logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Seni    Artikel Umum Seni    Gedung Kesenian

Rekam Jejak Gedung Kesenian Jakarta

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Bagi kalangan seniman, mempunyai gedung kesenian sebagai wahana mereka berekspresi adalah hal yang didamba. Walau bagaimana pun, mereka tidak ingin selamanya menjadi kaum urban dan ingin tetap diakui sebagai penduduk masyarakat yang mempunyai hak untuk didengar aspirasinya lewat karya-karya seninya.

Oleh karena itulah gedung kesenian mutlak dibangun. Bahkan di beberapa daerah pun biasanya mempunyai gedung kesenian tersendiri sebagai wadah kesenian lokal setempat.

Sementara di Jakarta, rasanya sudah tidak asing lagi kita mendengar nama Gedung Kesenian Jakarta. Hanya saja tak jarang kita tidak tahu bahwa ternyata gedung ini sempat beralih fungsi. Salah satunya dijadikan gedung bioskop.

Peninggalan Belanda

Tidak bisa dipungkiri, keberadaan Belanda yang menjajah Indonesia selama hampir tiga abad membawa dampak yang cukup signifikan. Baik dari warisan mental hingga fisik bangunan. Ini juga terjadi pada Gedung Kesenian Jakarta.

Jika dilihat dari sisi fisik, sangat jelas sekali gedung ini adalah bangunan tua peninggalan Belanda yang masih kokoh berdiri di kawasan Jakarta Pusat. Didirikan pada 1821 dan bergaya bangunan neo-renaisance. Kerena berada di pusat Indonesia, maka tentu gedung ini menjadi ajang bergengsi kalangan seniman. Maka tak heran jika para seniman dari berbagai daerah Indonesia kerap melakukan pertunjukan kreasi mereka di sini; teater, film, sastra, lukisan, dan lainnya.

Lokasi

Dalam catatan sejarah dijelaskan, bahwa ide pembuat gedung ini berasal dari sosok Gubernur Jendral Belanda yang saat itu dijabat oleh Deandels. Namun, baru bisa direalisasinya kemudian oleh Gubernur Jendral Inggris bernama Thomas Stamford Raffles pada 1814.

Sementara dari sisi arsitektur, gedung ini dibangun oleh sosok bernama Mayor Schultze yang merupakan perwira VOC. Hingga pada pergolakan yang terjadi di Indonesia, konon gedung ini juga yang digunakan para pemuda Indonesia menggelar Kongres Pemuda pertama tepatnya pada 1926. Bahkan di gedung ini pula pada 29 Agustus 1945, presiden pertama Indonesia Bung Karno meresmikan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).

Alih Fungsi

Melihat kondisi Indonesia yang saat itu masih belum stabil secara struktural dan tidak terlalu mementingkan gedung bersejarah, maka Gedung Kesenian Jakarta saat ini pernah mengalami alih fungsi. Gedung ini pernah digunakan oleh oleh Universitas Indonesia tepatnya dijadikan bangunan belajar bagi Fakultas Ekonomi dan Hukum tepat pada 1951.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya dari tahun 1957 sampai dengan 1961 gedung ini digunakan untuk lokasi Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI). Kemudian, pada 1968 gedung ini beralih fungsi kembali menjadi gedung bioskop yang diberi nama bioskop Diana. Lalu, diubah lagi menjadi bioskop City Theater pada 1969. Hingga pada 1984 gedung ini dikembalikan fungsinya sebagai Gedung Kesenian melalui surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 24 tahun 1984.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Kreativitas dalam Ukiran Inai
  • Mengenal Seni Batik Indonesia
  • Perkembangan Seni Lukis Nusantara
  • Ganesha, Patung Kuno Simbol Kebijaksanaan
  • Indahnya Seni Ukiran Buah
  • Alat dan Seni Musik Tradisional
  • Tokoh Wayang Bima Sumber Inspirasi
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA