logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Sejarah Dunia

Gajah Mada, Tumbal Majapahit


Ilustrasi gajah mada

Gajah Mada adalah tokoh kerajaan yang paling dikenal dalam sejarah kerajaan di Nusantara. Salah satunya adalah karena Maha Patih dari Majapahit ini pernah mengeluarkan sumpah yang terkenal yaitu sumpah palapa. Dalam sumpahnya, Maha Patih yang namanya dijadikan nama sebuah kampus di Yogyakarta ini, berjanji untuk tidak makan buah palapa dan menikmati kesenangan selama belum mampu menyatukan Nusantara di bawah kejayaan Majapahit.

Sumpah ini sebagai bukti loyalitas Gajah Mada kepada raja Majapahit saat itu, yakni Prabu Hayam Wuruk. Sebagai maha patih kesayangan, Gajah Mada ingin menjadikan Majapahit menjadi kerajaan yang disegani di seantreo Nusantara. Caranya, dengan menjadikan semua wilayah Nusantara sebagai wilayah kekuasaan Majapahit.

Siapa Gajah Mada

Gajah Mada memiliki nama asli Ma Hong Foe, yang mengganti namanya menjadi Ramada setelah melamar menjadi tentara Kerajaan Sunda di Kawali. Namun, Ramada gagal diterima menjadi tentara di Kerajaan Sunda, karena raja Sunda yaitu Raja Lingga Buana enggan menerimanya. Alasannya adalah bahwa Ramada adalah rakyat biasa dan untuk menghalangi kisah percintaannya dengan anak sang raja, Putri Dyah Pitaloka.

Akhirnya, Ramada berjalan ke timur dan melamar menjadi anggota kerajaan Majapahit. Berkat kesaktian dan keterampilan yang dimilikinya, Ramada berhasil diterima di kerajaan tersebut. Karena kesaktian dan kemampuannya, hanya dalam waktu lima tahun Ramada diangkat menjadi Mahapatih dan berganti nama menjadi Gajah Mada.

Kisah Perang Bubat

Kisah Bubat menjadi awal kejatuhan Gajah Mada. Dalam kisah Bubat, diceritakan bahwa kisah cinta Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka dari kerajaan Sunda merupakan awal pergesekan antara Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Dalam sumpah Palapa, Gajah Mada bertekad menundukkan semua kerajaan, namun Hayam Wuruk menginginkan pengecualian untuk Kerajaan Sunda. Karena Hayam Wuruk berkeinginan menikahi Dyah Pitaloka, anak Raja Sunda.

Dan dalam proses pernikahan tersebut, rombongan kerajaan Sunda datang untuk menyampaikan salam persahabatan. Ketika rombongan kerajaan Sunda berkumpul untuk beristirahat di Lapangan Bubat ini, muncul pengkhianat dari Majapahit. Tanpa sepengetahuan Gajah Mada para pengkhianat ini menyerbu dan menghancurkan rombongan dari Bubat.

Perang tidak seimbang ini berakhir dengan tewasnya seluruh rombongan kerajaan Sunda. Dan Gajah Mada kemudian dianggap sebagai tokoh di balik penyerangan ini, karena dianggap memiliki dua kepentingan. Pertama adalah ambisinya menyempurnakan isi sumpah Palapa untuk menguasai seluruh kerajaan. Kedua adalah untuk menggagalkan pernikahan Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka. Karena jauh sebelum Hayam Wuruk mengetahui kecantikan Dyah Pitaloka, antara Gajah Mada dan Dyah Pitaloka sudah muncul kisah cinta.

Gajah Mada kemudian dicopot dari jabatannya demi menyelamatkan nama Majapahit yang dianggap curang karena menyerang tamu kerajaan. Akhirnya dalam pelariannya, Gajah Mada menuju ke wilayah Jawa Barat. Namun kisah kematiaannya tidak banyak yang mengetahui. Ada yang menyebutkan, Gajah Mada mati karena dibunuh oleh pengikut kerajaan Sunda karena menganggap tragedi Bubat adalah karena ulah Gajah Mada.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sejarah Perang Korea
  • Sejarah Asia, Benua Terbesar dengan Sejarah Besar
  • Negara-negara ASEAN – Menjalin Kerja Sama di Kawasan Asia Tenggara
  • Sejarah Eropa Kuno: Berakhir di Era Perang Salib
  • Sejarah Negara Republik di Dunia
  • Sejarah Peradaban Benua Eropa
  • Sejarah Revolusi Industri: Latar Belakang dan Dampak Revolusi
  • Fosil Manusia Purba di Afrika
  • Piagam Madinah - Konstitusi Pertama Kedaulatan Umat Manusia
  • Revolusi Industri - Poin Penting dalam Sejarah Eropa
  • Hasil Peninggalan pada Zaman Batu
  • Ada Apa dengan Peradaban Bangsa Maya?
  • Negara Eropa Timur - Dulu, Identik dengan Komunis
  • Artikel ASEAN - Dari Lima Hingga Sepuluh Negara
  • Sejarah Kakus dan Negara Inggris yang Bau
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA