Membuat Game Psikologi yang Keren
Ilustrasi game psikologi
Saat ini serbuan permainan dari luar negeri yang menitikberatkan pada individualitas semakin membanjiri Indonesia. Tentu saja tidak semua yang berbau impor itu bagus, sebab beberapa dari game yang didatangkan ke Indonesia dari luar negeri ternyata tidak sesuai dengan kondisi sosial budaya di Indonesia. Hal ini tentu saja menjadi tantangan bagi orangtua dan pemerhati pendidikan. Salah satu cara untuk menjawab tantangan ini adalah dengan membuat [kwd]game psikologi[/kwd] yang keren.
Membuat atau Memodifikasi
Membuat game psikologi yang keren tidak hanya bisa dibuat oleh para mahasiswa dan lulusan jurusan psikologi saja. Membuat game yang berbau psikologi nan keren justru dapat dibuat oleh siapa saja dan kapan saja serta di mana saja. Selama game tersebut dapat meningkatkan kualitas mentalitas pemain game. Contohnya permainan Monopoly yang membuat para pemainnya berlaku kejam dan semua harus membayar. Game ini malah bisa dimodifikasi dengan cara mengubah peraturannya dan bukannya mengubah bentuknya.
Kalau memang mampu, tidak menjadi masalah mengubah semua bentuk dan peraturannya. Tetapi kalau sulit, cukup dengan mengubah peraturan. Misalnya, kalau telah melewati rumah atau tempat orang lain, tidak harus membayar semuanya tetapi hanya separuh atau bahkan digratiskan. Jika ada yang masuk penjara, dibesuk dengan cara memberi uang lebih atau membebaskan dengan membayar dendanya. Peraturan ini tentu saja akan membuat para pemain mulai berpikir bahwa dalam kehidupan nyata, tidak semua hal harus dibayar.
Pada saat tertentu ada orang yang akan memberikan banyak hal dengan gratis. Sebenarnya, semua yang didapatkan itu merupakan rezeki dari Allah Swt. Pembelajaran dari game monopoly ini cukup bagus melatih anak-anak berpikir bahwa meraih dunia itu tidak ada halangannya. Namun, meraih akhirat juga tidak bisa dilupakan begitu saja. Apa yang ada di dunia ini akan ditinggalkan dan hanya yang telah dibelanjakan di jalan Allah Swt dan yang telah diberikan kepada orang lain saja yang akan menjadi amal pahala.
Pada akhirnya yang akan menjadi teman di dalam kubur hanyalah amal pahala. Norma seperti ini tentunya tidak hanya mengajarkan tentang nilai uang dan properti yang dimiliki. Nilai-nilai hidup abadi di kampung keabadian juga mulai diberikan dan akan dicerna oleh anak-anak. Selain Monopoly, permainan seperti Scrabble, juga bisa dibuat penuh dengan tuntunan agama. Coba saja buat peraturan menggunakan kata-kata yang baik dengan topik tentang berbagai hal yang berkaitan dengan karakter.
Pasti akan sangat mengasyikan. Barbie pun bisa dijadikan satu sarana berkreasi dengan tidak meninggalkan norma agama. Pakaian Barbie yang terbuka mulai disesuaikan dengan keadaan lingkungan yang Islami. Ketika Barbie mengenakan pakaian yang terbuka, buatlah situasinya ada di dalam rumah dan bukan di luar rumah. Anak-anak akan paham bahwa ada peraturan cara berpakaian untuk di rumah dan untuk di luar rumah. Seni berpakaian inilah yang akan membuat anak-anak semakin tahu aturan.
Kriteria Game
Untuk membuat game yang mempertimbangkan konsep psikologi yang keren, suatu permainan harus mempunyai beberapa syarat. Permainan itu tidak hanya memuaskan dahaga ingin bermain dan bebas nilai. Satu permainan dapat dikategorikan pada game psikologi jika permainan tersebut dapat memenuhi beberapa kriteria. Kriteria tersebut di antaranya adalah keseimbangan.
Dengan kata lain, sebuah permainan dapat dikategorikan sebagai game yang menggunakan sudut pandang psikologi jika hal tersebut dapat menumbuh kembangkan kemampuan seseorang secara seimbang. Baik itu mengembangkan perasaan, fisik atau pun mental pemainnya. Misalnya, permainan simulasi dengan situasi yang bermacam-macam. Dalam simulasi itu tidak boleh hanya ada masalah dan tidak ada pemecahannya.
Pemecahan masalah ini menjadi bagian dari permainan yang tidak bisa diabaikan. Bila diabaikan, maka itu sama dengan memberikan satu pandangan bahwa masalah itui bisa diulur-ulur dan tidak harus dipecahkan. Kemampuan memilih mana yang benar dan mana yang salah, akan membawa pemain merasa berada pada tahapan bahwa pilihannya akan berakibat fatal kalau pilihan itu salah. Sehingga sangat perlu mempunyai ilmu tentang banyak hal gara banyak pilihan yang bisa diambil.
Syarat yang kedua adalah bahwa game itu tidak boleh membuat stres atau menjadikan pemainnya tertekan dan bersedih. permainan itu menumbuhkan keceriaan sekaligus merangsang kepekaan jiwa dan intelektualnya, tentu itu dapat dikategorikan sebagai game psikologi. Namun jika ternyata game tersebut menumbuhkan keceriaan yang berlebihan serta mengundang seseorang untuk mengeluarkan kata-kata kotor, maka ada kemungkinan yang salah dalam aturan main dari game tersebut.
Boleh saja membuat game yang memungkinkan para pemainnya untuk berdialog, tetapi dialog itu sendiri harus menggunakan kata-kata yang benar dan tidak membuat pemainnya menjadi emosional. Menggunakan emosi boleh asal tidak terlalu berlebihan. Misalnya, bermain peran sebagai orang jahat. Pemain yang memerankan karakter jahat haruslah diberi bimbingan agar tidak menjadi sangat emosional.
Kriteria ketiga adalah bahwa permainan psikologi yang baik adalah game yang tidak membuat kelelahan yang berlebihan pada diri peserta, baik itu kelelahan fisik ataupun kelelahan psikologis. Kelelahan yang berlebihan menunjukkan ada yang keliru dalam game tersebut. Kondisi yang sangat lelah akan membuat orang tidak mudah mengambil keputrusan yang tepat. Otak dan fisik yang lelah menandakan kalau game itu membutuhkan pasokan darah segar dan oksigen ke otak yang cukup banyak. Kalau kondisi tubuh tidak baik, maka faktor kelelahan ini bisa menjadi masalah.
Misalnya, dalam satu perkemahan Sabtu dan Minggu, peserta harus membuat satu karya. Lalu karya itu akan dinilai oleh semua peserta lomba lainnya. Penilaian ini harus sangat detail sehingga mengeluarkan kritikan yang cukup tajam. Perdebatan pasti tidak terelakkan. Bila perdebatan itu sampai melibatkan emosi, biasanya malah akan emosional. Oleh karena itulah, pembicaraan harus dibatasi sehingga tidak ada debat kusir dan juri memegang peranan yang sangat penting dan sangat sentral agar permainan menjadi seimbang.
Bila permainan itu mengenai permainan yang membutuhkan pemikiran dan gerakan tubuh yang cukup banyak, pastikan semua peserta telah makan dan tidak dalam keadaan terlalu kenyang atau terlalu lapar. Peralatan yang digunakan juga terjamin keamanannya. Jangan sampai permainan yang mengasyikan itu malah memakan korban. Periksa semua perlengkapan dengan saksama. Biarkan orang yang ahli dibidangnya untuk memeriksa semuanya. Apalagi kalau melibatkan gerak fisik yang menyebarangi sungai dan memadamkan api atau harus memegang hewan berbahaya dan berbisa. Tentu saja harus ada pengawasan dari para pelatih atau para profesional selama permainan berlangsung.
Jika permainan yang menggunakan peralatan tidak seberapa, pastikan peraturan permainan jelas. Kalau tidak jelas, pasti akan ada protes dari peserta. Protes ini sendiri akan mengurangi nilai sportivitas dari permainan itu sendiri. Permainan yang mengasah otak akan membuat peserta berpikir keras. Misalnya ada salah satu pertanyaan dalam permainan simulasi yang menanyakan ‘Siapa yang harus terakhir kali diselamatkan ketika ada kecelakaan pesawat’.
Lalu peserta harus memilih beberapa orang dengan jabatan masing-masing dan mengurutkan waktu penyelamatan. Mereka harus memutuskan orang dengan pekerjaan apa yang paling bermanfaat bagi kehidupan. Memang sulit tetapi harus memilih. Sebenarnya apapun jawabannya asalkan ‘pilot’ yang akan diselamatkan yang terakhir, nilai peserta akan tinggi. Permainan ini tentu saja membutuhkan kemampuan yang lebih dalam menganalisis.
Cara Membuat Game
Sebelum berencana membuat game yang berbau psikologi yang keren, sebaiknya Anda harus mengerti bagaimana cara membuat game yang keren itu. Berikut ini adalah cara membuatnya. Pertama, tentukan tema game yang akan bdiuat, apakah itu bersifat individu atau kelompok. Membuat game yang mengarah kepada pengembangan individu jelas berbeda dengan game yang mengarah kepada pengembangan team.
Kedua, tentukan peralatan yang akan digunakan dalam game yang akan dibuat. Peralatan ini cukup penting karena akan berkaitan dengan peraturan yang akan dibuat. Beri nama game dengan nama yang bermakna agar mudah diingat.
Ketiga, membuat game yang keren tentu membutuhkan aturan main. Oleh karena itu buatlah aturan main yang menjelaskan game yang dibuat. Aturan main ini juga berguna supaya siapa pun yang ingin membuat permainan dengan menggunakan analisis psikologi akan memahaminya dengan mudah dan jelas.
Demikian bagaimana membuat game psikologi yang keren, semoga bermanfaat untuk anak bangsa ini.

