Gangguan Haid Mengindikasikan Penyakit
Haid merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa sebagai salah satu indikator kesehatan wanita dewasa. Tetapi seringkali terjadi gangguan haid yang pada derajat tertentu perlu diwaspadai karena mengindikasikan gejala penyakit. Hal yang perlu diperhatikan mengenai haid ada 3 yang dapat disingkat sebagai 3J.
Jadwal Haid Bulanan
Apakah haid terjadi secara regular? Sangat penting untuk mencatat jadwal haid sejak mendapat haid awal, karena mencatatnya sangat bermanfaat untuk mendeteksi kesehatan reproduksi seorang wanita. Siklus normal yang sering berlaku pada wanita adalah siklus 28 hari. Jika haid terjadi sangat sering atau sangat jarang, merupakan manifestasi dari gangguan haid.
Haid yang sangat sering terjadi mungkin mengindikasikan :
- adanya masalah stres
- kista
- miom,
- endometriosis
- kanker leher rahim
- kanker rahim
- gangguan hormonal
Sebaliknya haid yang terjadi sangat jarang ( 6-12 bulan) atau tidak haid samasekali (amenorrhea) mungkin mengindikasikan adanya :
- gangguan hormonal yang selanjutnya dapat menyebabkan infertilitas
- anemia
- kekurangan nutrisi
- stress
- permasalahan pada selaput hymen (selaput dara)
- penyakit jantung
Jumlah Keluaran Haid
Tidak ada patokan pasti berapa jumlah darah haid normal karena sangat bervariasi dari orang per orang. Wanita yang memakai alat kontrasepsi IUD mempunyai kecenderungan mengeluarkan darah haid yang lebih banyak. Perhatikan dari bulan ke bulan pengeluaran darah haid pada periode menstruasi.
Cara mudah adalah dengan mencatat setiap berapa jam sekali harus mengganti pembalut. Jumlah darah haid yang terlalu banyak keluar menyebabkan kekurangan darah (volume) dan anemia (kekurangan butir darah merah). Hal ini dapat digolongkan sebagai gangguan haid. Begitu pula dengan darah haid yang terlalu sedikit keluar. Darah haid yang terlalu sedikit dapat mengiindikasikan terjadinya amenorrhea.
Jenis Haid
Perhatikan jenis haid yang Anda alami setiap bulan, apakah menyebabkan rasa sakit yang berlebihan. Sebagian wanita hanya mengalami rasa sakit yang tertahankan dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, ada juga sebagian wanita yang bahkan sampai pingsan menahan rasa sakit.
Rasa sakit yang berlebihan karena haid dinamakan dismenorrhea dan digolongkan sebagai gangguan haid. Dismenorrhea yang patut diwaspadai adalah ketika rasa sakit yang sangat tidak tertahankan meski sudah mengkonsumsi pain killer. Indikasi lanjut dari dismonerrhea adalah adanya endometriosis ataupun peradangan pada organ dalam reproduksi.
Para wanita, mengenali tubuh sendiri adalah langkah awal untuk menentukan kesehatan tubuh sendiri. Catat siklus dan karakteristik haid Anda setiap bulannya.






