Gejala Keracunan Makanan pada Anak-anak

Anak-anak cenderung memilih makanan dari tampilannya saja. Warna dan bentuk yang menarik, kemasan yang unik merupakan faktor utama bagi anak saat memilih makanan. Tidak heran jika anak-anak sering menjadi korban keracunan makanan. Apa saja gejala keracunan makanan dan bagaimana cara memberikan pertolongan pertama? Berikut ini beberapa tipsnya.
Tanda-Tanda Keracunan
Anak-anak sedang berada dalam masa pertumbuhan jasmaniah yang pesat. Karena itu, zat-zat asing yang membahayakan tubuh akan direspon dengan cepat. Setelah satu sampai dua jam mengkonsumsi makanan atau minuman yang membahayakan tubuh gejala keracunan makanan sebagai berikut akan muncul yaitu sebagai berikut.
- Anak akan mengalami muntah-muntah, baik muntah biasa sampai muntah yang hebat sehingga badan lemas.
- Kram di bagian perut.
- Badan menjadi demam dan menggigil.
- Buang air besar yang terkadang disertai dengan darah, nanah, atau lendir pada tinja anak.
- Nafsu makan mendadak hilang.
Gejala keracunan makanan di atas dapat terjadi selama 24 jam setelah anak mengkonsumsi makanan atau minuman beracun dan dapat terus berlangsung selama tiga atau empat hari.
Gejala keracunan makanan dapat terus berlanjut selama anak terus mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung racun tanpa sengaja. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengenali makanan atau minuman yang membuat gejala keracunan makanan pada anak.
Pertolongan Pertama
Pertama kali yang Anda harus lakukan ketika gejala keracunan makanan terlihat adalah tetap tenang. Panik, hanya akan membuat bingung, tidak dapat berpikir jernih dan ragu dalam mengambil tindakan penyelamatan. Setelah Anda tenang, ambil tindakan berikut ini.
- Jika anak sering muntah dan terus menerus buang air besar, periksalah suhu tubuhnya, terutama di bagian ketiak dan leher. Gunakan termometer jika ada.
- Periksalah tinja yang dikeluarkan anak. Perhatikan apakah terdapat lendir atau darah di sana.
- Baringkanlah anak, buatlah tubuhnya merasa nyaman.
- Berikan oralit pada anak sesendok demi sesendok. Jika oralit tidak tersedia, Anda dapat menggantinya dengan larutan air garam dan gula.
- Sebaiknya Anda tidak memberinya obat diare, sebab buang air besar merupakan cara alami tubuh untuk menghilangkan racun dari dalam tubuh.
- Berilah makanan yang dapat ditelan langsung atau dikulum saja. Misalnya, biskuit susu yang gampang lunak dengan air ludah. Makanan yang mengandung lemak dan susu sebaiknya tidak diberikan terlebih dahulu.
- Untuk mencegah terjadinya dehidrasi, terus berikan minum pada anak. Anda dapat memberinya air kelapa yang merupakan larutan elektrolit alami. Jangan beri anak kopi, teh atau minuman yang mengandung kafein lainnya. Jika anak enggan minum, berikan melon padanya. Minta ia menghisap dan menggigit melon sedikit demi sedikit.
Jika gejala keracunan makanan tidak berhenti selama 12 jam ke depan, Anda dapat segera membawa anak ke bagian gawat darurat rumah sakit terdekat atau dokter umum setempat. Beritahukan pada dokter atau perawat gejala-gejala yang timbul dan perawatan apa saja yang telah Anda berikan sehingga anak mendapat perawatan yang tepat.






