logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Biologi

All About Ganggang


Dalam kajian Ilmu Biologi, ganggang pasti bukan merupakan tumbuhan yang asing. Tumbuhan ini justru menonjol dibandingkan dengan tetumbuhan yang lain. Tidak seperti pohon kelapa, pohon mangga, pohon jambu, ataupun pohon jati, tumbuhan vegetatif ini tumbuh di permukaan air. Baik air tawar maupun air dengan kadar garam tinggi seperti air laut.

Penyebutan ganggang memang merujuk pada semua jenis tumbuhan yang sifatnya vegetatif dan tidak tumbuh di daratan melainkan di atas permukaan air. Bentuknya juga lumayan besar dan membentuk seperti koloni tumbuhan. Hal ini ternyata cukup membantu para nelayan sebagai tanda bahwa perairan yang tertutup oleh tumbuhan vegetatif ini biasanya sulit dilalui.

Mengenal Ganggang

Sebagai sebuah tumbuhan, rasanya aneh untuk membayangkan ada jenis tumbuhan yang tidak membutuhkan tanah sebagai media tanamnya. Faktanya, memang ada jenis tumbuhan seperti itu. Ganggang memang merupakan salah satu jenis tumbuhan. Tapi, berbeda dengan jenis tetumbuhan pada umumnya yang daun, batang dan akar sejati, tumbuhan ini belum mempunyai. Atau tidak mempunyai.

Uniknya, meskipun tidak memiliki “syarat-syarat” sebagai tumbuhan yang normal, tumbuhan ini dapat memproduksi klorofil sehingga digolongkan sebagai tumbuhan yang bersifat autotrof. Secara pembagian sel, tumbuhan ini dibedakan menjadi dua. Yaitu, bersel tunggal dan bersel jamak, uniseluler atau multi seluler.

Untuk membedakan apakah tumbuhan ini bersel tunggal atau jamak sangat mudah. Jika dengan mata telanjang, Anda masih bisa melihat bentuk dari tumbuhan itu, maka dapat dipastikan tumbuhan yang Anda lihat adalah ganggang bersel jamak atau multi seluler. Sebaliknya, tumbuhan jenis ini yang bersel satu atau uniseluler, hanya bisa dilihat melalui mikroskop.

Meskipun tidak hidup di daratan, tumbuhan ini tetap memiliki pigmen. Bahkan, ganggang dapat dibedakan berdasarkan pigmennya. Antara lain:

  • Pigmen Hijau (Clorophyta). Pigmen hijau yang ada pada tumbuhan ini mengandung klorofil.
  • Pigmen Keemasan (Chrysophyta). Pigmen keemasan pada tumbuhan ini memiliki kandungan karoten dan sedikit klorofil.
  • Pigmen Coklat (Phaeophyta). Pigmen coklat pada tumbuhan ini akibat dari kandungan fikosantin dan klorofil yang ada di dalamnya. Biasanya, tumbuhan jenis ini yang berpigmen coklat, hidup di dalam perairan (laut).
  • Pigmen Merah (Rhodophyta). Pigmen fikoeritrin merupakan pembentuk utama dari tumbuhan jenis ini. Selain itu, klorofil juga ikut membantu pembentukkan.

Selain keempat pigmen, masih ada dua jenis pigmen, yaitu ganggang berpigmen kuning dan biru. Tumbuhan jenis ini yang berpigmen biru, dibentuk dari fikosianin, sementara yang berpigmen kuning terbentuk dari xantofil.

Masing-masing pigmen memiliki ratusan bahkan ribuan jenis. Untuk tumbuhan ini dengan pigmen merah ada sekitar 6000 jenis, pigmen coklat sebanyak 2000, dan terakhir berpigmen hijau yang ada sekitar 1200 jenis.

Habitat Asli Ganggang

Secara umum, tumbuhan ini memang memiliki habitat di tempat-tempat yang basah. Menjadi tidak heran jika kemudian Anda banyak melihat ganggang hidup di atas permukaan air. Seperti danau, rawa, pantai atau laut. Selain itu, tumbuhan ini juga tumbuh subur di tempat-tempat dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.

Hal yang membuat ganggang berbeda dari tumbuhan lain adalah habitat tempatnya hidup, yaitu air. Sementara tumbuhan ini juga tetap membutuhkan sinar matahari untuk membantu proses fotosintesisnya. Habitat yang dirasa pas untuk kehidupan tumbuhan ini adalah tepian permukaan dari air laut, atau permukaan laut dengan banyak karang.

Selain wilayah-wilayah tersebut, Anda juga dapat menemukan tumbuhan ini di wilayah Intertidal Zone atau daerah pasang surutnya air. Bukan hanya di permukaan, ternyata tumbuhan berpigmen banyak ini juga bisa ditemui di dalam air, sejarak 40 meter. Intinya, selama daerah tersebut masih tersinari matahari sekaligus lembap, tumbuhan ini akan tumbuh di sana.

Permukaan laut dengan banyak karang, menjadi habitat utama dari tumbuhan vegetatif ini. Terutama untuk jenis alga merah atau coklat atau alga yang datang dari genus facus, secara awam dikenal sebagai rumput laut. Alga adalah istilah padanan untuk tumbuhan berklorofil yang hidup di air ini.

Secara garis besar, berikut adalah pembagian jenis ganggang berdasarkan habitatnya:

  • Jenis Subbaerial. Merupakan tumbuhan jenis ini yang dapat hidup pada permukaan air.
  • Jenis Intertidal. Merupakan tumbuhan jenis ini yang hidupnya mengikuti pasang surut air laut.
  • Jenis Subritorsal. Merupakan tumbuhan jenis ini yang dapat hidup di bawah permukaan air.
  • Jenis Edafik. Merupakan tumbuhan jenis ini yang hanya dapat hidup di dasar air.

Ganggang dan Cadangan Makanan

Ganggang mendapatkan asupan makanan dari sinar matahari. Terjadinya proses fotosintesis adalah gambaran bahwa tumbuhan ini juga membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Tumbuhan berpigmen hijau misalnya. Tumbuhan jenis ini menyimpan makanan dalam bentuk pati.

Proses fotosintetis yang terjadi pada tumbuhan ini juga menjadi sumber penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh tumbuhan ini. Jadi, jelas, bahwa sekalipun tumbuhan ini diragukan sebagai salah satu genus tumbuhan, ganggang faktanya tetap membutuhkan makanan seperti makhluk hidup lainnya, dalam hal ini adalah tumbuhan.

Struktur Sel pada Ganggang

Sebenarnya, secara kasat mata, Anda  sudah dapat mendeskripsikan seperti apa bentuk ganggang sesungguhnya. Eceng gondok, adalah salah satu bentuk ganggang yang rasanya paling banyak dikenali oleh masyarakat awam. Bentuknya membulat, berbentuk lembaran, dan ada yang cukup tinggi seperti layaknya tumbuhan yang hidup di daratan.

Dalam struktur sel ganggang, terdapat sel inti dan plastida. Di dalam plastida, terdapat zat-zat seperti klorofil, yang dibedakan menjadi klorofil a, b, maupun keduanya. Selain klorofil, ada zat pembentuk lainnya yang juga dominan muncul. Dan zat inilah yang kemudian menjadi pembeda pigmen antar tumbuhan ini.

Tumbuhan ini memiliki dinding sel yang berbentuk koloni dan filament. Baik koloni yang membentuk filament, ataupun tidak. Ganggang berkoloni yang membentuk filament memiliki ukuran yang cukup besar.

Pada ganggang jenis ini, di bagian bawah terdapat sel yang berfungsi untuk menempelkan tubuhnya pada media yang digunakan untuk hidup, bisa berupa batu, kayu, maupun karang. Sementara itu, untuk ganggang yang tidak membentuk filament, biasanya akan berbentuk pipih dan tidak melekat pada permukaan apapun.

Perkembangbiakan Ganggang

Layaknya makhluk hidup, ganggang juga berkembang biar. Secara umum, perkembangbiakan tumbuhan ini adalah fragmentasia, yakni terpecahnya sebuah koloni besar menjadi beberapa bagian yang lebih kecil. Dalam fragmentasia tersebut, perkembangbiakan dibedakan lagi menjadi dua, aseksual dan seksual.

Perkembangan secara aseksual, terjadi pada ganggang berpigmen hijau dan keemasan. Pada proses perkembangbiakan secara aseksual ini, zoospore dibentuk lengkap dengan flagel berambut. Sementara yang terjadi pada ganggang hijau adalah, gamet jantan bertemu dengan gamet betina, kedua gamet tersebut bertemu secara kemotaksis.

Plus Minus Ganggang bagi Ekosistem

Dalam proses kehidupan, semua makhluk hidup pasti memiliki plus dan minus bagi lingkungannya. Begitupun yang terjadi dengan ganggang ini. Dalam Ilmu Biologi, ganggang yang termasuk dalam kategori tumbuhan berperan besar dalam ekosistem. Lalu, apa-apa saja plus minus ganggang bagi ekosistem?

  • Ganggang dapat berperan sebagai plankton.
  • Menjadi salah satu komponen cukup penting pada rantai makanan di habitat air tawar.
  • Dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Ternyata, manusia juga bisa merasakan manfaat langsung dari tumbuhan jenis ini.
  • Merupakan penghasil utama oksigen dari proses fotosintetis yang dilakukannya, sehingga membantu menyuplai oksigen pada hewan-hewan yang ada di dalam air.

Ada plus pasti ada minus. Karena apapun di dunia ini, sudah diciptakan satu pasang. Yang baik, dan yang buruk, siang dan malam, berat dan ringan. Masing-masing memiliki padanannya. Untuk ganggang, nilai minus yang dimiliki adalah terkadang, apabila terlalu tumbuh subur, ganggang akan mengganggu luas wilayah perairan, selain itu perairan di sekitar habitat tumbuhan ini akan cenderung berubah warna dan berbau.

Lihat saja, banyaknya eceng gondok yang biasa ditemukan di perairan-perairan. Hamparan eceng gondok merupakan habitat nyata dari tumbuhan ganggang ini. Perhatikan saja, air yang ada di bawah tumbuhan ini, warnanya pasti berbeda dengan air yang tidak tertutupi eceng. Air yang tertutupi oleh tumbuhan ini akan berubah menjadi cenderung lebih keruh, dan akan muncul aroma yang tidak sedap.

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa ganggang bisa digunakan sebagai salah satu bahan makanan. Hal itu benar. Masyarakat di Negara Jepang sudah menjadi pengonsumsi ganggang. Menurut mereka, tumbuhan ini merupakan sumber vitamin C serta mineral. Selain tentu saja, karena citarasanya yang cukup lezat.

Selain bisa dikonsumsi, ganggang, dalam hal ini eceng gondok, bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan kerajinan. Sentra-sentra perajin tanaman ini sudah mulai banyak di Indonesia. Melalui proses kreatif, ganggang bisa berubah menjadi tas, topi, serta beberapa perlengkapan lainnya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sistem Pencernaan Katak
  • Kloning pada Manusia, Kemajuan Teknologi atau Kemunduran Akhlak?
  • Struktur Jantung Manusia
  • Mikrobiologi Tanah Bagi Kehidupan
  • Kelompok Protista: Jamur Air
  • Tahap-tahap Metamorfosis Kupu Kupu
  • Mengenal Sistem Pencernaan Manusia
  • Bakteri Termofilik Si Penggemar Panas
  • Manfaat Hebat Si Lumut Hati
  • Jamur Enoki, Jamur yang Mirip Tauge
  • Mengenal Anatomi Fisiologi Sistem Perkemihan
  • Mengenal Jamur Basidiomycota
  • Mengenal Jenis-Jenis Keanekaragaman Hayati
  • Mengenal Sejarah Bioteknologi dan Perkembangannya
  • Mengetahui Klasifikasi Tanaman Paku
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA