Gelanggang Futsal, Sepak Bola Mini yang Rekreatif
Ilustrasi gelanggang futsal
Belakangan futsal menjadi olahraga yang makin diminati masyarakat, baik tua maupun muda. Di berbagai wilayah, dari kota besar hingga berbagai pelosok tanah air, berdiri berbagai arena permainan futsal. Baik yang dibangun secara indoor dalam ruangan tertutup maupun secara outdoor atau di ruang terbuka. Pengadaan lapangan atau gelanggang futsal pun menjadi sebuah bisnis baru yang menggiurkan. Jangankan pengusaha lokal, pengusaha dari luar negeri pun tertarik mengembangkan bisnis rekreasi dan olahraga satu ini.
Tentang Futsal
Maraknya berdiri gelanggang futsal di mana-mana, juga membuat banyak orang ingin mengetahui sejarah futsal. Olahraga yang sempat menghebohkan karena banyak juga orang meninggal dunia setelah bermain futsal, kini semakin menggila. Olahraga yang terkadang dimainkan dimalam hari setelah beraktivitas seharian ini sebenarnya membutuhkan stamina yang prima. Namun, banyak yang mengabaikan hal ini sehingga kesenangan bermain itu membuat tubuhnya tidak sanggup menopang semua kerja yang dilakukan.
Akibatnya memang cukup fatal. Pemain yang tidak menjaga stamina ini akhirnya kelelahan dan meninggal akibat jantungnya tidak kuat bekerja lagi. Kejadian ini tidak hanya dialami oleh para pesohor negeri, masyarakat biasa juga banyak yang meninggal setelah bermain futsal. Memang tidak bisa diremehkan apa yang ada di jantung. Tidak bisa asal masih merasa sehat. Futsal yang bisa dikatakan sebagai sepakbola mini ini membutuhkan tenaga yang cukup banyak. Dehidrasi juga bisa membunuh.
Ada yang meninggal dunia karena mengalami dehidrasi setelah bermain futsal. Keringat yang keluar harus diganti segera agar kerja organ dalam tubuh tetap terjaga. Kalau tidak, maka oragn tubuh akan mengalami perlambatan fungsi. Bila tidak bekerja seperti semestinya, maka oragn tubuh ini akan memberikan sinyal seperti rasa lelah dan rasa lemas. Tetepi biasanya karena merasa sangat bahagia bisa berolahraga bersama dengan teman-teman, mereka sering lupa. Tiba-tiba pingsan dan ketika dibawa ke rumah sakit, nyawanya tidak lagi tertolong.
Kejadian ini seharusnya bisa dicegah. Jangan sampai olahraga yang diharapkan akan memberikan manfaat yang besar, akhirnya malah membunuh. Hidup sehat itu tidak hanya berolahraga kapan pun disuka. Tetapi berolahraga dengan jadwal yang tetap dan waktu yang tepat. Kalau memang ingin berolahraga malam, maka persiapkan tubuh dari sejak pagi hari. Tubuh tidak dibawa bekerja secara membabi buta. Ada wkatu istirahat yang akan membuat tubuh menjadi bugar. Bila tidak, maka futsal akan menjadi mesin pembunuh yang sangat hebat.
Jangakan futsal yang dimainkan secara amatiran. Sepakbola yang dimainkan secara profesional, latihan yang diatur sedemikian rupa, ternyata masih juga membuat beberapa pemain menghembuskan napas terakhir di lapangan. Mereka terjatuh dan tidak bangun lagi karena jantungnya yang tidak kuat untuk menopang aktivitasnya. Akibat fatal ini memang cukup mengerikan. Olahraga yang dianggap menyehatkan itu ternyata malah membunuh. Penyebabnya memang ada beberapa tetapi yang paling banyak adalah karena jantung yang tidak bekerja dengan baik.
Sejarah Futsal
Futsal berasal dua istilah istilah dari Bahasa Portugis, yaitu futbol dan sala. Karena itu sebagai bentuk permainan bola kaki atau football, futsal memang dipermainkan seperti olahraga sepakbola. Begitu juga menyangkut teknik permainannya, futsal juga tak jauh berbeda dengan sepak bola. Tak jarang pula orang menyebut permainan ini dengan nama sepakbola mini atau sepakbola dalam ruangan. Waktu untuk permainan futsal tidak selama permainan sepakbola. Futsal hanya 20 menit dengan jumlah pemain yang hanya 5 orang.
Meskipun dasar olahraga ini mengadopsi permainan bola kaki pada sepakbola, namun popularitas futsal memang agak muncul belakangan. Futsal yang ditemukan pada sekitar tahun 1930 oleh Juan Carlos Ceriani di Uruguay, relatif banyak digemari di kawasan Amerika Latin, khususnya Brazil. Bahkan tak sedikit pemain ternama sepakbola asal Brazil yang berlatih ketrampilan bermain bolanya melalui permainan futsal.
Baru beberapa tahun belakangan ini, permainan ini mulai populer di Indonesia. Permainan yang sama dengan sepakbola ini menjadi sangat menarik karena bisa dimainkan kapanpun walaupun hari huja. Bahkan bisa dimainkan dimalam hari. Hal ini bisa dilakukan karena lapangan futsal merupakan lapangan indoor yang beratap dan diterangi oleh lampu-lampu dengan voltase yang cukup besar. Biaya sewa lapangan juga tidak mahal.
Hal ini tentu telah membuat minat mendirikan lapangan futsal menjadi satu bisnis yang cukup menggiurkan. Jangankan lapangannya, aksesoris dan fasilitas pendukung lainnya juga menjadi bisnis yang sangat menarik. Kaos, sepatu, kaos kaki, bola, dan lain-lain. Biasanya para pemain akan membuat regu atau kesebelasan. Kesebelasan ini nantinya akan mempunyai kostum tersendiri. Pembuatan kostum inilah yang menjadi bisnis menggiurkan juga.
Pembangunan lapangan futsal ini memang tidak membutuhkan desain yang sangat rumit. Tetapi memang bangunannya harus representatif agar permainan nyaman. Persaingan juga harus dipertimbangkan. Tanpa mempertimbangkan persaingan, maka usaha ini bisa saja gulung tikar. Maraknya usaha seperti ini membuat para pengusaha berusaha memberikan yang terbaik termasuk menyediakan rumput sintetis yang diimpor. Pelayanan kepada para konsumen juga ditingkatkan dengan menyediakan lapangan yang bersih dan siap pakai.
Pengaturan jadwal juga dilakukan sedemikian rupa agar tidak merugikan siapapun. Kalau pelanggan kecewa, mereka bisa dengan cepat beralih ke tempat lapangan futsal lain yang tempatnya tidak terlalu berjauhan. Tempat pembelian minuman dan makanan juga disediakan dengan baik agar bisa terjangkau dan dengan harga yang normal. Kalau harga minuman atau makanan lebih mahal dari tempat lain, maka pembeli yang datang ke lapangan futsal tersebut, tidak akan membeli di tempat itu. Mereka akan membawa minuman dan makanan sendiri.
Sepakbola Mini
Sebagai bentuk olahraga sepakbola mini, futsal memang serba mini dalam berbagai ukuran teknis dibandingkan sepakbola. Ukuran lapangan dalam lapangan futsal pun kurang dari separuh ukuran lapangan sepakbola. Bola yang digunakan juga berbeda. Peraturannya pun berbeda. Dalam permainan futsal, penjaga gawang bisa ikut bermain sehingga permainan terlihat lebih dinamis dan terkesan sangat cepat.
Ukuran panjang lapangan futsal antara 25 hingga 42 meter dan lebar 15 hingga 25 meter. Begitu juga ukuran gawangnya sekitar 2 meter untuk tingginya dan lebar 3 meter, atau sekira separuh ukuran gawang sepakbola. Gol yang tercipta terkadang sangat banyak karena memang terkesan lebih mudah membuat gol dalam permainan futsal ini. Tidak mengherankan kalau permainan ini dianggap lebih energik. Para pemain juga harus lebih banyak bergerak agar permainan lebih mengasyikan.
Begitu juga untuk jumlah pemainnya, 2 tim futsal yang berlawanan, masing-masing terdiri dari 5 pemain, termasuk kiper. Begitu juga dengan bola yang digunakan, meski sama terbuat dari kulit bundar yang berisi udara yang dipompa, namun diameternya 62 hingga 64 cm, atau lebih kecil dibandingkan bola pada sepakbola. Bola yang lebih kecil ini membutuhkan akurasi tendangan yang lebih baik. Kalau asal tendang, bisa saja bola hanya bergeser dari kiper ke kiper. Bola-bola pendek akan lebih banyak terlihat.
Strategi permainan akan membuat penciptaan gol kian menarik. Teknik permainan setiap pemian juga akan membuat penonton menyukai permainan ini. Para wanita juga senang bermain futsal. Mereka senang futsal karena lapangannya tidak terlalu besar dan bermainnya tidak terlalu lama. Daya tarik futsal ini memang luar biasa. Semua menjadi ingin main futsal. Bahkan kini hampir setiap sekolah ada kesebelasan futsal.
Permainan futsal ini sangat rekreatif. Sebagai sepakbola mini, futsal tampaknya dirancang untuk olah raga rekreatif yang tidak memerlukan jumlah pemain banyak. Apalagi sepak bola merupakan jenis permainan alami yang telah dimainkan orang sejak ribuan tahun lalu. Kasus serupa terjadi seperti pada munculnya olah raga permainan volly pantai yang hanya melibatkan masing-masing 2 pemain, dan lebih untuk sekedar bisa bermain tanpa terikat aturan standar.
Begitu juga menyangkut ketentuan tentang gelanggang futsal, sebenarnya tak ada aturan menyangkut pagar yang dibangun di sisi luar lapangan. Meskipun demikian, kalau kita melihat gelanggang futsal yang ada, baik di dalam ruang (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor) selalu dibangun jaring melingkar di sepanjang lapangan. Pagar dalam bentuk jaring ini memang lebih bersifat praktis agar bola yang ditendang dengan keras tidak akan keluar jauh bila dibandingkan dengan lapangan futsal yang dibangun tanpa adanya penutup.

