Gempa Bumi yang Meluluhlantakkan

Gempa bumi adalah fenomena ketika permukaan bumi bergetar atau berguncang dalam periode waktu tertentu. Gempa bumi bisa disebabkan oleh bergesernya lapisan kerak bumi. Gempa seperti ini disebut gempa tektonik. Gempa lainnya terjadi karena aktivitas gunung api yang luar biasa. Gempa ini disebut gempa vulkanik. Ada juga gempa yang terjadi karena runtuhnya langit-langit gua.
Gempa bumi sebenarnya terjadi ribuan kali setiap hari dan berlangsung selama miliran tahun sejak bumi terbentuk. Namun, besaran gempa bumi sangat bervariasi. Gempa yang berukuran besar terjadi hanya sekali setiap dua atau tiga tahun. Ketika gempa besar terjadi di sekitar wilayah yang berpenduduk padat, kerusakan yang parah akan melanda hanya dalam beberapa detik.
Benturan Pelat Bumi
Gempa bumi tersebar di permukaan tidak secara acak, tetapi cenderung terjadi di wilayah yang disebut “sabuk aktivitas” yang sempit dan bersambung. Sabuk-sabuk gempa bumi itu saling terhubung membentuk wilayah-wilayah seismik yang besar, yang disebut pelat atau lapisan. Tiap pelat ini selalu bergerak satu sama lain dengan kecepatan beberapa sentimeter per tahun. Gerakan pelat bumi inilah yang bertanggung jawab terhadap sebagian besar aktivitas geologis, seperti pembentukan gunung berapi dan gempa bumi.
Ketika satu pelat bertemu dengan pelat lain, akan terjadi benturan keras yang menimbulkan guncangan di permukaan bumi. Itulah yang disebut gempa bumi. Gempa bumi akan berlangsung dalam beberapa hari atau beberapa minggu, berupa getaran yang terputus-putus. Biasanya, akan terjadi getaran kecil, kemudian terjadi getaran utama, dan diakhiri getaran-getaran kecil lagi.
Besar-kecilnya gempa biasanya diukur dengan skala Richter (SR). Gempa yang termasuk besar adalah gempa yang skalanya di atas 6 SR. Skala ini bertambah secara logaritmik. Gempa berskala 7 kira-kira 30 kali lebih besar daripada gempa berskala 6, dan 30x30 (900) kali lebih besar dibanding gempa berskala 5.
Rawan Gempa
Indonesia termasuk wilayah yang paling sering terkena gempa bumi. Menurut catatan, sejak abad kesembilan belas, tercatat puluhan kali gempa besar melanda berbagai daerah di Indonesia. Pada 25 November 1833, gempa besar mengguncang Sumatra. Gempa ini terjadi karena pecahnya segmen Palung Sumatra sepanjang 1.000 km, yang kemudian memicu terjadinya tsunami yang melanda pesisir barat Sumatra. Tsunami ini juga menyebabkan kerusakan parah di negara lain, termasuk Maladewa, Srilanka, Australia, dan Thailand. Sayangnya, tidak tercatat berapa korban yang tewas.
Di kawasan yang hampir sama, gempa terjadi lagi dan menyebabkan tsunami dahsyat, terutama di Aceh dan sekitarnya (serta sejumlah negara lain seperti India, Srilanka, dan Thailand), pada 26 Desember 2004, menyebabkan ratusan ribu orang tewas dan hilang.
Pada 26 Juni 1976, gempa melanda Papua, menyebabkan sekitar 9.000 orang tewas. Gempa lain yang tergolong besar adalah gempa yang melanda Yogyakarta pada 27 Mei 2006, yang menyebabkan lebih dari enam ribu orang tewas. Pada 30 September 2009, Sumatra Barat diguncang gempa besar, menyebabkan ribuan orang meninggal.






