Sejarah Garuda Indonesia
Ilustrasi garuda indonesia
Sarana transportasi udara sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat saat ini. Kondisi ekonomi yang terus berkembang membuat sarana transportasi udara menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang menginginkan kecepatan dan ketepatan waktu perjalanan. Indonesia memiliki maskapai penerbangan nasional yang menjadi kebanggaan, yaitu maskapai penerbangan Garuda.
Nama Garuda Indonesia sangat tepat bagi maskapai penerbangan ini yang ingin mengembangkan sayapnya di dunia sarana transportasi udara. Nama Garuda diambil dari nama burung mitos di dunia pewayangan. Burung Garuda pun menjadi lambang negara Indonesia.
Pesawat Pertama
Maskapai penerbangan Garuda memiliki sejarah yang panjang, sepanjang sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Pada mulanya, maskapai penerbangan ini bernama Indonesia Airways. Pesawat pertamanya bernama Seulawah atau Gunung Emas. Nama itu diambil dari nama gunung terkenal di Aceh. Hal tersebut dikarenakan, uang untuk membeli pesawat ini merupakan sumbangan dari rakyat Aceh. Pesawat tersebut dibeli dengan harga 120.000 U$ atau seharga 20 kg emas.
Pada awal berdirinya, maskapai penerbangan nasional ini merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Belanda. Maskapai penerbangan Indonesia Airways dikelola oleh manajemen KLM atau Koninklijke Luchtvaart Maatschappij, sebuah maskapai penerbangan milik pemerintah Belanda.
Pada 26 Januari 1949 merupakan hari lahirnya maskapai penerbangan ini. Maskapai penerbangan ini memiliki hak monopoli penerbangan dari pemerintah Republik Indonesia dan Belanda. KLM mengelola maskapai penerbangan ini selama sepuluh tahun pertama. Lalu, KLM menjual saham miliknya kepada pemerintah Republik Indonesia.
Pemerintah Burma banyak menolong maskapai ini pada masa awal maskapai ini. Oleh karena itu, pada saat maskapai ini diresmikan sebagai perusahaan pada 31 Maret 1950, Garuda menyumbangkan sebuah pesawat DC-3 kepada Pemerintah Burma. Pada mulanya, Garuda memiliki 27 pesawat terbang, staf terdidik, bandara dan jadwal penerbangan, sebagai kelanjutan dari KNILM. Ini sangat berbeda dengan perusahaan-perusahaan pionir lainnya di Asia. Pada tahun 1953, maskapai ini memiliki 46 pesawat. Tahun 1956 mereka mengangkut jamaah haji dan membuat jalur penerbangan pertama ke Mekkah.
Pada tahun 1960-an adalah saat kemajuan pesat maskapai ini. Tahun 1960 Garuda membeli pesawat baru yaitu 3 pesawat turboprop Lockheed L-188 Electra yang diberi nama "Pulau Bali", "Candi Borobudur" dan "Danau Toba" sebagai 3 tujuan wisata Indonesia yang paling dikenal dunia luar dan membeli 2 pesawat yang sama pada tahun 1961. Tahun yang sama dibuka jalur menuju Hongkong dan Canton via Phnom Penh.
Pada tahun 1962 Garuda Indonesia membeli 3 pesawat Convair 990 yang diberi nama "Majapahit", "Padjadjaran" dan "Sriwijaya", nama kerajaan kuno di Indonesia yang kemudian membuat Garuda menjadi maskapai pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan pesawat sub-sonic Convair 990. Garuda membuat jalur penerbangan ke Eropa dengan tujuan Bandara Schiphol di Belanda, Eropa, via Bombay, Beirut dan Frankfurt. Di awal tahun 1970-an Convair 990 diganti Douglas DC-8.
Maskapai penerbangan Indonesia Airways berubah nama pada saat Dr. Konijnenburg menghadap Presiden Soekarno di Yogyakarta untuk melaporkan bahwa sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar, KLM Interinsulair Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Dr. Konijnenburg meminta nama baru kepada Presiden Soekarno karena nama baru itu akan segera dicat ke badan pesawat.
Presiden Soekarno langsung menanggapi permintaan tersebut. Beliau mengutip sebuah satu baris syair sajak Belanda yang digubah oleh Raden Mas Noto Soeroto. Baris syair tersebut yaitu Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden yang artinya Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi di atas kepulauanmu.
Pasang Surut
Maskapai penerbangan Garuda mengalami pasang surut dalam perkembangannya. Maskapai penerbangan ini pernah mengalami masa jaya sekitar tahun 1960an dan 1970an. Tahun 1990an, maskapai penerbangan ini mengalami kemundurang dengan adanya banyak musibah dan masalah politik dalam negeri. Namun, Garuda Indonesia kembali bangkit dan membuktikan bahwa maskapai penerbangan ini merupakan maskapai penerbangan nasional yang berkualitas dan mementingkan kenyamanan dan keamanan bagi para penumpangnya. Saat ini, maskapai penerbangan Garuda terus melakukan inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia.
Garuda Indonesia merupakan salah satu maskapai penerbangan nasional dan internasional. Rute domestik Garuda Indonesia meliputi hampir seluruh provinsi di Indonesia. Garuda Indonesia mulai terbang sejak tahun 1949 dan penerbangan pertama kalinya dengan tujuan ke Mekah pada tahun 1956.
Garuda Indonesia terus berbenah diri hingga saat ini, dan berkomitmen untuk mengedepankan pelayanan penuh dan terbaik selama penerbangan untuk pelanggan. Tak heran jika dari tahun ke tahun penghargaan demi penghargaan terus diraihnya, seperti Service Excellent Champion 2008 by MarkPlus & Co dan Indonesia Best Brand award “ Platinum Award “ by MARS & SWA.
Garuda Indonesia juga ikut berpartisipasi dan terus mendukung pariwisata Indonesia. Ketika peristiwa tragedi bom bali pada tahun 2003, Garuda Indonesia memberikan pelayanan penerbangan gratis untuk wisatawan asing dari luar negeri, sebanyak sepuluh ribuan lebih tiket gratis ke Bali.
Pelayanan Garuda Indonesia
Pelayanan dan fasilitas yang didapatkan selama penerbangan dibedakan berdasarkan lamanya perjalanan.
- Penerbangan Domestik
Bila penerbangan hanya memerlukan kurang dari 60 menit hingga tiba di tujuan, fasilitas yang bisa didapatkan antara lain : jus buah, hot towel, musik, camilan, minuman, surat kabar dan majalah.
Namun bila penerbangan memerlukan waktu lebih dari 60 menit, maka fasilitas yang bisa dinikmati antara lain jus buah, hot towel, musik, camilan dan hot meal, minuman, film dengan durasi singkat, surat kabar dan majalah.
Fasilitas lainnya yang tersedia sesuai dengan permintaan atau dipesan terlebih dahulu antara lain selimut dan bantal, earphone, mainan anak, peralatan bayi (popok, bedak bayi, mainan, makanan bayi, dan lain-lain), dan peralatan medis (obat-obatan, stetoskop,termometer, dan lain-lain). - Penerbangan Internasional
Berbeda dengan fasilitas yang didapatkan dalam penerbangan domestik, penumpang dengan penerbangan internasional dimanjakan dengan hidangan makanan sesuai dengan rute negara tujuan. Misalnya makanan jepang tersedia bila rute penerbangan ke Jepang.
Tidak hanya itu, minuman khas anggur merah dan putih dari negara Australia dan Perancis. Makanan lainnya yang menjadi menu hidangan sepanjang penerbangan internasional adalah masakan eropa dan asia. Untuk kelas eksekutif, peralatan makan yang digunakan dari kristal.
Fasilitas lainnya yang bisa dinikmati jus buah, hot towel, musik, camilan dan hot meal, minuman, film, surat kabar dan majalah. Fasilitas lainnya tak beda jauh dengan penerbangan domestik, sesuai dengan permintaan terlebih dahulu, antara lain selimut dan bantal, earphone, mainan anak, peralatan bayi, dan peralatan medis.
Kiat Bepergian dengan Garuda Indonesia
Bepergian dengan pesawat identik dengan kepraktisan. Bawa barang bawaan seperlunya, jangan berlebih dan berat. Kecuali memang barang yang dibawa tidak bisa dikurangi dan wajib dibawa, tidak bisa di tinggalkan, tinggal siapkan saja uang banyak untuk kelebihan bagasi. Berikut beberapa kiat yang bisa Anda lakukan jika bepergian dengan pesawat Garuda Indonesia:
-
Pilah mana barang yang masuk bagasi dan yang mana masuk ke kabin. Ransel atau tas yang akan masuk kabin tidak boleh terlalu besar dan berat, beberapa maskapai dan bandara menerapkan aturan volume dan berat barang bawaan yang ketat ketika masuk kabin. Tas yang besar juga menyulitkan kita ketika akan ditaruh di tempat barang di kabin yang letaknya di atas kursi penumpang yang volumenya tidak terlalu lebar.
- Pastikan barang bawaan yang masuk kabin didalamnya tidak ada benda tajam, korek api dan segala benda yang dilarang lainnya. Bagi hobi photography kadang tripod tidak boleh masuk kabin. Maka bila akan dimasukan bagasi, pastikan tripod masukan dalam kardus dan minta stiker barang pecah belah.
- Beberapa peralatan kecantikan berupa gas dalam tabung , seperti parfum dan deodorant lebih baik masukan dalam bagasi. Di beberapa bandara, kadang barang ini juga tidak lolos dan diminta ditinggalkan. Sayang kan parfum mahal harus ditinggal, jadi bawa peralatan kecantikan yang praktis dan tidak akan merepotkan kita kelak.
- Seluruh peralatan elektronik seperti walkman, camera, hp, charger, tv monitor, lap top, dvd player dan sebagainya bawa ke kabin dan awasi barang ini baik-baik. Jangan masukan peralatan elektronik dalam ransel, tas, atau traveling bag ke bagasi pesawat, walau dalam keadaan terkunci sekalipun bisa hilang.

