Fungsi Ibadah sebagai Penjernih Jiwa
Fungsi ibadah sebagai penjernih jiwa. Ibadah tidak hanya salat, zakat, puasa, haji, sedekah, dan infaq saja. Ibadah adalah gerak kehidupan dari lahir hingga mati. Gerak keseluruhan hidup dihitung sebagai ibadah bila diniatkan untuk mencari rida Allah. Mulai dengan membaca basmallah, akhiri dengan membaca hamdallah.
Bagaimanakah mendapatkan makna fungsi ibadah sebagai penjernih jiwa?
1. Pahami Keberadaan Allah dalam Hidup
Gunakan semua indera untuk merasakan hakikat Allah dalam perkembangan kehidupan Anda. Berpikirlah dengan sederhana tapi dalam makna. Hanya dengan memahami cara kerja 5 bagian kecil dari tubuh, kita seharusnya bisa memahami kebesaran Allah.
a. Mata
Pernahkah melihat mata dari sudut ilmiah? Pernahkah memperhatikan bahwa mata kita tidak membesar sejak kita bayi?
Bisa dibayangkan, bila mata membesar seiring dengan pertumbuhan tubuh, kita akan memiliki mata yang sangat besar. Siapakah yang mampu mengendalikan pertumbuhan mata? Manusia jeniuskah? Tidak mungkin.
b. Lidah
Lidah tidak hanya berfungsi sebagai alat pengecap, alat bantu berbicara, tetapi juga bisa digunakan untuk mendeteksi suatu penyakit melalui warnanya. Misalnya, bila lidah berwarna pucat, itu berarti ada yang tidak beres dengan jantung.
Sama seperti mata. Mata pun bisa dipakai untuk mengdiagnosis berbagai penyakit. Siapakah yang bisa membuat fungsi suatu organ sebegitu hebatnya?
c. Kulit
Kulit bisa kering, bisa lembap. Kulit bisa merasakan dingin, panas, dan hangat. Kulit juga bisa membuat perasaan nyaman bila tersentuh dengan kulit orang yang kita sayangi. Bagaimana bisa kulit membuat perasaan nyaman? Siapakah yang telah menciptakan simpul syaraf yang bisa terhubung ke mana-mana seperti itu?
d. Telinga
Telinga mempunyai gendang. Telinga menjaga keseimbangan tubuh. Kok, bisa? Siapa yang telah merancangnya?
e. Hidung
Bulu hidung mampu menyaring kotoran sehingga bisa menganalisis tingkat polusi di suatu tempat. Bila kotoran hidung banyak dan berwarna hitam, itu berarti daerah tempat kita tinggal cukup banyak polusinya. Hebat, ya. Siapakah yang membuat hidung hebat seperti itu?
2. Carilah Jawaban Mengapa Kita Harus Beribadah
Kaitkanlah semua perintah untuk beribadah itu kepada ilmu pengetahuan. Misalnya, mengapa ketika akan sujud, kita menghentakkan dengkul ke lantai?
Itu karena ada hubungan antara dengkul dan otak. Coba perhatikan orang-orang yang dengkulnya sudah tidak berfungsi dengan baik, otaknya pun sudah tidak berfungsi dengan sempurna pula.
Mengapa kita harus sujud dengan menempelkan dahi dan dua telapak tangan secara bersamaan?
Cobalah untuk sujud lebih lama. Apa yang Anda rasakan, terutama di tulang belakang Anda. Hanya dari gerakan salat, kita harusnya bisa memahami betapa Allah tidak akan menurunkan perintah apapun tanpa ada manfaat dan hikmah di dalamnya.
3. Terimalah yang telah Digariskan Allah Tanpa Mengeluh
Tentu setelah berusaha terlebih dahulu, rasakan efek ikhlas itu. Perasaan akan lebih tenang dan bisa tersenyum kepada hal-hal yang dipandang remeh oleh orang lain. Misalnya, kita bisa tersenyum dan merasa sangat bersyukur hanya dengan melihat kupu-kupu terbang atau bunga liar kecil berwarna kuning.
Dengan memahami hakikat ibadah, kita akan mendapatkan makna dari fungsi ibadah sebagai penjernih jiwa.






