logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Nutrisi    Kalsium

Gangguan Metabolisme Protein - ANNEAHIRA.COM


Ilustrasi gangguan metabolisme protein

Protein sangat dibutuhkan tubuh. Gangguan metabolisme protein dapat menyebabkan ketidakseimbangan zat-zat di dalam tubuh. Protein merupakan sumber energi bagi tubuh. Berdasarkan sumbernya protein dapat dibagi menjadi dua, yaitu protein hewani dan protein nabati.

Bahan makanan sumber protein hewani (daging, ayam, susu), telur, ikan, udang dan hasil olahannya, seperti keju. Susu dan telur termasuk jenis bahan makanan sumber hewani yang berkualitas tinggi.

Jenis bahan makanan seperti ikan, udang dan ikan laut lainnya merupakan kelompok sumber protein hewani yang baik, karena mengandung sedikit lemak. Adapun bahan makanan sumber protein nabati, yakni kacang merah, kacang tanah serta hasil olahan kacang-kacangan, seperti tahu, tempe, oncom dan sebagainya.

Apa Itu Protein?

Kata protein berasal dari bahasa Yunani protos yang berarti paling utama.protein adalah senyawa organik kompleks yang berbobot molekul tinggi, yaitu polimer dari monomer-monomer asam amino yang satu sama lainnya dihubungkan oleh ikatan peptida. Protein ditemukan pada tahun 1838 oleh Jons Jacob Berzelius.

Pada molekul protein terdapat kandungan karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, atau sulfur dan fosfor. Kandungan protein yang paling banyak adalah enzim atau subunit enzim.

Dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup, protein mempunyai peranan penting. Berdasarkan fungsi struktural atau mekanis, protein lain berfungsi untuk membentuk batang atau sendi sitoskeleton.

Selain itu, protein juga dalam sistem kekebalan (imun) berfungsi sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, komponen penyimpanan (dalam biji), dan sebagai transportasi hara. Protein sebagai sumber gizi karena berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino atau heterotrof.

Selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, protein adalah salah satu dari biomolekul raksasa penyusun utama makhluk hidup. Dalam biokimia, protein juga sebagai salah satu molekul yang paling banyak diteliti.

Struktur pada protein sangat banyak dan yang paling banyak strukturnya dalah struktur sekunder beta-sheet dan alpha-helix yang sangat pendek. Struktur pada protein dapat dilihat dari hirarki, yaitu berupa struktur primer atau tingkat satu, sekunder atau tingkat dua, tersier atau tingkat tiga, dan kuartener atau tingkat empat.

1. Struktur Primer (tingkat satu)

Pada struktur primer, protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dapat dihubungkan melalui ikatan peptida atau amida.

Seorang ilmuan, Frederick Sanger, telah menemukan metode penentuan deret asam amino pada protein dengan menggunakan beberapa enzim protease, yaitu yang dapat mengiris ikatan asam amino tertentu, sehingga menjadi fragmen peptida yang lebih pendek untuk dipisahkan nantinya dengan dibantu kertas kromatografik.

Urutan asam amino tersebut dapat menentukan fungsi dari protein. Vernon Ingram pada tahun 1957 telah menemukan translokasi asam amino yang dapat mengubah fungsi protein, sehingga memicu mutasi genetik.

2. Struktur Sekunder (tingkat dua)

Pada struktur ini, protein merupakan struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Struktur sekunder tersebut memiliki beberapa bentuk, yaitu sebagai berikut.

  • Puntiran alfa (alpha helix/ a-helix), yaitu pilinan rantai asam amino yang berbentuk seperti spiral.

  • Lempeng beta (alpha sheet/ β-sheet), yaitu lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H).

  • Lekukan beta (beta turn/ β-turn)

  • Lekukan gamma (gamma turn/ y-turn)

3. Struktur Tersier (tingkat tiga)

Pada struktur ini, protein merupakan gabungan dari aneka ragam struktur sekunder berupa gumpalan. Beberapa molekul protein tersebut dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen dan membentuk oligomer yang stabil, serta membentuk struktur kuartener.

4. Struktur Kuartener (tingkat empat)

Pada struktur ini, merupakan pembentukan dari struktur tersier. Contoh dari struktur kuartener yang sering muncul adalah enzim rubisco dan insulin.

Penyakit Akibat Gangguan Metabolisme Protein

Salah satu akibat gangguan metabolisme protein dijelaskan dengan ditemukannya penyakit yang terjadi karena kekurangan protein. Kekurangan protein hampir selalu disertai dengan terjadinya kekurangan Energi (lihat BAB Karbohidrat).

Hubungan antara kekurangan Protein dan Energi dapat terjadi karena protein merupakan salah satu sumber utama penghasil energi. Jika dalam hidangan makanan yang kita makan kurang mengandung energi, maka protein akan lebih banyak diambil untuk menjadi energi.

Ini berarti protein dalam tubuh akan semakin berkurang. Penyakit yang terjadi karena kekurangan Energi dan Protein ini biasa dikenal dengan sebutan penyakit Kurang Energi Protein (KEP).

Penyakit Kurang Energi Protein (KEP), pada dasarnya terjadi karena kekurangan energi dan protein, disertai susunan hidangan yang tidak seimbang. Pada umumnya penyakit ini diderita anak balita dan ibu hamil. KEP dapat juga menyerang orang dewasa, misalnya pada orang yang mengalami kelaparan dalam waktu yang lama atau menderita penyakit kronis.

Ketika seorang anak mengalami penyakit Kurang Energi Protein akan muncul gejala-gejala, seperti marasmus (kekurangan energi) dan kwashiorkor (kekurangan protein).

Pada umumnya penyakit terjadi pada anak-anak antara usia 2–5 tahun ketika mereka berhenti minum ASI dan menerima makanan tambahan yang kurang atau sama sekali tidak mengandung protein. Selain pada anak–anak, Kurang Energi Protein juga dapat menyerang orang dewasa, misalnya pada orang yang mengalami kelaparan dalam waktu yang lama atau menderita penyakit kronis.

Pada penderita Marasmus pertumbuhan penderita atau anak (berat badan dan tinggi badan) terganggu, penderita sangat kurus, adanya perbesaran hati, kulit tampak keriput, pada bagian muka terdapat kulit yang berlipat-lipat, sehingga muka anak seperti muka orang tua yang sudah keriput, mudah terserang diare, infeksi saluran pernafasaan, dan batuk rejan.

Pada penderita kwasiorkor ciri-ciri yang terjadi adalah adanya gangguan pertumbuhan pada berat badan dan tinggi badan, lemah, kurus, apatis (tidak peduli terhadap lingkungan), kulit tampak kering, rambut tipis atau jarang, kehilangan nafsu makan, diare, adanya pembesaran hati, dan anemia (kurang darah).

Untuk itu, setiap orang harus memperhatikan asupan gizi pada makanan yang dimakannya, dengan cara melakukan neraca bahan makanan (NBM). Hal tersebut merupakan langkah awal, agar terhindar dari gangguan metabolisme protein.

Umumnya neraca bahan makanan (NBM) mencakup data-data tentang angka rata-rata jumlah jenis bahan makanan yang tersedia untuk dikonsumsi penduduk per kapita dalam setahun dengan satuan kilogram serta konsumsi per kapita harian dalam satuan gram selama kurun waktu tertentu. Nilai gizi bahan makanan yang dikonsumsi pada ketersediaan pangan harian dibuat dalam satuan energi, protein dan lemak per kapita per hari.

Tersedianya pangan yang cukup dan bervariasi dengan gizi yang seimbang, baik secara kuantitas maupun kualitas menjadi tolok ukur yang sangat penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat karena gizi tercukupi dan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas demi berlangsungnya pembangunan bangsa secara menyeluruh.

Kekurangan pangan berpotensi memicu keresahan warga yang akan berdampak pada masalah sosial, keamanan dan ekonomi negara. Persediaan pangan dalam suatu wilayah baik yang didapat dari produksi dalam negeri maupun hasil impor menjadi ukuran cukup tidaknya suplai pangan di daerah itu dan mampu tidaknya pemenuhan gizi secara menyeluruh.

Penggunaan NBM dalam mengatur penyebaran pangan di suatu wilayah ternyata dapat dijadikan patokan dalam menerapkan gaya hidup sehat sehari-hari. Neraca bahan makanan berisi panduan mengatur pola makan harian agar sesuai dengan gizi yang dibutuhkan.

Hakikat makanan bergizi adalah makanan yang memenuhi kebutuhan seorang individu untuk beraktivitas sehari-hari. Asupan makanan sempurna yang mengandung lemak, protein, mineral, karbohidrat, vitamin yang seimbang. Keseimbangan ini akan membentuk tubuh yang sehat dan selalu siap tempur menghadapi masalah kehidupan.

Masing-masing individu memerlukan kebutuhan makanan bergizi yang berbeda-beda dalam jenis makanan yang tidak sama. Misalnya, seorang bayi usia satu bulan, lebih memerlukan ASI ibunya dari pada beef steak yang lebih diperlukan oleh ayah si bayi.

World Vision telah mengenalkan pengolahan pangan lokal yang disebut ‘M3’ pada tahun 2007. ‘M3’ itu singkatqan dari Mudah, Murah, Menyeluruh, yang maksudnya mudah didapatkan, harganya murah, dan di dalamnya terdapat semua gizi yang dibutuhkan dalam tubuh, seperti karbohidrat, lemak, protein, lemak, dan vitamin.

Di dalam program M3 tidak hanya makanan bergizi untuk anak-anak kita saja, akan tetapi program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap masyarakat bahwa betapa pentingnya peranan ibu-ibu untuk menghidangkan makanan yang bergizi untuk keluarganya. Ada banyak makanan yang sehat dan bergizi yang dapat kita dapatkan di alam ini.

Demikian informasi mengenai gangguan metabolisme protein dan asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi Anda untuk menuju pola hidup sehat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Manfaat Sayuran Hijau bagi Kesehatan
  • Uji Karbohidrat yang Lazim Dilakukan
  • Es Susu: Es Krim dan Berbagai Manfaatnya untuk Kesehatan
  • Fungsi dan Metode Mendapatkan Kalsium Tinggi
  • Kandungan dari Susu tepung dan Manfaat Minum Susu
  • Kelebihan Protein, Para Atlet Dehidrasi
  • Macam Klasifikasi Sayuran
  • Manfaat Metabolisme Kalsium
  • Konsultasi Gizi Ibu Hamil dan Menyusui
  • Macam-Macam Sayuran - Rebung Jahe dan Sayuran Sehat
  • Kenalilah Susu Bubuk yang Anda Minum
  • Ingin Selalu Bugar? Pahami Konsep Gizi Seimbang
  • Beragam Khasiat Susu Kambing
  • Appeton Weight Gain, Susu Penggemuk Badan
  • Tempe - Makanan Murah yang Bergizi Tinggi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA