logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Mata Pelajaran

Gaya Belajar Unik Anak dan Guru


Ilustrasi gaya belajar

Daftar Isi
  1. Gaya Belajar Anak
    • Auditori
    • Visual
    • Kinstetik
  2. Gaya Belajar Guru
    •  Observasi
    •  Tugas
    • Survei dan Tes Psikologi

Tahukah Anda bahwa setiap orang punya gaya tersendiri dalam belajar? Mungkin termasuk juga Anda.

Gaya belajar adalah sebuah cara seseorang untuk lebih memahami apa yang tengah dibahas, disajikan ataupun apa yang sedang berusaha untuk diserap. Maka dari itu, setiap anak pasti punya cara unik tersendiri.

Berbeda-beda cara anak menyerap pelajaran, berbeda-beda pula cara guru untuk bisa memasukkan pengetahuan mereka ke dalam otak anak. Agar lebih mudah memahami dua hal yang berbeda ini, yuk kita ulas satu per satu.

Gaya Belajar Anak

Tahukah Anda bahwa setiap orang punya gaya tersendiri dalam belajar?

Tiap-tiap anak memiliki sisi yang menonjol, terutama dalam menyerap ilmu. Mereka yang cenderung menonjol dalam satu bidang bisa jadi kesulitan dalam bidang lain.

Ada juga yang bisa mengombinasikannya. Semua itu bergantung pada kondisi psikologis anak, dan tentu saja bakat mereka sendiri.

Terkadang cara belajar yang tidak sesuai dengan gaya anak bisa bisa membuat anak merasa tidak nyaman. Ujung-ujungnya membuat anak jadi malas belajar. Agar anak tidak sampai mengalami frustasi dalam belajar, ada baiknya kita mengenal beberapa gaya belajar anak yang dibedakan menjadi tiga tipe gaya belajar.

Gaya Belajar Anak - Auditori

Beberapa anak cenderung mudah mengingat lewat pendengaran. Jadi, bagian pendengarannya jauh lebih sensitif dibanding inderanya yang lain. Oleh sebab itu, mereka biasanya belajar dengan menggandalkan pendengaran. Gaya belajar ini disebut gaya belajar Auditori.

Ciri-ciri anak yang memiliki kecenderungan belajar dengan gaya ini biasanya sangat tidak suka dengan keributan. Anak-anak ini sangat sensitif dengan suara. Bila mendengar suara ribut sedikit, konsentrasinya langsung hilang. Namun, anak ini dapat mengingat dengan cepat semua yang dituturkan orang ataupun yang tengah dia diskusikan. 

Oleh karena itu, anak-anak ini lebih cenderung suka dengan cerita-cerita yang dibacakan, suka dengan musik, dan terlatih untuk menyimak. Senang bercerita, tidak begitu suka membaca buku, lebih suka dengan humor yang diceritakan dengan cara lisan. Mudah mengingat nada dan irama.

Namun, mereka juga mudah lupa dengan tugas yang diberikan guru. Mereka juga bersikap ceroboh karena cenderung terburu-buru ketika bertindak. Anak tipe ini juga kesulitan dalam berekspresi secara visual tentang perasaannya.

Gaya Belajar Anak - Visual

Nah, kalau yang satu ini merupakan gaya belajar anak yang lebih cenderung pada kemampuan mereka dalam memperhatikan benda.

Alias kemampuan mereka untuk merekam apa-apa yang mereka lihat. Tentu saja gambar, buku, media televisi adalah tempat mereka bisa melakukan pembelajaran dengan cepat.

Anak-anak dengan gaya yang satu ini pastinya suka sekali membaca dan menonton televisi. Buat mereka belajar saat bising pun tidak masalah.

Ketika mata mereka sudah terpaku pada sesuatu, konsentrasi mereka menjadi penuh. Bahkan suara ribut pun tidak bisa mengganggu konsentrasinya. Alhasil, kemampuannya dalam visual kuat sekali. 

Namun, begitu anak-anak dengan pola belajar visualisasi biasanya sulit untuk mengungkap sesuatu, walaupun mereka tahu. Anak yang memiliki pola ini cenderung pemalu dan pendiam. Cepat dalam belajar yang berhubungan dengan demonstrasi dan sangat suka dengan lukisan. Bahkan bakat mereka terhadap seni.

Anak ini juga sangat lambat dalam menulis di depan papan tulis. Tulisannya cenderung berantakan dan sering lupa bila dititipi pesan secara verbal.Untuk anak-anak jenis ini, mereka pasti cenderung lebih pasif. Namun, mereka cocok ketika melakukan pekerjaan dengan cara duduk diam dan tidak memerlukan tindakan fisik tinggi.

Gaya Belajar Anak - Kinestetik

Ada anak yang memiliki fisik yang aktif, mereka cenderung tidak bisa diam. Bergerak sana sini tidak mau diam. Anak aktif cenderung tidak bisa diam ketika melakukan pembelajaran, terutama yang berhubungan dengan visual maupun audio. Anak-anak Kinestetik cenderung lebih banyak menggunakan bahasa tubuh, dan menyukai kegiatan yang berhubungan dengan aktifitas fisik.  

Oleh karena itu, tidak aneh bila dalam mengungkapkan emosinya, mereka cenderung senang berjingkrak-jingkrak. Mereka juga lebih mudah menyerap pelajaran yang berbau gerakan tubuh. Anak-anak dengan pola belajar kinestetik tidak mampu untuk diam dan duduk seperti kelas konvensional umumnya.

Mereka cenderung lebih jahil dan nakal. Untuk anak-anak ini, mereka harus masuk sekolah yang mendesain khusus dengan active learning. Namun, kalaupun tidak bisa, anak ini bisa melakukan sekolah di rumah atau Home Schooling.

Bagi orang tua, butuh pengamatan lebih untuk dapat menentukan mana kecenderungannya anaknya dalam hal belajar. Sebaiknya hal tersebut memang dilakukan orang tua sebagai langkah antisipasi untuk lebih mengembangkan bakat sang anak.

Gaya Belajar Guru

Nah, bagi sang guru, yang notabene pastinya bersentuhan langsung dengan pendidikan seorang guru pun harus memiliki metode. Terutama ketika menentukan bagaimana dia akan memberikan pembelajaran di kelasnya.

Jangan sampai dia salah memutuskan gaya belajarnya untuk memberi pengetahuan pada anak. Malah akhirnya ini menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Ada tiga tipe juga (senada dengan tipe sang anak) bagi guru untuk bisa memilih bagaimana dia mengajar kelak.

Gaya Belajar Guru - Observasi

Gaya Belajar Guru - Tugas

Cara kedua bisa guru lakukan dengan memberikan tugas khusus pada tiap murid yang dipegangnya.

Tugas itu haruslah mencerminkan fungsi ketiga gaya belajar anak.

Dengan begitu, guru bisa memisah-misahkan mana anak yang memiliki kecenderungan Audio, Visual ataupun Kinestetik.

Ini pastinya menjadi tugas pokok guru. Di dalam kelas ada beragam murid, maka diperlukan observasi mendetil (terutama untuk guru SD).

Hal ini dilakukan agar dia mampu mengelompokkan para muridnya dan menyesuaikan tiap-tiap cara dia menerangkan. Pertama, sebaiknya guru melakukan pengamatan dan membuat catatan.

Awalnya, gunakan cara untuk menerangkan dan perhatikan dengan seksama berapa banyak murid yang mendengarkan, bergerak aktif untuk bertanya, dan yang diam. Juga perhatikan murid yang terlihat tidak bisa diam dan gelisah. Catat semuanya.

Tandai murid-murid yang memiliki klasifikasi pola belajar audio, visual dan kinestetik. Setelah menerangkan, guru pun bisa mencoba dengan memperlihatkan gambar-gambar, atau memutar film di kelas. Di sini kembali Anda perhatikan manakah murid yang cenderung lebih fokus dengan gambar.

Terakhir, untuk catatannya dalam mengelompokkan murid. Guru bisa melihat murid yang punya kecenderungan mudah beradaptasi dengan pelajaran olahraga dibanding pelajaran lainnya. Gunakan catatan tersebut untuk nantinya menentukan tindakan kelas mana yang sesuai dan memberi porsi cara mengajar di kelas.

Gaya Belajar Guru - Survei dan Tes Psikologi

Agar bisa mengelompokkan dengan baik kondisi murid, tentu saja diperlukan data akurat. Metode survei dan tes piskologi bisa digunakan. Memang, dibanding dua metode lainnya, metode ini lebih cepat dan akurat dalam mendapatkan hasil.

Dengan meminta para orangtua murid untuk menyertakan anaknya dalam tes khusus maupun mengisi angket survei, kita bisa langsung mengetahui kemampuan anak dengan cepat. Tentu saja data yang akurat. Kedua metode lainnya memang mudah.

Namun, dibutuhkan data yang pasti dan pemetaan kemampuan anak. Untuk kedua metode di atas, hanya bisa dilakukan ketika guru merasa memiliki waktu luang melakukannya. Namun, bila guru yang bersangkutan diburu waktu, cara terakhir dapat dilakukan.

Setelah mengetahui bahwa anak ternyata memiliki kecenderungan pola tertentu, kita sebagai orangtua harus lebih awas. Terutama ketika kita memutuskan untuk memberikan anak kita pendidikan secara home schooling.

Ketika orangtua memutuskan home schooling untuk anaknya, pasti karena si anak sering sekali membuat masalah di sekolahnya. Bisa juga anak tidak juga berkembang walau sudah sekolah di tempat konvensional.

Pilihan home schooling diambil agar anak bisa berkembang secara individu. Namun, namanya juga home schooling. Tetap saja berupa sekolah, walau bedanya hanya sekolah secara individu. Anda harus memilih guru yang baik untuk bisa mendidik anak Anda. Perhatikanlah kecenderungan gaya belajar anak agar bisa tahu, mana penyerapan dominan pada si anak.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Narrative - Dari Asal Kata Hingga Cara Penulisannya
  • Aljabar Abstrak Beserta Jenis Aljabar Lain
  • Belajar Memahami Pidato
  • Berbagai Contoh Paragraf Deduktif
  • Mengenal Contoh Karangan Eksposisi
  • Sains - Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan bagi Penemu Ilmiah
  • Contoh Paragraf Induktif, Kalimat Utama di Akhir Paragraf
  • Contoh Pidato Bertema Pendidikan untuk Guru PAUD
  • Sosiologi Pendidikan dalam Kurikulum Sekolah dan Keluarga
  • Karbohidrat, Senyawa Karbon Penting dalam Sistem Kehidupan
  • Strategi Belajar Mengajar Guru Profesional
  • Contoh Argumentasi Ide Utama dalam Esai Bahasa Inggris
  • Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pedoman Pendidikan Kewarganegaraan
  • Buku Sekolah Elektronik Masalah Bersama
  • Macam-macam Metode Pembelajaran Bahasa Inggris
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA