logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Nutrisi    Vitamin

Fungsi Protein Bagi Kehidupan Manusia


Ilustrasi fungsi protein

Fungsi protein - Dalam kehidupan manusia, protein sangat berperan penting dalam menunjang keberadaan seluruh sel-sel tubuh manusia. Hal ini dikarenakan protein memiliki molekul yang mengandung oksigen, karbon, nitrogen, hidrogen, dan sulfur. Sebagian protein juga mengandung fosfor. Bagi orang dewasa, sedikitnya harus mengonsumsi 1 gram protein per kg dari berat tubuhnya.

Kata protein berasal dari bahasa Yunani protos yang artinya "yang paling utama". Ditemukan pertama kali oleh Jons Jakob Berzelius pada 1838. Protein merupakan senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi. Fungsi protein sangat penting dalam struktur dan fungsi sel makhluk hidup, karena ia membawa kode-kode genetik berupa DNA dan RNA.

Protein dibentuk dari asam amino. Asam amino tersebut terbagi menjadi:

1. Asam Amino Esensial

Asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh. Jumlahnya ada 8 yaitu, isoleusin, leusin, lisin, metionin, valin, triptofan, tronin dan fenilanin.

2. Asam Amino Non-esensial

Asam amino yang dapat disintesiskan oleh tubuh seperti alanin, asparagin, glisin, glutamine dan prolin.

Fungsi Protein

Sudah disebutkan bahwa protein sangat berperan penting bagi sel-sel makhluk hidup dan termasuk manusia didalamnya. Lebih gamblangnya fungsi protein bagi tubuh adalah:

  • Sebagai sumber energi.
  • Sebagai bahan enzim untuk mengkatalisi reaksi-reaksi biokimia.
  • Berfungsi untuk mentransfer zat-zat atau unsur-unsur terten, contohnya hemoglobin untuk mengikat O2. Fungsi ini dilakukan oleh protein transport.
  • Sebagai kontraksi jaringan tertentu, misalnya miosin untuk kontraksi otot yang merupakan fungsi dari potein kontraktil.
  • Sebagai imun dan sistem kekebalan tubuh dari zat-zat asing.
  • Sebagai pengatur proses dalam tubuh, dilakukan oleh hormon yang merupakan protein.
  • Sebagai penyusun struktur sel, jaringan dan tubuh organisme hidup. Ini merupakan fungsi dari protein struktural.
  • Sebagai pengatur keseimbangan kadar asam dalam sel.

Fungsi protein bagi manusia berperan dalam pertumbuhan manusia itu sendiri. Untuk itu manusia hendaknya mengkonsumsi sumber-sumber yang mengandung protein. Adapun sumber-sumber protein ada dua, yaitu protein hewani dan protein nabati.

Protein hewani berasal dari hewan seperti daging, ikan, telur, susu. Sementara, protein nabati berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya kacang-kacangan, tumbuhan berbiji serta kentang.

Klasifikasi Protein

Protein itu bermacam-macam. Berdasarkan bentuknya, protein terbagi menjadi

1. Protein Serabut (fibrous)

Protein ini berbentuk spiral yang terdiri atas beberapa rantai peptida. Karakteristik protein ini adalah rendahnya daya larut, mempunyai kekuatan tinggi untuk tahan terhadap enzim pencernaan. Jenis-jenis protein ini, yaitu:

  • Kolagen (protein utama jaringan ikat)
  • Elasti (protein yang terdapat dalam urat, otot, pembuluh darah (arteri) dan jaringan elastis lainnya)
  • Keratini (protein untuk rambut dan kuku)
  • Miosin (protein utama untuk serat otot)

2. Protein Gobuler

Protein ini terdapat dalam cairan jaringan tubuh. Bentuknya bulat seperti bola. Protein ini mudah larut dalam larutan garam, mudah berubah karena suhu, konsentrasi garam. Protein ini terdapat dalam otot, serum, dan juga kuning telur. Berdasarkan kelarutannya, protein globuler dibagi menjadi:

  • Albumin. Protein ini dapat larut dalam air terkoagulasi oleh panas. Misalnya albumin telur, albumin serum.
  • Globulin. Protein ini tidak larut air, terkoagulasi oleh panas, dan dapat larut dan mengendap dalam larutan garam. Misalnya, ixiosinogen dalam otot.
  • Plolamin/Gliadin.  Dapat larut dalam alkohol 70-80% dan tidak larut dalam air dan alkohol absolut. Misalnya, prolaamin dalam gandum.
  • Glutelin. Yaitu tidak larut dalam pelarut netral namu dapat larut dalam asam atau basa encer. Misalnya, Histo dalam Hb.
  • Histon: protein ini larut dalam air dan tidak larut dalam ammonia encer. Misalnya, Hisron dalam Hb.
  • Protamin. Protein ini dapat larut dalam air dan tak terkoagulasi oleh panas. Merupakan protein paling sederhana dibanding protein-protein lainnya. Misalnya, salmin dalam ikatan salmon.

3. Proten Konjugsi

Yaitu, protein yang terikat dengan bahan-bahan non-asam amino. 

Sementara berdasarkan fungsi biologinya, protein dapat dibagi menjadi:

1. Enzim

yaitu protein yang paling penting dan terbesar. Ada seribu macam enzim yang telah diketahui. Fungsi protein dari enzim ini berguna sebagai katalisator. Molekul enzim pada umumnya berbentuk bulat dan jenis enzim berbeda-beda pada jasad hidup yang berbeda.

Contoh dari enzim misalnya ribonuklease, yaitu enzim yang mengkatalisasi hidroliga RNA, sitokrom yang berfungsi dalam proses pemindahan elektron, tripsin sebagai katalisator pemutus ikatan peptida.

2. Protein Pembangun

Fungsi protein ini sebagai pembentuk unsur. Misalnya protein pembukus virus (selubung kromosom), glikoprotein (penunjang struktur dinding sel), struktur membran, sklerotin (terdapat dalam kokon ulat sutra) dan lain-lain.

3. Protein Kontraktil

Protein yang berfungsi dalam proses gerak. Misalnya miosin.

4. Protein Pengangkut

Protein yang mampu mengikat molekul tertentu melalui aliran darah. Misalnya hemoglobin yang mengandung besi, berfungsi mengangkut oksigen dalam darah vertebrata.

5. Protein Racun

Protein bersifat racun bagi hewan kelas tinggi. Misalnya racun clostridium botulimum, yang dapat menyebabkan keracunan bahan makanan atau juga racun ular.

6. Protein Pelindung

Fungsi protein pelindung berguna untuk melindungi tubuh dari zat-zat asing. Misalnya antibody.

7. Protein Cadangan

Protein ini berfungsi dalam proses metabolisme. Misalnya ovalbumim, yaitu protein yang berada dalam putih telur, kasein protein dalam biji jagung.

Fungsi protein – Struktur Protein

Protein memiliki empat struktur hirarki, yaitu:

1. Struktur Primer Protein

Struktur primer protein, yaitu urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida. Urutan asam amino ini menentukan fungsi protein. Dan dapat juga mengubah fungsinya serta dapat memicu mutasi genetik.Struktur ini dapat ditentukan dengan metode:

  • Hidrolis protein dengan asam kuat, lalu asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analizer.
  • Analisis sekuens menggunakan degradasi Edman dari ujung-N.
  • Kombinasi digesti dengan tripsin dan spektrometri massa.
  • Massa molekuler ditentukan dengan spektromentri massa.

2. Struktur Sekunder Protein

Struktur sekunder protein, yaitu struktur dari berbagai rangkaian asam amino yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Struktur ini dapat ditentukan dengan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Bentuk-bentuk dari struktur sekunder protein adalah:

  • Alpha helix. Pilinan rantai asam-asam amino yang berbentuk spiral.
  • Beta sheet, atau “lempeng beta”. Lembaran-lembaran yang tersusun dari beberapa rantai asam amino yang terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H).
  • Beta-turn atau "lekukan-beta".
  • Gamma-turn atau "lekukan-gamma".

3. Struktur Tersier Protein

Struktur tersier protein, yaitu gabungan berbagai ragam struktur sekunder. Struktur ini umumnya berupa gumpalan.

4. Struktur Kuartener Protein

Struktur kuartener protein, yaitu struktur yang dihasilkan dari interaksi beberapa molekul protein tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil. Contoh dari struktur kuartener ini adalah enzim rubisco dan insulin.

Selain ke empat hirarki struktur protein di atas, sebenarnya masih adalah lagi struktur protein lainnya yaitu struktur domain. Pada umumnya protein sederhana hanya memiliki satu domain. Dan struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino.

Fungsi Protein - Akibat Kekurangan Protein

Tubuh manusia sangat membutuhkan protein. Selain fungsi protein menunjang keberadaan setiap sel dalam tubuh, juga berfungsi untuk kekebalan tubuh (imun). Kekurangan protein dapat berdampak fatal bagi manusia. Di antara dampak itu adalah:

  • Rambut rontok. Rambut sendiri terdiri sekitar 97-100% Protein Keratin.
  • Timbulnya penyakit kwasiorkor. Biasanya banyak menjangkiti anak-anak atau disebut juga busung lapar.
  • Kematian. Kekurangan protein yang terus-menerus bisa mengakibatkan kematian.

Untuk mendapatkan protein, perlu diperhatikan menu makanan sehari-hari, dan tentu mengetahui informasi mengenai makanan-makanan yang banyak mengandung protein serta fungsinya. Dengan demikian, kita dapat mengetahui dengan benar fungsi protein bagi tubuh.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Busung Lapar dan Gizi Buruk: Faktor Ekonomi dan Kesadaran Gizi yang Rendah
  • Kandungan Gizi Kacang Merah dan Manfaatnya - ANNEAHIRA.COM
  • Manfaat Susu Kambing Etawa Itu Banyak!
  • Tingginya Kandungan Gizi Jamur Tiram
  • Waspadai Anti Vitamin dalam Makanan
  • Mengenal Pentingnya Vitamin untuk Mata
  • Kegunaan dan Sumber Vitamin K
  • Manfaat Vitamin C yang Patut Diketahui
  • Bahaya Susu Kedelai - Sisi Gelap Sang Kacang Kedelai
  • 1001 Manfaat Pisang
  • Kelainan Metabolisme Karbohidrat: Diabetes Mellitus
  • Tumis Sayuran Favorit
  • Tips Mempertahankan Nutrisi Jenis Jenis Sayuran
  • Jenis dan Manfaat Ikan Laut
  • Manfaat Gizi - Semua Ada Pada Makanan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA