Seluk Beluk Dunia Sang Fotografer
Ilustrasi fotografer
Fotografer, sebuah profesi yang terlihat menarik, menantang, sekaligus mengesankan. Katakanlah ada seorang Darwis ataupun Yuyung Abdi yang bisa sukses dalam bidang ini. Yang ada dalam ingatan kita, seorang fotografer adalah sosok misterius yang selalu membawa kamera berukuran besar dengan beberapa lensa dan tripot kemana pun melangkah.
Sungguh sebuah perjalanan hidup dan pekerjaan yang panjang serta memerlukan sederetan ketekunan, kekuatan, dan pengalaman agar dapat menjadi seorang fotografer handal. Bagaimana tidak, karena profesi tersebut membutuhkan totalitas diri dalam menuangkan seni kreativitas memotret, mencari obyek yang tepat, atau bahkan menjadikan sebuah obyek menjadi menarik.
Fotografer dan Fotografi
Seorang fotografer terutama harus menguasai ilmu fotografi. Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan fotografi itu sendiri? Fotografi merupakan suatu ilmu yang membaur dalam kehidupan kita sehari-hari, pemandangan sekitar kita menjadi lebih berwarna-warni dengan adanya fotografi.
Mulai dari dalam rumah sampai ke jalan-jalan kita banyak menemui karya dari seorang fotografer. Coba kita lihat bungkus pasta gigi, sabun, kalender meja, sampul buku, sampai dengan pajangan di dinding hampir semua adalah foto.
Begitupun di jalan-jalan sering kita jumpai papan nama sebuah toko atau kantor, spanduk promosi, baliho besar di depan sekolah, semua tidak terlepas dari unsur fotografi baik berupa foto manusia, binatang, tumbuhan, maupun obyek yang lainnya. Gambar-gambar tersebut sebagian besar merupakan hasil karya fotografer.
Serunya Menjadi Seorang Fotografer
Setiap orang sebenarnya dapat mempelajari teknik fotografi tersebut, dan menjadi fotografer. Soal bagaimana nantinya apakah akan berlanjut menjadi profesional atau hanya sekadar hobbi saja bergantung pada kemauan dan bakat yang mendasari diri seseorang tersebut.
Yang pasti menjadi fotografer tahap pemula pun sudah merupakan sesuatu yang patut untuk disyukuri, karena dengan mempelajari fotografi kita akan dapat melakukan hal-hal menarik dan spektakuler sebagai berikut:
1. Serunya Menjadi Fotografer - Sebagai "Alat" Dokumentasi
Menjadi seorang fotografer memberikan keseruan tersendiri. Kita akan dilibatkan ketika ada acara di sekolah, di kantor, pernikahan sahabat atau saudara, study tour, memotret perlombaan, ulang tahun, dan berbagai macam kegiatan lainnya yang ada di sekitar kita.
2. Serunya Menjadiu Fotografer - Mengagumi Sebuah Karya
Sebagai seorang fotografer, memotret berbagai objek yang ada di muka bumi tentu saja menjadi pekerjaan sehari-hari. Anda bisa dengan bebas menikmati pemandangan alam atau berbagai objek dari kacamata lensa. Dan keseruannya pasti akan jauh berbeda.
3. Serunya Menjadi Fotografer - Menyalurkan Hobi
Sebagai penyaluran hobi yang baik; memotret atau menjadi seorang fotografer adalah salah satu hobbi yang patut ditekuni bahkan oleh pelajar sekalipun, dari pada mereka sibuk bermain PS misalnya.
4. Serunya Menjadi Fotografer - Perbanyak Teman
Salah satu alternatif mencari teman yang se-ide ya menjadi fotografer. Teman kita akan bertambah banyak terutama dari sesama peminat fotografi.
5. Serunya Menjadi Fotografer - Membantu Bisnis
Menjadi seorang fotografer juga bisa membantu Anda menjalankan bisnis yang lain. Seorang fotografer biasanya juga memiliki bisnis masing-masing, dan kita akan bisa berbagai informasi bisnis dengan mereka di saat meluangkan waktu bersama-sama untuk melakukan hobi tersebut.
6. Serunya Menjadi Fotografer - Mendapatkan Uang
Menjadi seorang fotografer juga bisa berfungsi sebagai sumber penghasilan. Apabila kita menjadikan fotografer sebagai sarana profesi atau pekerjaan maka tentu saja kita akan mendapatkan penghasilan dari sana.
Menjadi Fotografer Handal
Apabila kita akan menekuni profesi fotografer, tentu saja kita perlu untuk mengenal seluk beluk dan segala hal tentang fotografi. Ada beberapa hal yang mutlak harus diketahui, yaitu antara lain mengenal dan memilih kamera, mengenal dan menempatkan obyek, serta teknik fotografi itu sendiri.
Sehingga hasil potret yang kita buat bukan sekadar menjadi gambaran mati tanpa makna namun dapat bercerita tentang sebuah keadaan kepada orang lain yang tidak turut serta dalam situasi tersebut. Menjadi seorang fotografer handal bukan sebuah khayalan.
Menjadi Fotografer - Mengenal dan Memilih Kamera
Ada beberapa jenis kamera yang semestinya diketahui oleh seorang fotografer, meskipun nantinya mereka hanya akan memgunakan satu jenis kamera terlengkap yaitu SLR. Beberapa jenis kamera tersebut, antara lain:
1. Fotografer dan Tentengan Kamera - SLR
SLR (Single Lens Reflex) adalah jenis kamera yang dipergunakan oleh seorang fotografer karena memiliki keunggulan berupa resolusi atau ukuran megapixel yang sangat tinggi, lensanya bisa ditukar dengan lensa sudut, jangkauan pemotretan lebih jauh dan lebih fokus.
SLR sendiri memiliki dua jenis yaitu manual yang masih menggunakan film dan SLR digital yang sudah menggunakan sistem digital. Kamera jenis ini boleh dikatakan sebagai kamera yang paling banyak digunakan oleh fotografer.
2. Fotografer dan Tentengan Kamera - Kamera Pocket
Kamera pocket atau kamera saku adalah jenis kamera yang mudah dibawa kemana-mana dan terutama bisa dimasukkan ke saku baju atau celana sesuai dengan namanya. Keunggulan dari kamera pocket ini yaitu praktis dan mudah dioperasikan meskipun oleh fotografer pemula tetapi tentu saja resolusinya kalah tinggi dibanding SLR.
3. Fotografer dan Tentengan Kamera - Kamera Handphone
Ada yang salah ketika seorang fotografer menggunakan kamera handphone dalam kegiatannya? Tentu saja tidak. Karena fotografer juga tidak selamanya harus menenteng kamera SLR yang cukup besar itu bukan?
Kamera handphone digunakan oleh fotografer sebagai "senjata rahasia". Hasil pemotretan memang kurang maksimal karena memang fungsi sebenarnya bukan untuk memotret namun hanya pelengkap kinerja alat komunikasi tersebut.
Kelebihan SLR di Mata Fotografer
Di antara jenis kamera yang biasa dan bisa digunakan oleh seorang fotografer, SLR memang merupakan pilihan yang terbaik. Oleh sebab itu, tidak heran bila informasi mengenai SLR cukup menarik bagi para fotografer.
Lalu, apa saja kelebihan SLR sehingga menjadi pilihan banyak fotografer untuk mengabadikan karyanya?
1. Kelebihan SLR di Mata Fotografer - Sensor
Sensor pada SLR yang biasanya terbuat dari bahan semi konduktor berfungsi untuk menerima cahaya yang masuk melalui lensa. Semakin besar intensitas cahaya yang masuk, maka gambar akan semakin terang, dan hal ini tentu saja memudahkan kinerje fotografer untuk memotret di tempat dengan pencahayaan kurang.
2. Kelebihan SLR di Mata Fotografer - Kecepatan Rana
Kecepatan rana berfungsi sebagai pengatur besar kecilnya cahaya yang masuk ke dalam kamera. Fasilitas tersebut hanya dimiliki oleh kamera jenis SLR dan bukan oleh kamera pocket, karena sekali lagi menu yang ada di kamera pocket lebih otomatis, dan hal tersebut cenderung tidak begitu diminati oleh para fotografer.
Kecepatan rana yang tinggi mampu memotret obyek yang bergerak dengan kecepatan tinggi menjadi seperti diam, contohnya pada air yang menetes atau biji-bijian yang terlempar. Apabila seorang fotografer memilih kecepatan rendah untuk menunjukkan aliran pada air terjun maka cahaya yang masuk akan terlalu banyak dan harus diimbangi dengan membuka diafragma pada bukaan kecil (angka besar) begitu pula sebaliknya.
3. Kelebihan SLR di Mata Fotografer - Diafragma
Fungsi utama dari diafragma adalah mengatur besar kecilnya bukaan lensa untuk memastikan sedikit banyak cahaya yang masuk. Semakin kecil angka diafragma maka semakin besar bukaan lensa dan semakin banyak cahaya yang masuk. Istilah ini pasti tidak asing bagi para fotografer.
Diafragma ditandai dengan angka f2,8 ; f4; f5,6; f8, dan f11. Untuk foto pemandangan, bukaan diafragma diperkecil (angka besar) dengan tujuan melebarkan ruang tajam sehingga keseluruhan obyek bisa masuk dalam foto. Sedangkan dalam foto close up, bukaan diafragma besar (angka kecil) akan mempersempit ruang tajam obyek sehingga ruang di belakang obyek menjadi kabur. Fotografer pastilah orang yang mahir dalam pengaturan diafragma ini.
4. Kelebihan SLR di Mata Fotografer - Lampu Flash/Blitz
Penggunaan lampu flash pada umumnya mampu menhasilkan gambar yang cukup bagus pada jarak sekitar 1,5 – 3 meter. Kalau lebih dari 3m maka dikhawatirkan gambar yang dihasilkan akan semakin gelap. Pengaturan seperti ini pasti sudah jadi makanan sehari-hari para fotografer.
Dunia Fotografer - Mengenal dan Menempatkan Obyek Foto
Seorang fotografer perlu untuk memahami sebuah obyek yang akan diabadikannya ke dalam sebuah potret. Pemahaman terhadap obyek tersebut dilakukan dengan cara mengenal beberapa hal mengenai sang obyek, antara lain:
- Obyek fauna, biasakan melihat sisi unik dan menarik dari seekor hewan. Tonjolkan bagian yang terlihat perlu untuk dieksplorasi.
- Pemandangan alam. Seorang fotografer biasanya gemar berburu obyek foto sampai ke puncak gunung maupun ke tepi pantai. Abadikan hal yang menurut Anda sangat eksotis sebagai pengaguman terhadap ciptaan-Nya.
- Manusia, siapa pun orangnya pastilah dia memiliki sisi menarik untuk diabadikan dalam sebuah gambar. Tonjolkan hal unik yang dapat menceritakan sosok model Anda.
- Benda mati, banyak sekali benda mati di sekitar fotografer yang dapat mengilhami mereka untuk berkarya. Mulai dari barang dapur seperti gelas dan piring sampai alat transportasi serta berbagai jenis desain rumah.
Fotografer dan Teknik Fotografi
Siapapun mereka yang akan terjun menjadi seorang fotografer baik amatir maupun profesional, hendaknya memahami beberapa teknik fotografi. Beberapa hal tentang teknik fotografi tersebut adalah:
1. Fotografer dan Teknik Fotografi - Komposisi
Komposisi yang perlu diperhitungkan dalam memotret obyek.
- Warna. Karena warna adalah modal membangun mood suatu foto.
- Pola. Adalah segala sesuatu yang terbentuk, tersusun, atau bergerak dengan aturan tertentu.
- Garis. Garis adalah sesuatu yang menimbulkan kesan teratur, bisa terlihat panjang maupun pendek.
- Latar belakang (back ground). Obyek utama ada di depan sedangkan obyek di belakang sebagai foto latarnya.
- Latar depan (front ground). Kali ini obyek yang kita bidik berada di belakang sedangkan di depannya ada yang obyek yang menjadi foreground-nya.
- Refleksi. Refleksi bisa tercipta melalui medi air, kaca, cermin, dan segala yang memiliki efek seperti cermin.
2. Fotografer dan Teknik Fotografi - Pencahayaan
Pengetahuan tentang pencahayaan mutlak harus dikuasai oleh seorang fotografer, cara mempelajari penguasaan pencahayaan adalah dengan melatih mata supaya bisa lebih peka terhadap cahaya yang muncul. Pencahayaan bisa dibuat dengan cahaya alam maupun cahaya buatan.
3. Fotografer dan Teknik Fotografi - Angle atau Sudut Pemotretan
Sebagai seorang fotografer kita sebaiknya tahu dari mana dan seperti apa sudut pemotretan yang akan kita gunakan dalam mengabadikan suatu moment. Pengambilan gambar bisa dilakukan dari angle sebatas mata, dari atas, bawah, angkat kamera tinggi-tinggi, makro, ataupun mata katak.

