan moment yang ada di bagian lain dari gedung pernikahan tersebut.

Foto Pernikahan - Foto Prewedding

Selain foto pernikahan, beberapa pasangan pengantin ada juga yang menginginkan moment khusus lain menjelang pesta pernikahan berlangsung. Biasanya moment tersebut dikenal dengan sebutan prewedding session yaitu sebuah prosesi pemotretan yang berlangsung sebelum acara pernikahan berlangsung.

Dalam foto pre wedding ini, ada beberapa pasangan yang memilih tema tertentu dan menggunakan busana pengantin. Lokasi yang dipilih untuk pemotretan adalah kawasan yang dianggap memiliki daya tarik tersendiri serta berkesan unik karena jarang digunakan untuk kegiatan serupa.

Namun ada pula pasangan yang lebih menonjolkan pada ekpresi kemesraan daripada mementingkan busana yang dikenakan pada saat foto pre wedding tersebut. Hal ini tentu saja tergantung pada selera masing-masing pasangan karena memang tidak ada keharusan untuk melakukan ritual ini. Itulah mengapa ada beberapa pasangan yang memilih untuk tidak melakukan aktivitas pemotretan pre wedding ini dengan berbagai macam alasannya.

Pada nantinya, hasil pemotretan pre wedding ini biasanya akan dipasang pada beberapa media. Salah satunya adalah dipasang pada kartu undangan yang akan dikirimkan pada kerabat dan relasi. Selain itu, ada juga yang menjadikannya sebagai foto poster yang akan dipasang pada pintu masuk gedung resepsi pernikahan sebagai identitas pasangan yang akan menikah.

Tentu saja, aktivitas ini harus diikuti konsekuensi munculnya biaya tambahan. Sebab, tidak jarang untuk mendapatkan moment yang istimewa dan lokasi yang terkesan unik, harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Selain memakan biaya, hal ini juga membutuhkan waktu tersendiri.

Inilah mengapa tidak semua calon pasangan pengantin mau melakukan aktivitas pemotretan pre wedding tersebut. Selain untuk menghemat biaya, ada beberapa pasangan yang menganggap bahwa memasang foto diri pada kartu undangan merupakan hal yang tidak patut dilakukan. Karena biasanya, kartu undangan yang sudah tidak berlaku akan dibuang ke tempat sampah. Jika dalam kartu undangan tersebut terpasang foto diri kita, maka sama saja kita membuang foto kita ke tempat sampah tersebut.

Namun demikian apapun alasannya, masing-masing pihak memiliki dasar tersendiri untuk melakukan atau tidak melakukan prosesi foto pre wedding tersebut. Sebab, yang paling utama adalah bukan dari foto pre wedding tersebut melainkan acara pernikahan itu sendiri yang utama.

Membuat Foto Pernikahan yang Baik

Dalam sebuah foto pernikahan, yang perlu diperhatikan oleh seorang fotografer adalah mengenai komposisi. Karena pada bagian komposisi inilah, sebuah foto akan bisa dinilai kualitasnya. Dengan memahami mengenai konsep komposisi, sebuah foto pernikahan bukan hanya akan menyajikan sebuah gambar saja. Lebih jauh, foto tersebut akan memiliki nilai seni yang cukup indah untuk dinikmati.

Menurut seorang ahli fotografi, komposisi merupakan teknik membagi bidang pada sebuah gambar. Melalui pembagian bidang yang harmonis, maka sebuah foto akan bisa terlihat lebih indah dan nampak nyata. Terutama jika dibandingkan dengan foto yang diambil tanpa mempedulikan unsur komposisi tersebut.

Saat hendak memotret acara pernikahan, seorang fotografer harus bisa memilih obyek foto. Pada moment ini, kamera sudah bisa diarahkan pada obyek pemotretan dengan melihat unsur komposisi fotografi. Bagi fotografer pemula, proses ini bisa dilakukan dengan cara melakukan pemotretan selama beberapa kali dari sudut pandang yang berbeda pada obyek yang sama. Tujuannya, untuk mendapatkan hasil bidikan yang paling indah dan memenuhi unsur komposisi.

Cara seperti ini akan sangat penting dalam memunculkan naluri dan insting seorang fotografer pemula. Sebab, dalam dunia fotografi teknik serta peralatan yang memadai saja belumlah cukup untuk bisa menciptakan hasil foto yang menarik. Naluri merupakan salah satu unsur penting agar bisa tercipta foto yang indah serta mengandung nilai seni.

Lantas mengapa unsur komposisi begitu dipentingkan dalam memotret sebuah acara pernikahan? Ada beberapa hal yang menyebabkan komposisi menjadi sebuah unsur yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Mengubah obyek yang terlihat sederhana menjadi memiliki makna dan mampu menyajikan sebuah cerita.

  • Menguatkan obyek. Dalam acara pernikahan biasanya ada beberapa prosesi seperti mencium tangan orang tua. Moment ini akan nampak bermakna apabila pada saat itu, ada pasangan pengantin yang menangis dan fotografer mampu memotret air mata yang keluar tersebut.

  • Fokus. Dengan mennggunakan teknik komposisi, akan memudahkan seseorang mengetahui apa yang menjadi obyek utama dari foto tersebut, serta memahami apa maksud dari obyek yang dituju oleh fotografer.

  • Menguatkan kesan. Foto yang dibuat dalam jarak dekat akan mampu menimbulkan kesan lebih mendalam daripada foto yang diambil dari jarak yang jauh.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sejuta Momen dalam Foto Keluarga
  • Beberapa Lokasi Foto Pre Wedding di Jawa Barat
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA