Kenali Gejala Keracunan Makanan

Beberapa waktu lalu sebuah riset yang dilakukan FDA (Food and Drug Admisnistration) menunjukkan sayur-sayuran atau buah-buahan tertentu mengandung kadar pestisida berlebih dan tidak aman dikonsumsi oleh manusia.
Padahal, sayur-sayuran tersebut mudah ditemukan di supermarket, dan pasar-pasar tradisional. FDA memberikan rambu-rambu agar konsumen lebih memperhatikan sayuran atau buah-buahan beracun tersebut dan mengetahui gejala keracunan sehingga bisa terhindar dari keracunan makanan.
Lain FDA, lain pula kejadian yang menimpa beberapa orang yang menyantap masakan China. Kadar monosodium glutamate (MSG) yang tinggi ternyata membuat beberapa orang keracunan. Akibatnya, pesta menyantap masakan ala China tersebut berakhir dengan dibawanya beberapa orang yang keracunan ke rumah sakit terdekat.
Keracunan yang disebabkan oleh kelebihan kadar MSG ini memang tidak sampai menimbulkan kematian. Akan tetapi, beberapa orang cukup tersiksa disebabkan oleh rasa nyeri di dada dan tubuh seperti terbakar.
Namun lain orang, lain pula gejalanya. Seperti halnya tingkat kepekaan orang terhadap MSG juga berbeda-beda. Ada yang sangat sensitif (sedikit MSG sudah cukup membuat kepala pusing dan mual), dan ada pula yang tidak sensitif (merasa baik-baik saja menyantap MSG dalam jumlah besar).
Gejala Keracunan Makanan
Kasus keracunan bisa saja terjadi pada siapa saja, dengan sebab bermacam-macam. Ada yang keracunan yang disebabkan oleh makan sayuran berpestisida, MSG berlebih, atau bahkan obat kedaluwarsa yang lupa tidak disingkirkan dari kotak obat.
Pada kasus yang parah, keracunan dapat menimbulkan kematian. Gejala keracunan makanan biasanya ditandai dengan perasaan mual, muntah, kram perut, sakit kepala, nyeri di daerah wajah, perasaan panas dingin silih berganti, kelemahan otot, pada kasus yang parah dapat menimbulkan kelumpuhan, bahkan sampai kematian.
Pencegahan
Angka keracunan dapat diminimalisir. Berikut usaha pencegahan yang dapat dilakukan di rumah:
- Buang segala obat-obatan yang sudah tidak dipakai dan amankan semua obat-obatan (yang baru atau pun yang lama) dari jangkauan anak-anak.
- Cuci sayuran dan buah-buahan di bawah kucuran air bersih agar racun pestisida ikut terbuang. Gunakan sikat saat membersihkan buah-buahan seperti apel dan pear yang terbukti terpapar pestisida (diketagorikan sebagai buah beracun oleh FDA). Jangan menggunakan pembersih seperti sabun saat mencuci buah-buahan karena residu bahan pembersih tersebut akan menempel pada kulit buah dan ikut termakan, masuk ke dalam tubuh.
- Cuci tangan ketika akan menyantap makanan.
- Tidak menyimpan bahan-bahan kimia pada tempat yang sama dengan makanan (misalnya menyimpan pestisida di ruang makan atau lemari penyimpan makanan).
- Jika ingin menyantap makanan hewani, hindari bagian-bagian yang terpapar bahan kimia, seperti bagian kulit (yang terpapar akibat penyuntikan).
Pencegahan tersebut dilakukan sebagai upaya menghindarkan diri dan keluarga dari keracunan makanan.






