logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Keluarga    Tips Keluarga    Suami Istri    Gaya Berhubungan Seksual

Gaya Berhubungan Seksual - Rahasia Dapur Pasutri

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Beraneka cara penulisan dan penggambaran tentang [kwd]gaya berhubungan seksual[/kwd] yang ada di berbagai media, baik koran, majalah, buku, maupun media digital. Ada yang menggambarkan gaya berhubungan seksual dengan begitu vulgar dan tanpa menggunakan kata-kata yang berbalut majas yang dimaksudkan untuk melembutkan arti.

Ada juga yang menggambarkan dan mendeskripsikan gaya berhubungan seksual dengan begitu terselubung dan malu-malu seperti kucing yang sedang tidur. Penggambaran dan pendeskripsian itu dimaksudkan untuk membuat para pembaca paham bahwa ada beragam gaya berhubungan seksual.

Haruskah Gaya Berhubungan Seksual Dipelajari?

Tidak ada lagi kata tabu apalagi rasa risih ketika berbicara tentang gaya berhubungan seksual. Anak remaja pun sudah mengenal gaya berhubungan seksual. Terbukanya dunia maya dan sensor yang kalah cekatan dengan kecepatan internet, membuat orang semakin mudah dan semakin muda dalam usia mendapatkan informasi yang berkaitan dengan gaya berhubungan seksual.

Belum lagi penulis novel yang terkadang membuat penggambaran gaya berhubungan seksual itu tanpa ada selimut atau kabut kata yang dipakai. Semuanya membuat para pembaca atau para pemirsa menjadi ‘tertekan’ otaknya untuk memahami semua hal yang berkaitan dengan gaya berhubungan seksual itu dengan begitu terang-benderangnya.

Di kantor, di tempat nongkrong, banyak sudah orang yang tidak ada sungkannya berdiskusi tentang gaya berhubungan seksual. Rasanya lidah begitu enteng membicarakan hal yang dulunya dianggap bahan obrolan yang tidak boleh terdengar oleh banyak orang.

Zaman keterbukaan ternyata benar-benar membuka segalanya. Apa yang dulu tersembunyi dengan rapi di balik tabir sutra ungu, kini menjadi bening sebening air sungai di kaki gunung hingga bebatuan dan ikan-ikan yang berenang terlihat dengan jelas. Pembicaraan tentang gaya berhubungan seksual itu sudah seperti rasa efek rumah kaca yang begitu dahsyat hingga memanaskan bumi dan seantero alam semesta.

Haruskah gaya berhubungan seksual itu dipelajari? Jawaban singkat, padat, cepat adalah YA! Gaya berhubungan seksual itu perlu dipelajari. Yang menjadi masalah sedikit adalah bagaimana cara mempelajari tanpa harus mempermalukan diri sendiri di depan umum apalagi harus terjebak ke dalam dosa? Bagaimanapun terbukanya informasi tentang gaya berhubungan seksual, masih ada orang yang belum paham dan belum mengetahui bagaimana mempelajari gaya berhubungan seksual dengan sopan dan tidak menimbulkan fitnah.

Segala sesuatu itu memang harus dari niat. Begitupun dengan mempelajari gaya berhubungan seksual. Agar keharmonisan pasangan suami istri terjaga, mempelajari gaya berhubungan seksual itu harus berdua. Mendiskusikannya juga harus berdua. Keterbukaan pasangan suami istri ini akan menambah gairah dan kedekatan mereka secara batin.

Semua hal yang berkaitan dengan hubungan seksual ataupun gaya berhubungan seksual, dianggap sakral dan menjadi salah satu aktivitas ibadah yang berpahala cukup besar. Asalkan sebelum melakukan hubungan seksual itu didahului dengan doa. Doa yang lembut dan penuh pengharapan dan diucapkan dengan penuh kepasrahan itu akan membuat suasana sebelum berhubungan seksual semakin syahdu dan romantis.

Bila waktu dan tempat memungkinkan, sebelum berhubungan seksual itu, kedua suami istri berwudhu, lalu dengan lembut dan mengharap ridho Allah Swt mereka berdo’a. Selanjutnya dengan sangat lembut dan perlahan mereka menikmati setiap detik kebersamaan itu dengan cinta dan kasih sayang tanpa saling menyakiti baik secara fisik maupun secara mental.

Belaian penuh cinta dari dalam lubuk hati yang terdalam itu akan mampu menggairahkan tubuh dan memanaskan otak untuk ‘berpetualang’ dalam balutan selimut gaya berhubungan seksual yang diizinkan. Mempelajari gaya berhubungan seksual secara bersama-sama itu akan membuat perkembangan mental dan psikologis keduanya berjalan seiring sehingga salah satu pihak tidak harus terus-menerus menjadi pembimbing.

Bagaimanapun pandainya seorang guru, bila dia tidak bisa belajar dari apa yang diajarkannya atau dia tidak mendapatkan satu pelajaran dari muridnya, terkadang guru tersebut akan diterpa kebosanan dan kekeringan jiwa akibat ilmunya yang tersedot. Begitupun pasutri yang salah satunya selalu menjadi guru bagi yang lainnya, maka suatu masa yang selalu berperan sebagai pembimbing itu tidak lagi mendapatkan manfaat dari bimbingannya sendiri.

Hukum saling memberi dan menerima itu harus ada dalam hubungan suami istri. Bila hukum saling memberi dan menerima itu telah pudar, pudarlah pula bahtera rumah tangga tersebut karena keduanya tidak mampu berkembang bersama secara spiritual.

Dari Mana Belajar Gaya Berhubungan Seksual?

Gaya berhubungan seksual itu bisa dipelajari dari hadist dan Al-Quran. Mengapa harus belajar dari sumber yang terasa sangat agamis? Ketika mata memandang sesuatu yang akan membangkitkan gairah seksual bukan dari yang semestinya boleh dilihat, biasanya fantasi dan imajinasi itu akan semakin liar. Kalau keliaran fantasi dan imajinasi tidak mampu dikendalikan, petaka dan musibah telah menganga menanti datangnya tubuh terlempar ke dalam jurang petaka dan musibah tersebut.

Begitu banyak informasi dari sumber yang benar tersebut yang berkaitan dengan gaya berhubungan seksual. Misalnya, setiap pasangan suami istri ‘wajib’ mengetahui tentang anatomi tubuh. Dari pengetahuan tentang anatomi tubuh tersebut akan diketahui titik-titik yang bisa membangkitkan gairah seksual masing-masing.

Keunikan setiap individu akan menggiring keduanya untuk saling memahami. Terutama bagi seorang suami yang mempunyai lebih dari satu istri. Gaya berhubungan seksual dengan istri A harusnya tidak dipakai dengan istri B dan sebalikknya walaupun tujuan dan ‘peralatan perang’ yang dipakai sama.

Selain mengetahui anatomi tubuh dan titik-titik sensitif, pasangan suami istri itu juga hendaknya tahu kondisi kejiawaan dan kata-kata pujian yang disampaikan nan mesra. Kata-kata tersebut bisa juga membangkitkan gairah keduanya. Hal ini karena rasa percaya diri yang tinggi akan membuat keduanya mencapai kenikmatan duniawi yang sesungguhnya bersama-sama tanpa ada yang merasa ‘ditinggalkan’.

Mengapa keduanya harus merasakan nikmat dari gaya berhubungan seksual secara bersama? Tanpa keduanya meraih kepuasan bersama, hubungan suami istri itu akan menjadi bagai tali hampir putus. Tapi kalau kenikmatan itu dirasakan berdua, hubungan keduanya bagai tali yang semakin kokoh dan kuat.

Gaya Berhubungan Seksual yang Diizinkan

Ada banyak gaya berhubungan seksual yang diizinkan oleh Islam. Intinya Islam tidak melarang gaya berhubungan seksual apa pun. Tapi ada satu yang tidak diizinkan, yaitu melalui lubang pembuangan bagian belakang. Mengapa hal ini dilarang?

Tiada satu pun larangan Allah Swt yang diberitakan tanpa maksud untuk melindungi umatnya. Tidak adanya ‘pelumas’ yang mampu dihasilkan oleh lubang bagian belakang tersebut pasti akan menimbulkan rasa sakit dan akan mengakibatkan kerusakan jaringan hingga menimbulkan rasa sakit lainnya ketika akan mengeluarkan kotoran dari lubang tersebut.

Gaya berhubungan seksual dari lubang belakang itu juga terlihat seperti gaya hewan yang haram dimakan. Sebagai makhluk yang tercipta paling sempurna, manusia hendaknya menjaga adab dan terus bersyukur menata hatinya agar tidak terlihat seperti hewan yang martabatnya pasti di bawah manusia.

Gaya berhubungan seksual sambil berdiri, duduk bahkan jongkok tidak masalah asalkan kalau bisa pasangan suami istri itu tidak melakukannya dengan terlalu terbuka. Bagaimanapun ada makhluk Allah Swt yang bernama malaikat yang selalu ada di dekat manusia. Makhluk yang sangat patuh kepada Allah Swt ini merasa sangat malu ketika melihat adegan gaya berhubungan manusia yang sangat terbuka tanpa tabir ataupun penghalang penglihatan mereka.

Namun semua gaya berhubungan seksual itu tidak boleh diceritakan kepada orang lain. Cukup keduanya saja yang tahu. Bila sampai diceritakan kepada orang lain, ditakutkan bahwa fantasi dan imajinasi liar yang tak terkendali bisa mempengaruhi pikiran orang lain. Hal ini tidak seharusnya terjadi.

Kalaupun ada masalah dalam gaya berhubungan seksual, bertanyalah kepada orang alim yang paham tentang ilmu agama dan paham tentang ilmu gaya berhubungan seksual. Bantuan ini harus sangat hati-hati diminta. Kalau bisa memang kedua pasangan suami istri tersebut saling terbuka sehingga belajar bersama menjadi hal yang menyenangkan.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Pasutri - Gambaran Pernikahan dalam Budaya
  • Tips Memuaskan Suami Tercinta
  • Tips untuk Pria, Cara Memperbesar Penis
  • 9 Cara Menjadi Wanita Hot Bagi Suami
  • Mengenal Berbagai Metode Kontrasepsi
  • Baik dan Buruknya Ciuman Lidah
  • Standar WHO Pada Persalinan Normal
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA