Kesuksesan Garuda Food - Perjuangan Seorang Pejuang
Setiap pengusaha itu pasti menyimpan suatu sejarah perjuangan hidup yang patut ditelusuri, seperti perjuangan pendiri Garuda Food misalnya. Perjuangan pendiri Garuda Food, Darmo Putro, mungkin tidak sedramatis perjuangan pendiri Honda, Soichiro Honda. Tapi Darmo Putra tentunya tetap harus berjuang sekuat tenaga menghadapi berbagai rintangan dalam bisnisnya.
Pergantian nama perusahaan hingga mengakuisisi perusahaan lain, membuat berbagai terobosan, serta inovasi dalam bidang produk makanan dan minuman adalah sebagian perjuangan Garuda Food meraih keberhasilan.
Kisah pendiri Honda yang cukup inspiratif mungkin saja dimiliki oleh Darmo Putra walaupun mungkin tidak terlalu banyak diketahui orang. Soichiro Honda yang merasa tidak pandai di sekolah, harus mengalami beberapa kalah kegagalan dalam hidupnya. Beberapa barang yang dia buat untuk Toyota, ditolak mentah-mentah hingga akhirnya Soichiro Honda berhasil membuat sebuah motor yang sekarang dikenal dengan motor Honda.
Sementara itu, kisah kegagalan pendiri Garuda Food, Darmo Putro tidak terlalu digembor-gemborkan atau mungkin saja kisah kegagalannya tidak sedramatis Soichiro Honda yang sempat depresi selama dua bulan dan harus melawan rasa gagal dan frustasi sehingga bisa bangkit lagi.
Bayangkan kalau ketika mengalami kegagalan dan kebangrutan bisnis tersebut, Soichiro Honda melakukan harakiri alias bunuh diri, orang Indonesia tidak akan memiliki motor Honda yang terkenal dengan keiritan bahan bakarnya tersebut. Namun begitu, hingga kini mobil produksi Honda masih belum bisa bersaing dengan mobil buatan Toyota.
Garuda Food Lebih Terkenal daripada Nama Perusahaannya
Orang-orang yang berada di belakang layar seringkali tidak seterkenal orang yang ada di atas panggung yang setiap hari dilihat dan ditonton. Begitupun dengan sebuah produk. Terkadang pembuat produk tersebut tidak dikenal secara luas oleh orang banyak. Sebutlah nama Tudung Group.
Siapa yang mengenal nama Tudung Group atau siapa yang tahu kalau Tudung Group ini adalah perusahaan di balik berjayanya produk-produk Garuda Food. Mungkin hanya para pelaku bisnis yang tahu hal ini, sedangkan masyarakat banyak tidak terlalu peduli siapa yang membuat suatu produk. Bagi mereka, asalkan produk tersebut enak dimakan, harganya murah, dan mudah membelinya, sudah cukup. Siapa pun yang membuatnya bukan suatu urusan yang harus terlalu dipikirkan.
Walaupun Tudung Group tidak terlalu terkenal, sebenarnya perusahaan yang bermula dari bisnis tepung tapioka pada 1958 ini sudah merambah berbagai bisnis, seperti bisnis logistik, air kemasan, susu, pertanian, hingga bisnis pengembangan sumber daya manusia. Garuda Food memang produk yang paling dikenal. Tapi perusahaan yang dinyatakan sebagai salah satu perusahaan paling mengagumkan versi majalah Business Week Indonesia ini telah mengantongi banyak prestasi.
Beberapa prestasi yang disabet oleh perusahaan yang membuat Garuda Food terkenal ini adalah Indonesian Best Brand Award (IBBA) dari MARS dan majalah SWA untuk produk wafer Gery yang memang memberikan rasa luar biasa tersebut. Gery malah berjaya dari tahun 2005-2007.
Pada 2007, Gery Chocolatos juga meraih IBBA kategori wafer stick. Makanan dari Garuda Food yang satu ini memang enak dan murah dengan bungkus stick yang mudah dibawa ke mana-mana. Satu kotak berharga di bawah Rp10.000 dengan isi cukup banyak. Eceran Gery Chocolatos hanya Rp500-Rp1000. Bagi para guru yang sering memberikan hadiah kepada murid-muridnya, Gery Chocolatos ini cukup memadai dari isi kantong dan dari segi rasa.
Prestasi Produk Garuda Food
Siapa yang tidak mengenal Garuda Food dengan beragam produk yang juga terkenal? Makanan ringan yang sangat disukai dan sering hadir menemani menonton sepak bola seperti Kacang Garing Garuda atau Kacang Garuda yang telah diproduksi dari tahun 1987 tersebut memang garing dan gurih.
Kacang Garing produksi Garuda Food ini sangat garing tapi tidak garing prestasi. Prestasi kacang Garuda segurih rasanya. Buktinya adalah beberapa prestasi yang disabetnya, misalnya, Garuda Food meraih Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) untuk kategori kacang bermerek sebanyak delapan kali.
Hebatnya lagi, prestasi itu diraih selama 8 tahun berturut-turut (2000-2007). Tidak hanya itu, pada tahun 2003, Garuda Food meraih prestasi Superbrands (2003), Top Brand for Kids (2004). Yang lebih hebat lagi adalah, Garuda Food menjadikan produk-produknya meraih Indonesian Best Brand Award (IBBA) selama kurun waktu tahun 2004-2007 dan meraih Top Brand pada tahun 2007.
Tidak hanya Kacang Garuda yang membuat Garuda Food semakin dikenal dan semakin berprestasi. Lewat produk jelly-nya yang diberi nama Okky dan Keffey, Garuda Food meraih prestasi lagi terutama untuk jelly Okky.
Okky Jelly produksi Garuda Food yang baru diproduksi setelah pihak Garuda Food mengambil alih perusahaan PT. Triteguh Manunggal Sejati pada 1998, telah memberikan predikat Top Brand for Kids pada tahun 2004. Padahal Okky Jelly Drink baru diluncurkan pada 2002. Tidak sampai disitu, Okky Jelly Drink juga meraih predikat Top Brand pada tahun 2007. Penghargaan tersebut diberikan oleh majalah Marketing dan Frontier.
Setelah sukses dengan Okky Jelly Drink, Garuda Food semakin percaya diri bermain di pasar minuman. Tercatat beberapa produk minuman Garuda Food, seperti Mountea yang merupakan minuman teh dengan rasa buah. Minuman teh Mountea ini pun memberikan prestasi yang cukup membanggakan kepada Garuda Food. Ini terbukti pada 2007, produk ini mendapatkan penghargaan dari IBBA untuk kategori minuman teh dalam kemasan cup.
Makanan ringan milik Garuda Food seperti Leo yang merupakan produk beragam keripik ini pun memberikan prestasi juga. Pada 2007, Leo meraih predikat IBBA kategori snack kentang. Keripik kencang Leo memang paling terkenal. Tetapi sebenarnya pihak Garuda Food juga memproduksi keripik pisang, keripik singkong, dan kerupuk dengan merek Leo juga. Selain Leo, Garuda Food juga membuat makanan ringan dari jagung yang diberi merek O’Corn.
Garuda Food dalam Meraih Sukses
Garuda Food memang tidak pernah berhenti membuat inovasi dan ragam produksi yang akan terus membuatnya dikenal dan disuka oleh masyarakat Indonesia. Garuda Food sangat tahu bahwa tanpa adanya inovasi dan ekspansi produk, bisnis mereka akan mati dan bangkrut. Kalau hal ini sampai terjadi, itu artinya perjuangan Darmo Putra, pendiri Garuda Food sebagai seorang mantan pejuang kemerdekaan habis sudah.
Untuk melestarikan dan membuktikan bahwa semangat perjuangan itu tetap ada, para penerus perusahaan Garuda Food terus membuat terobosan-terobosan baru. Terobosan itu pasti membuat mereka harus berpikir keras, bekerja keras, berkerja sama dengan sungguh-sungguh membuat sesuatu yang baru yang tak henti membuat orang lain berdecak kagum.
Teknologi yang dipakai oleh Garuda Food selalu diperbarui. Hal ini demi kebersihan dan jaminan kelezatan produksi Garuda Food yang tahan lama. Tanpa adanya penggunaan teknologi yang baik, produksi Garuda Food akan mudah rusak dan rasanya tak akan seenak seperti yang ada di iklan-iklan yang sangat sering ditayangkan di televisi.
Bila hal ini terjadi, tentunya produk Garuda Food tidak akan berada di keranjang-keranjang belanjaan para pembeli di seluruh Indonesia. Jaminan mutu serta bahan baku yang sangat berkualitas adalah hal yang selalu dipertahankan dan ditingkatkan oleh pihak Garuda Food.






