logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu dan Teknologi

Gagak, Burung Pembawa Pesan Kematian


Ilustrasi gagak

Warna hitam adalah warna kemuraman yang selalu identik dengan keburukan. Hitam pekat, hitam tanpa warna, hitam yang suram menjadi warna yang misterius. Sehingga burung berukuran agak besar yang termasuk marga corvus suku corvidae ini selalu dianggap sebagai hewan yang membawa ketakutan. Ya, burung ini adalah burung gagak.

Di Eropa banyak sekali bermunculan cerita-cerita dongeng yang berkisah seputar penyihir. Bila kita mau cermati, hampir semua penyihir mempunyai binatang peliharaan yaitu burung gagak. Dan memang di eropa, burung gagak identik dengan penyihir.

Tidak jauh berbeda dengan Eropa yang menganggap burung gagak sebagai peliharaan penyihir, di Indonesia, burung gagak pun mempunyai makna yang tidak mengenakkan. Burung gagak dianggap sebagai pembawa sial dan derita. Bahkan dalam beberapa daerah di dunia, burung gagak dianggap sebagai pembawa pesan kematian.

Hal ini terbukti dengan beberapa cerita-cerita seputar bencana alam atau kecelakaan yang mengisahkan bahwa sebelum tragedi berlangsung, ada saksi mata yang melihat kehadiran gerombolan burung gagak. Bisa dipercaya atau tidak, fenomena burung gagak sebagai simbol kematian sebenarnya sudah ada sejak ratusan abad yang lampau.

Kisah Menarik Seputar Burung Gagak Dan Kematian

Burung gagak adalah burung yang cerdas sehingga ia mampu memecahkan masalah yang menimpa dirinya dan pandai memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya.

Perihal burung gagak yang dianggap sebagai pembawa pesan kematian kemungkinan besar muncul karena berawal dari kisah nyata ini. Yaitu kisah tentang dua saudara anak adam yang bernama Qabil dan Habil.

Menurut beberapa pandangan agama, Adam disebutkan sebagai manusia pertama yang ada di muka bumi ini dan Hawa, istri Adam selalu melahirkan anak yang kembar. Salah satu anak Adam bernama Habil dan Qabil. Qabil sangat membenci Habil dan sangat iri hati pada kembarannya tersebut. Di saat Qabil bertengkar, seekor burung gagak terbang dengan membawa mayat kawannya yang dicakram kuat oleh kakinya.

Karena semakin kesal dengan Habil, Qabil pun mendorong kembarannya itu hingga jatuh dan tubuh Habil menimpa batu keras. Habil pun meninggal dalam sesaat. Qabil yang ketakutan menjadi bingung, bagaimana memperlakukan mayat Habil. Maka gagak yang membawa mayat temannya itu pun melakukan sesuatu.

Gagak itu mengais tanah, membuat lubang kecil dan meletakkan mayat temannya di dalam lubang. Kemudian lubang berisi mayat temannya dikuburkan oleh si gagak. Qabil pun memperhatikan kegiatan sang gagak. Ia pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh gagak. Yakni menggali tanah dan menguburkan Habil ke dalam tanah.

Itulah peristiwa penguburan pertama kali dalam sejarah manusia. Cerita tersebut turun menurun dan menyebar antah berantah hingga menciptakan sosok gagak sebagai sosok misterius yang membawa pesan kematian. Selain cerita nyata di atas, kisah gagak pun banyak diceritakan dalam literatur dongeng Indonesia. Tentu saja, gagak selalu mendapat peran yang menyeramkan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Berbagai Informasi Mengenai Pengetahuan Perbankan
  • Batu Bara, Bahan Bakar Cair Berdampak Negatif
  • Biodiesel, Sumber Alternatif Energi Masa Depan
  • Fish Diagram sebagai Alat untuk Menganalisis Masalah
  • Minyak Bumi: Satu-Satunya Emas Berwarna Hitam
  • Teknik Industri - Sejarah sampai Praktik
  • Macam-Macam Bahan Bakar Padat
  • Penerapan Teknologi Tepat Guna bagi Masyarakat
  • Berkenalan dengan Bahan Bakar Minyak Bumi
  • Teori Evolusi - Tidak Bertentangan dengan Nilai Agama
  • Pembangkit Listrik Tenaga Air: Penggunaan Sumber Energi Air
  • Budidaya Jamur Kardus
  • Teori Evolusi Ketika Sistem Pengetahuan Terpecah
  • Sekilas Tentang Ilmu Pengetahuan Alam
  • Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA